INDEX BERITA MUHAMMADIYAH
Sabtu, 16. Mei 2009
Pendidikan : 14:23 - Hari Ini Prof. Dr. Bambang Cipto Resmi Menjadi Guru Besar UMY
Jumat, 15. Mei 2009
Pustaka Informasi : 10:08 - "Muhammadiyah" Menempati Halaman Khusus Republika Online
Rabu, 13. Mei 2009
Politik : 12:07 - Kasus Trisakti Tenggelam, Presiden Mendatang Harus Reformis
Dinamika Kader : 09:49 - IPM Kota Surabaya Lahirkan 13 Fotografer Muda
Bencana Alam : 08:29 - Susun SOP Penanggulangan Bencana, MDMC Kumpulkan “Kader Relawan”
Pemberdayaan : 07:57 - Membangun Sinergi Pertanian Berwawasan Lingkungan
Selasa, 12. Mei 2009
Pendidikan : 07:19 - Tantangan diatas Floating Dock "Diatasi" Siswa SMK Muh 5 Babat Lamongan
Jumat, 08. Mei 2009
Pendidikan : 13:33 - SD Muh 4 Pucang Surabaya Juara Kompetisi Matematika Se – Jawa Timur
Pendidikan : 12:59 - Kuliah Magang Kerja UMY Kuatkan Soft Skill Mahasiswa
Kamis, 07. Mei 2009
Pemberdayaan : 13:46 - Kemitraan Pemkab Wajo dengan MPM Muhammadiyah Dampingi Petani
Rabu, 06. Mei 2009
Pendidikan : 11:10 - UNIMUS Umumkan Hasil Seleksi “PEMIKAT”
Pendidikan : 10:28 - Said: Sarjana Pragmatis Akibat Inkonsistensi Kebijakan Pendidikan
Pendidikan : 09:12 - Peringati Hardiknas, UM Malang Anugerahkan Penghargaan
Pendidikan : 07:28 - PP IPM : Kebijakan Pendidikan Indonesia Belum Padu
Pendidikan : 07:25 - Univ. Ahmad Dahlan Buka Lowongan Tenaga Pengajar
Pendidikan : 07:22 - UM Jakarta Menerima Bantuan dari NZAid dan UI
Senin, 04. Mei 2009
Daerah : 10:25 - Muhammadiyah Harus Jaga Netralitas Dengan Parpol Manapun
Jumat, 01. Mei 2009
Pemberdayaan : 10:23 - Menkes : “Langkah saya Diinspirasi KH Ahmad Dahlan”
Dinamika Kader : 08:25 - Harwanto Dahlan Telah Tiada
Kamis, 30. April 2009
Dinamika Kader : 10:34 - DAP IMM Siapkan Kader Pelopor Kemandirian Bangsa
Minggu, 26. April 2009
Pemberdayaan : 00:47 - Kuatkan IKM, MPM Selenggarakan Pelatihan Fasilitator
Jumat, 24. April 2009
Tabligh : 15:19 - Muhammadiyah berduka; Makna Bermuhammadiyah Menurut K.H. S Ibnu Juraemi
Senin, 06. April 2009
Nasional : 14:39 - Peserta Baitul Arqom Ingingkan Jadi Anggota Muhammadiyah Indonesia
Rabu, 01. April 2009
Internasional : 11:23 - 30 Aktivis Muhammadiyah Internasional Akan Training di Yogyakarta
Sabtu, 28. Maret 2009
Nasional : 00:37 - Penyelamatan Lingkungan Melalui Pendidikan
Jumat, 27. Maret 2009
Daerah : 10:42 - Wakadis Diknas Buka Kejurwil Tapak Suci Muhammadiyah Sulsel
Senin, 23. Maret 2009
Nasional : 18:55 - Kampanye Parpol Masih Kurang Mendidik
Rabu, 18. Maret 2009
Pendidikan : 16:23 - UMY dan Bawaslu Ciptakan KKN Tematik
Selasa, 17. Maret 2009
Nasional : 10:16 - PP Muhammadiyah Kedatangan Korban Lumpur Lapindo
Senin, 16. Maret 2009
Dinamika Kader : 18:30 - IPM : Pilih Partai Yang Peduli Pendidikan dan Pelajar
Sabtu, 14. Maret 2009
Daerah : 19:29 - Pekan Milad Muhammadiyah Kota Makassar
Jumat, 13. Maret 2009
Nasional : 01:29 - JK : Pemimpin Harus Terdidik dan Terlatih
Kamis, 12. Maret 2009
Pendidikan : 16:19 - Haedar Nashir : Mendidik Bukan Hanya Mengajar
Senin, 09. Maret 2009
Nasional : 01:25 - Rekomendasi Tanwir Muhammadiyah
Minggu, 08. Maret 2009
Nasional : 14:33 - Tanwir Hasilkan Cetak Biru Visi dan Karakter Bangsa
Nasional : 14:28 - Muhammadiyah Ajak Warganya Gunakan Hak Pilih Secara Kritis
Sabtu, 07. Maret 2009
Pendidikan : 21:23 - Tuntutan Ekonomi Picu Feminisme Migrasi
Nasional : 12:13 - Muhammadiyah Harus Ikut Perbaiki Moral Bangsa Secara Keseluruhan
Nasional : 11:46 - Fachri Ali: "Muhammadiyah Harus Mengonservasi Kekuatan Leadership di Luar Negara"
Nasional : 11:10 - Arif Jamali: Berbuat Untuk Muhammadiyah Tidak Harus di Struktur
Nasional : 11:06 - Muhammadiyah Tidak Perlu Bicarakan Capres
Nasional : 10:18 - Warga Muhammadiyah Harus Patuhi Kebijakan PP Muhammadiyah
Jumat, 06. Maret 2009
Nasional : 20:04 - Siapkan Jawaban, Sidang Tanwir Diskors Hingga Malam
Nasional : 16:04 - Tanggapan Wilayah dan Ortom
Nasional : 08:03 - Gelaran Community Event di UMY
Kamis, 05. Maret 2009
Nasional : 17:45 - Din: Atasi Krisis, Perlu Paradigma Sustainable Growth With Meaning
Nasional : 13:30 - SBY Tunggu Rekomendasi Sidang Tanwir
Nasional : 07:28 - Peserta lengkap, SBY Siap Buka Tanwir
Nasional : 06:34 - Barongsai dan Reog Ponorogo Turut Pawai Jelang Tanwir
Senin, 02. Maret 2009
Nasional : 00:00 - Muhammadiyah Rileks Hadapi Pemilu
Amal Usaha : 00:00 - Aksi Donor Darah Massal MILAD ke 44 RS PKU Muhammadiyah Bantul
Sabtu, 28. Pebruari 2009
Internasional : 00:00 - Kemitraan dan Era Baru Hubungan Bilateral Indonesia – Australia
Jumat, 27. Pebruari 2009
Dinamika Kader : 00:00 - IPM Bengkulu Lakukan Sosialisasi Pemilu
Selasa, 24. Pebruari 2009
Dinamika Kader : 09:34 - Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta Silaturrahmi Caleg
Senin, 23. Pebruari 2009
Pemberdayaan : 08:01 - Rakernas MPM Hasilkan Prioritas Agenda Aksi
Pemberdayaan : 07:33 - Akhiri Romantisme Pangan Murah
Sabtu, 21. Pebruari 2009
Tabligh : 15:59 - Teknologi Informasi Menjadi Terobosan Baru Berdakwah
Tabligh : 11:48 - Muhammadiyah Harus Mengambil Peran Luruskan Ajaran Islam
Jumat, 20. Pebruari 2009
Nasional : 23:06 - Penjelasan Din Syamsuddin Mengenai Undangan Makan Malam Dengan Hillary Clinton
Tabligh : 09:56 - Muhammadiyah Harus Hidupkan Ruh Dakwah
Kamis, 19. Pebruari 2009
Tabligh : 19:50 - Rakernas MTDK Bahas Tantangan Dakwah Menjelang Seabad Muhammadiyah
Rabu, 18. Pebruari 2009
Pemberdayaan : 23:42 - Rakernas MPM, Refleksi dan Modifikasi Program
Selasa, 17. Pebruari 2009
Internasional : 23:05 - Din : “Khawatirkan Nasib Pengungsi Rohingnya”
Dinamika Kader : 08:42 - Panti Asuhan Daarul Hikmah Kembangkan Hortikultura
Minggu, 08. Pebruari 2009
Pendidikan : 15:23 - Syafiq : “OlyCon, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah
Sabtu, 07. Pebruari 2009
Pendidikan : 10:45 - Wujudkan Indonesia Sehat 2010, UMY Persiapkan RSGMP
Nasional : 10:30 - Haedar: ”Teriak teriak itu bukan tradisi Muhammadiyah”
Internasional : 09:56 - Din : “AS Harus Tinggalkan Paradigma Lama”
Pendidikan : 08:22 - Launching Agri Mart FP UMY
Pendidikan : 08:16 - Profesionalisme Guru Harus di Akselerasi
Selasa, 03. Pebruari 2009
Pendidikan : 21:21 - SD Muhammadiyah Bodon Juara Umum Kejurnas Drum Band
Senin, 02. Pebruari 2009
Pendidikan : 13:57 - UU BHP, Kebijakan Publik yang Tidak Amanah
Internasional : 06:33 - Negara Negara Maju Harus Ikut Investasi Perdamaian
Internasional : 06:24 - Muhammadiyah Siap Membantu Pengungsi Muslim Rohingnya
Kamis, 29. Januari 2009
Nasional : 00:03 - Din : “Ulama, Jangan Asal Berfatwa”
Nasional : 00:02 - Bahtiar Effendi : "Sebaiknya MUI Mencabut Fatwa Golput"
Minggu, 25. Januari 2009
Dinamika Kader : 17:45 - Songsong Muktamar Seabad Muhammadiyah
Sabtu, 24. Januari 2009
Tarjih : 01:27 - Shalat Gerhana pada 26 Januari 2009
Jumat, 23. Januari 2009
Pemberdayaan : 17:17 - Muhammadiyah Sulsel Krisis Kader Pengusaha dan Ulama
Senin, 19. Januari 2009
Dinamika Kader : 22:14 - Jangan Terlena dengan Sejarah Besar Muhammadiyah
Jumat, 16. Januari 2009
Dinamika Kader : 16:29 - AMM Yogyakarta; Kembalikan Kedaulatan Palestina
Internasional : 11:30 - Muhammadiyah Bangun Kemitraan dengan Muslim Inggris
Pendidikan : 10:46 - Tingkatkan Mutu Pendidikan, UMY-eStore Jalin Kerjasama
Selasa, 13. Januari 2009
Pendidikan : 14:15 - Mahasiswa UMY juara I Nasional Penelitian Medical Informatics
Senin, 12. Januari 2009
Nasional : 14:23 - Din Berharap Muktamar 2010 Monumental
Minggu, 11. Januari 2009
Pemberdayaan : 20:54 - Krisis Ekonomi, Petambak Tetap Bangkit
Internasional : 20:29 - Din : Bubarkan Persyarikatan Bangsa Bangsa
Sabtu, 10. Januari 2009
Internasional : 10:35 - Din Syamsuddin Cs Surati Obama, Berharap Amerika Segera Berubah Karakter
Luar Negeri : 10:27 - Din : Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
Jumat, 09. Januari 2009
Pendidikan : 11:01 - Identitas PTS Nakal Perlu Diungkap ke Publik
Luar Negeri : 10:28 - Masyarakat Dunia Harus Pikirkan Generasi Muda Palestina dan Israel
Pemberdayaan : 10:25 - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Akan Buka Panen Raya Ikan dan Udang di Takalar
Kamis, 08. Januari 2009
Luar Negeri : 13:27 - LAZISMU siap salurkan Bantuan ke Palestina
Pemberdayaan : 12:53 - Pasokan Pupuk Bersubsidi Belum Tepat Sasaran
Rabu, 07. Januari 2009
Luar Negeri : 22:42 - Jihad, Bukan Solusi Cerdas Bantu Palestina
Selasa, 06. Januari 2009
Bencana Alam : 09:35 - Muhammadiyah Manokwari Fasilitasi Pengungsi
Senin, 05. Januari 2009
Daerah : 22:25 - Din : Serukan Pembaharuan
Internasional : 15:44 - Krisis Gaza, Bangun Aliansi Politik Strategis
Jumat, 02. Januari 2009
Pemberdayaan : 11:49 - Muhammadiyah Harus Berpihak pada Akar Rumput
Senin, 29. Desember 2008
Luar Negeri : 21:27 - Din : Serangan Israel, Kebiadaban Yang Nyata
Internasional : 06:34 - Yunahar Ilyas Ceramah di Muktamar IMSA-MISG
Sabtu, 27. Desember 2008
Pemberdayaan : 19:24 - Catatan Akhir Tahun MPM: " Dari Tauhid Sosial Ke Tauhid Struktural "
Dinamika Kader : 15:42 - Noordjannah: 'Aisyiyah Harus Jadi Guidance Di Setiap Problematika Masyarakat
Nasional : 15:38 - Din Menerima Kunjungan Dubes Sudan yang Baru
Kamis, 25. Desember 2008
Dinamika Kader : 17:57 - HW Adakan Outbond Untuk 600 kadernya
Selasa, 23. Desember 2008
Dinamika Kader : 23:46 - Din : IPM Perlu Bentuk Kader Militan
Sabtu, 13. Desember 2008
Nasional : 17:19 - Muhammadiyah Harus Digerakkan
Luar Negeri : 11:54 - Din Syamsuddin sebagai Ambassador for Peace
Rabu, 03. Desember 2008
Pemberdayaan : 14:20 - MPM SULSEL dan UMPAR Lakukan Kerjasama Dampingi Petani
Nasional : 14:08 - Yang Muda Yang Membuat Perubahan
Senin, 01. Desember 2008
Ilmu Falak : 19:34 - Seminar Penentuan Bulan Kamariah, Rekomendasikan Pertemuan Kedua
Minggu, 23. November 2008
Amal Usaha : 22:36 - Tuntunan Milad Muhammadiyah ke-99
Kamis, 20. November 2008
Dinamika Kader : 18:19 - Kunci Menjadi Seorang Ketua Adalah Leadership Yang Kuat
Dinamika Kader : 18:16 - Menneg PP : Nasyiah Harus Maksimalkan Pemberdayaan Perempuan
Pendidikan : 11:43 - Prof Yunahar Ilyas Guru Besar UMY
Selasa, 18. November 2008
Dinamika Kader : 09:26 - 53 Calon Formatur Siap Rebutkan Ketua Nasyiah
Dinamika Kader : 08:58 - Muktamar Nasyiah ke XI Siap Dibuka Meutia Hatta
Minggu, 16. November 2008
Dinamika Kader : 22:12 - Evi Sofia: Nasyiah Harus Kembangkan Unit Usaha Mikro
Jumat, 14. November 2008
Pendidikan : 11:49 - Kerjasama Adalah Kunci Untuk Ciptakan Multikulturalisme
Jumat, 07. November 2008
Pendidikan : 13:33 - Indonesia Tidak Cocok Pakai Perpolitikan AS
Pendidikan : 13:24 - UMY Adakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional
Sabtu, 01. November 2008
Seni Budaya : 23:09 - Tapak Suci Goes To Mall
Jumat, 31. Oktober 2008
Pendidikan : 15:20 - Chairil Anwar : PTM Terpercaya Karena Kualitas Dosen
Pendidikan : 15:18 - Dosen PTM Perlu Informasi Beasiswa dan Penjagaan Komitmen
Kamis, 30. Oktober 2008
Pendidikan : 18:21 - IPK Tinggi Bukan Jaminan Capai Kesuksesan
Rabu, 29. Oktober 2008
Dinamika Kader : 14:57 - Haedar : IPM Harus Menjaga Tradisi Besar Muhammadiyah
Dinamika Kader : 08:25 - IRM Resmi Menjadi IPM, Deny WK Ketua Umum Terpilih
Minggu, 26. Oktober 2008
Dinamika Kader : 12:43 - Sempat Memanas, Panlih IRM Putihkan Daftar Calon Formatur
Sabtu, 25. Oktober 2008
Dinamika Kader : 19:29 - Jusuf Kalla : Bangsa yang Maju, Perlu Pelajar Terdidik
Rabu, 15. Oktober 2008
Luar Negeri : 12:48 - Perlu Kerjasama Bebaskan Indonesia dari Tanah Longsor
Selasa, 14. Oktober 2008
Nasional : 15:19 - PWM DIY Nonton Laskar Pelangi Hari Ini, Guru SD Bantul Tanggal 20
Senin, 13. Oktober 2008
Pendidikan : 18:19 - Hilangnya Idealisme PERS di Indonesia
Minggu, 12. Oktober 2008
Pendidikan : 15:42 - PT. Samudra Indonesia Adakan Rekruitmen di UMY
Rabu, 01. Oktober 2008
Nasional : 08:45 - Muhammad Chirzin: “Lakukan Perubahan Untuk Lebih Baik”
Selasa, 30. September 2008
Daerah : 23:36 - Dimana Sholat Ied di Sidoarjo ?
Daerah : 19:26 - Tempat Sholat Ied 1429 H di Kaltim
Senin, 29. September 2008
Nasional : 13:29 - Idul Fitri, Momen Bentuk Karakter Bangsa
Nasional : 09:26 - Oman : “Kemungkinan Perbedaan 1 Syawal, Kecil”
Minggu, 28. September 2008
Nasional : 10:44 - Muhammadiyah Idul Fitri 1 Oktober, Din Syamsuddin Khatib di Senayan
Sabtu, 27. September 2008
Pendidikan : 15:02 - Tingkatkan Syukur di Akhir Ramadhan
Nasional : 14:40 - Muhammandiyah Perlu Membuat Center of Excellence
Nasional : 08:02 - Din Syamsuddin Ingatkan Negara Maju Laksanakan Komitmen 0,7%
Nasional : 07:15 - Andrea Hirata : “Film Laskar Pelangi, Saya Persembahkan Bagi Muhammadiyah”
Pendidikan : 07:14 - Gonjang-gonjang Susu Ber-melamin, Kembali ke ASI
Senin, 22. September 2008
Pendidikan : 17:35 - Tradisi Intelektual di Indonesia Masih Amatiran
Kamis, 18. September 2008
Pendidikan : 14:36 - Kemuliaan itu Adalah Mengayomi Anak Yatim
Pendidikan : 14:34 - Perlu Pendekatan Kultural, Saat Mengesahkan RUPP
Senin, 15. September 2008
Pendidikan : 18:46 - Indonesia Perlu Terapkan Pertanian Organik
Senin, 08. September 2008
Luar Negeri : 22:23 - Absen PR, Muhammad Muqaddas Ceramah Ramadhan di PCIM Jepang
Nasional : 12:58 - Perlu Nalar Kritis Untuk Hadapi Fenomena
Nasional : 12:06 - Azyumardi: Hapuskan Under Siege Mentality
Minggu, 07. September 2008
Nasional : 17:27 - Muhammadiyah Jangan Hanya Menjadi Pembantu Pemerintah
Nasional : 17:25 - Perlu Segera Draft Etika Bermuhammadiyah
Sabtu, 06. September 2008
Nasional : 19:29 - Muhammadiyah Harus Punya Wibawa Politik
Jumat, 05. September 2008
Nasional : 23:13 - Antasari Azhar: “KPK Siap Jalin Kerjasama Dengan Muhammadiyah”
Kamis, 04. September 2008
Seni Budaya : 18:29 - Laskar Pelangi Bukan Hanya Milik Muhammadiyah, Diputar Serentak 25 September
Pemberdayaan : 17:10 - DKP Akan Bantu Masyarakat Nelayan Binaan MPM
Rabu, 03. September 2008
Pendidikan : 20:37 - Menyambut Maba Dalam Rangka Ibadah
Perempuan : 20:11 - Niken: IRM Harus Beri Wadah Untuk Permasalahan Pelajar Perempuan
Nasional : 10:34 - Jama’ah Cyber Muhammadiyah, Temu Darat Kaji Ilmu Falak
Senin, 01. September 2008
Dinamika Kader : 15:09 - MPK Selenggarakan Darul Arqam Nasional
Nasional : 14:48 - Din : Tafsir Baru Al Maun Bisa Berupa Social Safety Net
Pendidikan : 09:36 - Dasron: Mahasiswa Baru adalah Amanah
Pustaka Informasi : 07:23 - A. Jaenuri , Menggali Sejarah Muhammadiyah Dari Jogja Hingga Cornell
Nasional : 06:37 - Zaim Ukhrowi : Muhammadiyah Jangan Direduksi Hanya Sekedar Ormas
Minggu, 31. Agustus 2008
Perempuan : 02:02 - Nasyiah Harus Berikan Karya Nyata Unggulan Bagi Masyarakat
Sabtu, 30. Agustus 2008
Kesehatan : 17:29 - TPFB Muhammadiyah Selenggarakan GESETA Flu Burung di 9 Pripinsi
Perempuan : 15:56 - Milad Ke-94, Aisyiyah Tingkatkan Peran Dalam Pembangunan Bangsa
Politik : 15:37 - Anggota Aisyiyah Harus Memilih Caleg Dengan Cerdas
Daerah : 13:37 - Warga Muhammadiyah Pawai Ta’aruf Songsong Ramadhan 1429
Jumat, 29. Agustus 2008
Dinamika Kader : 17:34 - IRM DIY Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik Advokasi
Luar Negeri : 16:37 - PCIM Kuala Lumpur Resufle Pengurus
Rabu, 27. Agustus 2008
Dinamika Kader : 20:31 - Abdul Mu’ti: Kecerdasan Berkorelasi dengan Kemajuan
Dinamika Kader : 11:29 - IRM Rencanakan Hapuskan Struktur Cabang
Lingkungan : 07:42 - Muhammadiyah Bantul Siap Dampingi Pengolahan Limbah RS
Jumat, 22. Agustus 2008
Dinamika Kader : 13:47 - Kaum Muda Perlu Ambil Bagian Dalam Proses Politik
Rabu, 20. Agustus 2008
Pendidikan : 16:04 - Mahasiswa UMY Ikuti Harvard Academic Conference
Selasa, 19. Agustus 2008
Luar Negeri : 19:16 - Seratusan TKI Hadiri Pengajian "Kemerdekaan" PCIM Kuala Lumpur
Bencana Alam : 18:06 - Prof Someya Yoshimichi Pelajari Terapi Mental Warga Muhammadiyah Sitimulyo Bantul
Internasional : 12:13 - Konsultan PBB Tertarik Posyandu Lansia “SAKINAH”
Bencana Alam : 11:17 - Antropolog Jepang Pelajari Langkah Aisyiyah Tangani Korban Gempa
Selasa, 12. Agustus 2008
Politik : 14:21 - Said : Kekuatan Politik Muhammadiyah Tidak Bisa Dipandang Remeh
Pustaka Informasi : 13:29 - LPI Kaji Dinamika Interaksi Muhammadiyah dan Politik
Politik : 11:32 - Amien Rais Orasi Budaya Politik Muhammadiyah di UMY
Pustaka Informasi : 11:27 - PDM Klaten Luncurkan Radio ANDA FM
Senin, 11. Agustus 2008
Dinamika Kader : 10:16 - Guru Harus Dapat Fasilitasi Murid Kembangkan Jurnalisme
Nasional : 10:15 - Syafii: Muhammadiyah Harus Menjadi Gerakan Ilmu
Sabtu, 09. Agustus 2008
Pendidikan : 12:28 - Malik Fajar : Muhammadiyah Tidak Boleh Berhenti
Kamis, 07. Agustus 2008
Luar Negeri : 15:36 - Penasehat PCIM Kuala Lumpur Meninggal Dunia
Pemberdayaan : 09:09 - Kearifan Nenek Moyang Bisa Mengentaskan Kemiskinan
Pemberdayaan : 09:06 - Lawan Neoliberalisme dengan Pertanian Organik
Rabu, 06. Agustus 2008
Tarjih : 18:29 - Syamsul: Tiga Pendekatan Dalam Mencari Kebenaran
Minggu, 03. Agustus 2008
Dinamika Kader : 07:56 - Daftar Juara Kejurnas Remaja V Tapak Suci
Jumat, 01. Agustus 2008
Bencana Alam : 18:21 - HOPE Selenggarakan Training Nasional Rumah Sakit Siaga Bencana
Kamis, 31. Juli 2008
Luar Negeri : 18:28 - PCIM Kuala Lumpur Bantu TKI Bentuk Usaha Mandiri
Luar Negeri : 18:04 - PCIM Kuala Lumpur Bersilaturahim dengan TKI di Bandar Sunway
Dinamika Kader : 13:23 - Pesilat Tapak Suci Peraih Medali Terbanyak PON Kaltim
Dinamika Kader : 12:39 - Jatim Juara Umum Kejurnas Remaja V Tapak Suci
Rabu, 30. Juli 2008
Politik : 06:13 - Komaruddin : “Muhammadiyah – NU Jangan Ikut Bargaining Politik”
Selasa, 29. Juli 2008
Nasional : 13:47 - Din: Agama Perlu Kembangkan Teologi Kemiskinan
Nasional : 10:48 - Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Bertepatan dengan 1 September 2008
Nasional : 10:02 - “Gerak Melintas Zaman”, Tema Muktamar Muhammadiyah 2010
Politik : 09:12 - PP Muh Terbitkan Sembilan Poin Instruksi Hadapi Pemilu 2009
Minggu, 27. Juli 2008
Dinamika Kader : 20:07 - 362 Pesilat Remaja dari 20 Propinsi Ikuti Kejurnas Tapak Suci
Sabtu, 19. Juli 2008
Perempuan : 19:43 - Aktivis 'Aisyiyah Tidak Boleh Gagap Teknologi
Kamis, 17. Juli 2008
Pendidikan : 10:54 - Pengembangan Ekonomi Islam UMY melalui Ensiklopedia
Selasa, 15. Juli 2008
Tabligh : 18:07 - Peran Pengajian Penting dalam Pendidikan Multikultural
Nasional : 17:40 - Seharusnya Kerahmatan Menjadi Ukuran Ke- Islaman Gerakan
Perempuan : 16:57 - Kesadaran Multikultural Dukung Kesetaraan Gender
Pendidikan : 11:34 - Perlu KBK Sebagai Penunjang Kompetensi Lulusan
Sabtu, 12. Juli 2008
Pendidikan : 10:05 - FK UMY Jalin Kerjasama dengan PKU Muhammadiyah Gombong
Dinamika Kader : 09:54 - TMU IRM Terakhir Ditutup
Rabu, 09. Juli 2008
Luar Negeri : 12:40 - PCIM Perancis Kutuk Keras Bom Kabul
Selasa, 08. Juli 2008
Luar Negeri : 14:46 - Din Syamsuddin - Muhammadiyah Jepang Bicarakan Pendidikan Nasional
Daerah : 06:36 - Geliat Program Jateng, Dari Fiqih Demonstrasi Hingga Tanggap Flu Burung
Senin, 07. Juli 2008
Perempuan : 14:53 - Regional II Nasyiah Serukan Pentingnya Ekonomi dan IT
Minggu, 06. Juli 2008
Pendidikan : 07:12 - Kunci Pendidikan Ada Pada Kualitasnya
Perempuan : 06:54 - Perlu Ada Kemandirian Pada Kader Nasyiah
Nasional : 06:19 - Muhammadiyah Merupakan Organisasi Yang Komperhensif
Sabtu, 05. Juli 2008
Perempuan : 20:35 - Banyak Kader Yang berhenti Hanya di Pelatihan
Perempuan : 19:59 - Perlu Cetak Mubalighat Yang Sadar Media
Perempuan : 19:28 - 'Aisyiyah Harus Optimalkan Potensi di Daerah
Jumat, 04. Juli 2008
Dinamika Kader : 17:32 - Haedar: Lebih Penting Nilai Islam Daripada Negara Islam
Pendidikan : 08:34 - Peningkatan Kualitas Mahasiswa UMY Melalui Soft Skills
Kamis, 03. Juli 2008
Dinamika Kader : 16:04 - Kader IRM Harus Sadar Ancaman Global
Rabu, 02. Juli 2008
Internasional : 17:32 - Din: Negara Negara G-8 Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Dunia
Tarjih : 09:43 - Dengan Gelar Sarjana, Alumni PUTM Bisa Optimal Berperan di Amal Usaha
Kesehatan : 08:31 - Mahasiswa Kedokteran 18 Negara Ikuti Summer School di UMY
Selasa, 01. Juli 2008
Luar Negeri : 21:58 - Aisyiyah Mesir Garap Summer School For Children
IPTEK : 14:51 - Kebangkitan Islam Indonesia Harus Dimulai Lahirnya Ilmuan Muslim
Minggu, 29. Juni 2008
Pendidikan : 09:32 - UHAMKA Jajaki Kerjasama dengan Islamic Community
Pendidikan : 08:57 - Pengunduran Diri Diterima, UMY Punya Rektor Baru
Sabtu, 28. Juni 2008
Politik : 20:15 - Gerak Muhammadiyah Lebih Besar dari Sekedar Politik
Jumat, 27. Juni 2008
Nasional : 21:30 - Tan Sri: Kaum Muda Muhammadiyah Perlu Tampil
Pendidikan : 21:00 - Tingkatkan Kualitas, UMY Kerjasama Dengan Singapore International Foundation
Kamis, 26. Juni 2008
Nasional : 20:31 - The 2nd WPF Berakhir Sukses, Peserta Terkesan
Rabu, 25. Juni 2008
Ilmu Falak : 07:22 - Syamsul : Ahli Falak Muhammadiyah Jangan Ketinggalan Kereta
Selasa, 24. Juni 2008
Internasional : 19:41 - Presiden Rusia, PM Belanda, PM Australia Kirim Pesan Perdamaian di 2nd WPF
Nasional : 19:26 - Kosovo dan Bosnia, Undangan Khusus 2nd WPF
Minggu, 22. Juni 2008
Pendidikan : 23:05 - Perlu Pribadi Ulul Albab di Diri Dosen Muhammadiyah
Kesehatan : 22:27 - PKU Jogja Tangani Hemodialisis Terbanyak di Jateng-DIY
Nasional : 21:50 - Din: WPF Bukan Hanya Lintas Agama
Nasional : 21:16 - Presiden Akan Buka World Peace Forum
Kamis, 19. Juni 2008
Nasional : 13:37 - Klaharn : Tolong Bimbing Mahasiswa Thailand di Yogyakarta
Rabu, 18. Juni 2008
Pendidikan : 17:56 - Penasihat Menteri Thailand Akan Pelajari Muhammadiyah di UMY
Kesehatan : 17:30 - Haedar: Perlu Energi Lebih Untuk Pimpin PKU
Senin, 16. Juni 2008
Nasional : 12:30 - Australia – Muhammadiyah Sepakati Kerjasama Pendidikan dan Bencana
Minggu, 15. Juni 2008
Kesehatan : 13:30 - Qoriyah Toyibah Bisa Dimulai dari Kesehatan Reproduksi
Perempuan : 12:48 - Tempel : Penting Membina Hubungan Dengan Muhammadiyah
Pustaka Informasi : 07:30 - Muclas : Dampak Negatif Internet Tergantung Keluarga
Sabtu, 07. Juni 2008
Nasional : 14:01 - Din : Tangkap Saya Dulu, Sebelum Buya Syafii dan Pak Amin
Tabligh : 14:00 - Muhammadiyah Butuh 42.800 Mubaligh untuk Ranting
Nasional : 22:14 - Muhammadiyah Resmi Mengecam dan Menolak Kekerasan Atas Nama Agama
Jumat, 06. Juni 2008
Nasional : 11:34 - Ahmad Tafsir, Tokoh Muhammadiyah Pembela Kaum Marginal
Ekonomi : 10:47 - Anwar Abbas: "BLT Bukan Untuk Perokok !"
Nasional : 06:57 - Din: No Way Loyalitas Ganda!!!
Ekonomi : 06:49 - Kenaikan BBM Akibatkan Bertambahnya Pengangguran
Nasional : 16:28 - Selamatkan Indonesia !, "Buku Marah" -nya Amien Rais
Rabu, 04. Juni 2008
Pendidikan : 19:28 - UMY dan UNAIR Selenggarakan S1 Bersama
Senin, 02. Juni 2008
Foto : 00:16 - Foto - Foto Pemungutan Suara Muktamar XIII IMM
Nasional : 06:50 - Fenomena Islamphobia, Muslim Harus Introspeksi
Perempuan : 09:09 - Jangan Pernah Merasa Cukup Menuntut Ilmu
Pendidikan : 09:10 - Mendiknas: UMY Harus Berorientasi World Class University
Nasional : 09:14 - Perbedaaan Pendapat Tidak Harus Dengan Kekerasan
Minggu, 01. Juni 2008
Dinamika Kader : 20:33 - Rusli Halim Fadhli, Nahkoda Baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Sabtu, 31. Mei 2008
Nasional : 03:07 - Amien : Firaun Baru Itu Neoliberalisme
Nasional : 11:25 - Diskusi Publik; Selamatkan Indonesia!!!
Pemberdayaan : 11:04 - Ali Agus: "Petani Terperangkap Lingkaran Kemiskinan"
Nasional : 13:44 - Muktamar Lampung Lahirkan Berbagai Desakan Untuk Pemerintah
Politik : 13:45 - Din: AMM Harus Wakili Muhammadiyah dalam Politik Kerakyatan
Jumat, 30. Mei 2008
Pemberdayaan : 21:33 - MPM Adakan Workshop Integreted Farming
Dinamika Kader : 19:02 - Setelah Tersendat, Agenda Muktamar IMM Memasuki Sidang Komisi
Pendidikan : 17:27 - UMY Jalin Kerjasama Dengan Sampoerna Foundation
Kamis, 29. Mei 2008
Pendidikan : 15:39 - Mahasiswa dan Alumni UMY Ikuti Program ke Inggris
Dinamika Kader : 15:40 - Nasyiah Serukan Tolak BLT dan Tinjau Kembali Kenaikan BBM
Dinamika Kader : 18:54 - Enam Rektor Bahas Strategi Pembinaan IMM
Kesehatan : 18:58 - Markus : Pembangunan Kesehatan Kita Terpengaruh Globalisasi
Rabu, 28. Mei 2008
Dinamika Kader : 13:36 - Jika Kader Pintar, Maka Kesempatan Akan Terbuka
Nasional : 14:39 - IMM Minta Pembebasan Mahasiswa Unas, Wapres Ajak Fastabiqul Khairat
Dinamika Kader : 13:33 - Jimlly : Kader IMM Harus Pahami Konstitusi
Internasional : 14:55 - Din : Dakwah Islam Itu Merangkul Bukan Memukul
Senin, 26. Mei 2008
Dinamika Kader : 11:12 - IRM SUMSEL Intensifkan Pengkaderan
Sabtu, 24. Mei 2008
Nasional : 07:49 - Aksi IMM Tolak Kenaikan Harga BBM dari Sumatera Hingga Papua
Nasional : 07:52 - Berbeda dengan IRM dan IMM, Pemuda Muh Dukung Kenaikan Harga BBM
Luar Negeri : 09:00 - Din : "Indonesia Mitra Strategis Peradaban Dunia"
Kamis, 22. Mei 2008
Pendidikan : 15:07 - UMY Raih Hak Akses Atas Macquaire Net Online Australia
Nasional : 15:20 - Amien Rais: “Indonesia Belum Berubah!â€
Dinamika Kader : 15:11 - AMM SUMBAGSEL Gelar Pengkaderan Bersama
Pendidikan : 15:16 - UMY Dapatkan Hibah Kompetisi TIK 2008
Selasa, 20. Mei 2008
Luar Negeri : 14:50 - Chamamah: Perlu Didirikan Cabang Istimewa Aisyiyah Australia
Senin, 19. Mei 2008
Nasional : 07:07 - Muhammadiyah Harus Bersabar Hadapi Ahmadiyah
Nasional : 06:26 - Din :Pemerintah Tidak Pro–Rakyat Bila Tetap Menaikkan Harga BBM !
Minggu, 18. Mei 2008
Nasional : 23:18 - Komitmen Muhammadiyah Jawa Tengah kepada Cabang dan Ranting
Foto : 22:22 - Foto Pengajian Ranting Muhammadiyah Se-Jateng
Sabtu, 17. Mei 2008
Nasional : 13:38 - Bambang Sudibyo : “Harus Dirubah Dari Pendidikanâ€
Ekonomi : 13:36 - BLT Dirasa Kurang Manusiawi
Pendidikan : 13:42 - UMY Kirim Tim Debat ke Malaysia
Jumat, 16. Mei 2008
Nasional : 19:42 - Hasyim Muzadi: “Muhammadiyah dan NU Berperan Dirikan NKRIâ€
Selasa, 13. Mei 2008
Nasional : 10:48 - Mahasiwa-Dosen Hukum IIU Malaysia diterima PP Muhammadiyah
Foto : 16:14 - Foto Kunjungan AIKOL-IIUM ke PP Muhammadiyah
Senin, 12. Mei 2008
Dinamika Kader : 12:26 - PP IRM Ubah Tempat Muktamar
Dinamika Kader : 12:28 - Angkatan Muda NU - Muhammadiyah Adakan Semiloka Bersama
Sabtu, 10. Mei 2008
Nasional : 14:43 - LAZISMUH Bantu Da'i - Da'i Muhammadiyah
Daerah : 07:47 - Ada Cahaya Al-Maun di Perbukitan Kepil
Politik : 14:38 - Muqoddas: "Saya Menolak Muhammadiyah Jadi Kendaraan Politik"
Kamis, 08. Mei 2008
Dinamika Kader : 21:24 - Catur: “Kader IRM Perlu Paham Persoalan Riil Bangsaâ€
Pendidikan : 20:43 - UMY dan IIUM Laksanakan Student And Lecturer Exchange
Dinamika Kader : 20:27 - IRM Jajaki Kerjasama Dengan Kedutaan Jerman
Amal Usaha : 18:25 - Amal Usaha SPBU Muhammadiyah Tegal
Nasional : 09:23 - Din: Ketaatan Beragama Kaum Nasionalis Sering Lebih Baik
Pendidikan : 21:39 - HI UMY Adakan International Relations Super Days 2008
Senin, 05. Mei 2008
Daerah : 18:50 - Muhammadiyah Jateng Siapkan Pengajian Ranting Se-Jateng
Internasional : 18:17 - Din: Persatuan Sunni-Syiah Mutlak Diperlukan
Minggu, 04. Mei 2008
Pendidikan : 12:56 - UMY Adakan Pelatihan Software Perbankan Syariah
Sabtu, 03. Mei 2008
Dinamika Kader : 16:38 - HW Bukan Hanya Untuk Persyarikatan
Tabligh : 17:15 - Miskin dan Bodoh Rentan Pemurtadan
Jumat, 02. Mei 2008
Pendidikan : 18:01 - 200 Pelajar Bengkulu Inginkan Profesionalisme Guru
Pendidikan : 14:13 - Mudzakkir: â€Sekolah dan Guru Jadi Korban Kebijakan UNâ€
Pendidikan : 16:55 - IRM Jabar Tuntut Janji Gubernur Terpilih
Pendidikan : 13:36 - IRM Maluku Tuntut Pemerataan Pendidikan
Rabu, 30. April 2008
Politik : 14:56 - Hanya 11,5 persen Representasi Politik Perempuan di Indonesia
Luar Negeri : 12:55 - Islam Berkemajuan, Kunci Dakwah Muhammadiyah Jepang
Luar Negeri : 12:58 - Pernikahan Muslim Indonesia-Jepang, Alternatif Dakwah
Lingkungan : 18:14 - Haedar: “Lingkungan Rusak Karena Kapitalisme “
Pustaka Informasi : 19:22 - Kajian Pergulatan Antar Pemikir dalam Muhammadiyah
Lingkungan : 18:42 - Muhammadiyah Luncurkan Teologi Lingkungan
Pendidikan : 14:19 - Guru SD/MI Muh Se-Kota Padang Bentuk Forum Komunikasi
Perempuan : 19:50 - Evi Sofia: “Perlu Peningkatan Kapasitas Kader di Bidang Mediaâ€
Selasa, 29. April 2008
Internasional : 15:36 - Din Syamsuddin Ikut Dorong Perdamaian di Srilanka
Minggu, 27. April 2008
Nasional : 18:55 - Din Terima Kader Muhammadiyah Menteri Pertahanan Timor Leste
Kamis, 24. April 2008
Pendidikan : 16:20 - Mahasiswi UMY Juara I Karya Tulis KOPERTIS V
Pendidikan : 17:00 - Mudzakkir: “Pelajar Harus Punya Ruang Aktualisasiâ€
Tabligh : 17:40 - Korps Mubaligh Muhammadiyah Sumut Selenggarakan Sarasehan
Luar Negeri : 18:26 - Chaerul Umam dan Kang Abik Silaturahim dengan PCIM Mesir
Rabu, 23. April 2008
Nasional : 19:34 - Muhammadiyah Kirim Kekalahan Untuk Pos Indonesia
Perempuan : 12:46 - Perempuan Harus Melek Informasi Dan Teknologi
Senin, 21. April 2008
Perempuan : 11:19 - Andi Mariattang: Maksimalkan Quota 30%!!!
Kamis, 17. April 2008
Nasional : 18:08 - Terkait Keputusan Bakorpakem: "Kembangkan Dialog Persuasif Kepada Pengikut Ahmadiyah !"
Rabu, 16. April 2008
Luar Negeri : 06:13 - PCIM Kairo –Mesir diharapkan Mengisi Kekosongan Ulama Muhammadiyah
Dinamika Kader : 20:53 - Akhir Mei, IMM Muktamar di Lampung
Kesehatan : 20:23 - Rekrut Relawan, TPFB adakan Pelatihan Flu Burung
Kesehatan : 20:25 - TPFB Muhammadiyah Sosialisasikan Flu Burung di 7298 Desa
Selasa, 15. April 2008
Amal Usaha : 13:36 - Peresmian Amal Usaha PCM Cilongok, Banyumas
Nasional : 11:29 - Muclas :â€Wakaf dan ZIS harus terus digalakkanâ€
Pustaka Informasi : 12:12 - Karena Protes Ibu-Ibu, Pengajian PCM Cilongok disiarkan di Radio
Minggu, 13. April 2008
Daerah : 10:33 - PWM Riau Gandeng Bank Daerah Kelola BTM
Sabtu, 12. April 2008
Pendidikan : 20:06 - Fasli Jalal: “PTM Harus Jadi World Class Universityâ€
Tabligh : 09:55 - Jumlah Mubalighot Perlu Terus Ditambah
Kamis, 10. April 2008
Seni Budaya : 18:07 - Kesadaran Masyarakat Dapat Matikan Media
Selasa, 08. April 2008
Internasional : 21:41 - Din : Jangan Pilih Wilders Jadi Anggota Parlemen!
Senin, 07. April 2008
Pendidikan : 14:49 - Kartu Kendali BBM Tidak Efektif
Minggu, 06. April 2008
Pendidikan : 16:38 - Mahasiswa UMY Juara I Poster Ilmiah Nasional
Politik : 17:26 - Pemilu 2009 Keterwakilan Perempuan Sulit Tercapai
IPTEK : 18:16 - UM Malang Luncurkan Pembangkit Listrik Mikro Hidro
Perempuan : 16:22 - Gerakan Pengutamaan Perempuan Masih Dibutuhkan
Kesehatan : 06:04 - Manajemen Obat di RS Rawan Konflik
Sabtu, 05. April 2008
Dinamika Kader : 12:08 - Rakor NA Matangkan Muktamar Makassar
Pemberdayaan : 12:43 - Dampingi Petani, MPM Adakan Pelatihan Fasilitator
Jumat, 04. April 2008
Dinamika Kader : 05:30 - RSIJ Pondok Kopi bahas : "Menghidupi dan Mencari Hidup di Muhammadiyah"
Pemberdayaan : 08:40 - Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Pendidikan Informal
Kesehatan : 05:31 - Menjadikan Profesional Rumah Sakit yang Kader
Ekonomi : 07:28 - Al Nida Tertarik Program Pendampingan Ekonomi Pemuda Muhammadiyah
Luar Negeri : 06:33 - Pengurus PCIM Amerika Serikat Disahkan
Nasional : 09:11 - PP Muh Keluarkan Panduan dan Rambu-Rambu Pilkada
Kesehatan : 05:33 - Munir Mulkan:â€Tafsir Al Maun Bentuknya Rumah Sakitâ€
Bencana Alam : 11:02 - Kesempatan Bergabung pada Program HOPE PP Muhammadiyah
Kamis, 03. April 2008
Foto : 12:50 - PKBM Pemuda Muhammadiyah Kab. Bogor
Selasa, 01. April 2008
Perempuan : 10:52 - Ketimpangan Sosial Laki-laki dan Perempuan Masih Dipertahankan
Senin, 31. Maret 2008
Dinamika Kader : 08:01 - Setelah 16 Tahun, Kalsel Jadi Saksi Kembalinya IPM
Sabtu, 29. Maret 2008
Ekonomi : 22:13 - Pemulihan Potensi Ekonomi Melalui Gerakan Dakwah Jamaah
Pendidikan : 21:52 - Pakar Hukum Amerika Tertarik Kurikulum FH UMY
Jumat, 28. Maret 2008
Nasional : 18:21 - ME Rangsang Semangat Kewirausahaan Anak Muda
Rabu, 26. Maret 2008
Kesehatan : 17:17 - RSIJ Pondok Kopi Buka Poli Minggu
Selasa, 25. Maret 2008
Tabligh : 00:17 - Perlu Dimunculkan Mubaligh Mahasiswa
Dinamika Kader : 18:19 - 13 Volunteer Global Community Xchange Terpilih
Nasional : 18:51 - Din : "Dunia Islam dan Asia Timur dapat Jadi Kekuatan Dunia Baru"
Senin, 24. Maret 2008
Nasional : 17:44 - Dosen UMY Jadi Anggota BAWASLU
Daerah : 04:57 - Silaturahim PWM Kalsel ke PWM Kaltim
Minggu, 23. Maret 2008
Nasional : 18:05 - 25 Kandidat Relawan Global Community Xchange Selasa Wawancara
Pustaka Informasi : 21:04 - Pedoman Hidup Islami Kini di Handphone Kita
Dinamika Kader : 14:46 - Terlontar Perlunya Sistem Pendidikan Muhammadiyah
Nasional : 15:14 - Din Lantik Ranting Muhammadiyah â€Para Wartawanâ€
Rabu, 19. Maret 2008
Pemberdayaan : 12:21 - Selenggarakan Pelatihan Petani, MPM Gandeng Pemerintah Daerah Bulukumba
Pemberdayaan : 12:22 - MPM Sepakati Kerjasama Pemerintah Daerah Kota Makassar
Lingkungan : 13:09 - Sambut Hari Air Sedunia, Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan
Selasa, 18. Maret 2008
Seni Budaya : 01:26 - Hanung: “Ada Riset Untuk Film Ahmad Dahlanâ€
Daerah : 02:13 - Kota Jogja Juara Umum Pencak Silat Tapak Suci DIY
Nasional : 00:22 - SMP MUGA Menangi Final Pompey Double Club
Nasional : 00:25 - Palmer: â€Sangat Penting Bekerjasama Dengan Muhammadiyahâ€
Senin, 17. Maret 2008
Pendidikan : 07:40 - Pertama Kali, UMM Ambil Sumpah 18 Dokter Muda
Sabtu, 15. Maret 2008
Daerah : 15:40 - IRM dan PM Siap Bantu Kebangkitan IMM Bengkulu
Dinamika Kader : 06:47 - Markus: Perkaderan IMM Harus Praksis dan Visioner
Daerah : 08:27 - Iskandar Hutuali, Penasehat Muhammadiyah Kaltim Meninggal Dunia
Jumat, 14. Maret 2008
Nasional : 16:24 - Milad IMM ke-44: Diantara Gerakan Intelektual dan Peran Kebangsaan
Perempuan : 13:59 - Perlu keterlibatan Laki-laki untuk bicara KESPRO
Perempuan : 19:26 - Immawati Harus Perkuat Daya Baca, Bahasa, Teknologi dan Informasi
Pendidikan : 20:25 - Kerjasama dengan ICIS, Dosen UMM ke Iran
Dinamika Kader : 19:24 - Kembali Mengingat Cita-Cita dan Jatidiri IMM
Kamis, 13. Maret 2008
Daerah : 17:53 - Amien Resmikan Masjid Nurul Huda Moyudan-Sleman
Daerah : 18:36 - Aksi Sosial dan Pengobatan Gratis Korban Banjir Karawang
Selasa, 11. Maret 2008
Seni Budaya : 08:14 - Keluarga Besar Muhammadiyah Nonton Bersama Ayat Ayat Cinta
Pendidikan : 13:39 - HI UMY Gelar Diseminasi Hasil Riset
Senin, 10. Maret 2008
Dinamika Kader : 16:40 - MPK DIY Undang HTI dalam Workshop Perkaderan
Pendidikan : 14:52 - PR I UM Yogyakarta Meninggal Dunia
Pendidikan : 13:37 - Dana Masih Kurang 450 Juta, Gedung Baru Muallimin Mulai Digunakan
Pemberdayaan : 06:22 - Muhammadiyah Wisuda 40 Satpam dari AMM
Nasional : 06:23 - Haedar : Bekerja Bagian dari Jihad
Minggu, 09. Maret 2008
Luar Negeri : 20:55 - Kajian Februari 2008 PCIM Jepang
Luar Negeri : 20:26 - Tapak Suci Perwakilan Wilayah Kairo Gelar Turnamen II
Sabtu, 08. Maret 2008
Perempuan : 23:36 - Evi: “Agama Harus Banyak Bicara soal Traffickingâ€
Jumat, 07. Maret 2008
Nasional : 07:39 - Din : Demokrasi Berwajah Etis yang Mendorong Kesejahteraan
Ekonomi : 10:59 - Pemberdayaan Ekonomi Syariah Muhammadiyah Kota Medan
Pendidikan : 11:11 - Rektor UMSU Lantik Tiga Wakil Rektor Baru
Tabligh : 10:53 - Muhammadiyah Kota Medan Adakan Pelatihan Mubaligh
Pendidikan : 11:13 - Pelantikan Pejabat Struktural UMY
Nasional : 09:55 - NU dan Muhammadiyah Harusnya di Tengah
Pendidikan : 10:39 - FAI UMY Gagas Spiritual Based Community Development
Politik : 09:59 - Mengkaji Proses Politik yang Boros dan Melelahkan
Kamis, 06. Maret 2008
Pendidikan : 09:09 - OlyCon 2008 Bentuk Branding Baru Muhammadiyah
Pendidikan : 09:34 - Universitas Newcastle Sambangi UM Malang
Kesehatan : 09:52 - RSI Aisyiyah Malang Studi Banding ke RSM Lamongan
Daerah : 10:19 - Din : Semangat Berinfaq dan Bersedekah Lebih Diutamakan
Nasional : 09:04 - Din: “Indonesia Belum Dapat Saingi Israelâ€
Rabu, 05. Maret 2008
Luar Negeri : 18:51 - Pelatihan Kaligrafi Lingkar Sastra Papyrus PCIM Kairo
Pendidikan : 08:35 - Ahad, Soft Opening Gedung Baru Madrasah Mu’allimin
Selasa, 04. Maret 2008
Bencana Alam : 20:30 - Markus : Kesiapsiagaan Bencana Ibarat Mewaspadai Bayangan di Malam Hari
Minggu, 02. Maret 2008
Seni Budaya : 07:04 - Hanung Bramantyo: “Saya Terinspirasi Ahmad Dahlanâ€
Sabtu, 01. Maret 2008
Pemberdayaan : 15:02 - Komitmen MPM Sebagai Penolong Kesengsaraan Oemoem
Pendidikan : 15:46 - Menteri PU RI Resmikan Asrama UMY
Jumat, 22. Pebruari 2008
Nasional : 13:14 - Tantangan Dakwah Semakin Kompleks
Nasional : 13:51 - Markus: “Parpol Silahkan Berkaca Pada Obamaâ€
Politik : 14:27 - Muhammadiyah Jaga Jarak Dengan Semua Partai
Pendidikan : 18:22 - UMY Tuntaskan Pembuatan Laporan Keuangan Tujuh Dinas DIY
Nasional : 19:11 - Muhammadiyah Tahan Kemenangan Amerika
Pemberdayaan : 18:07 - 50 Juta Untuk Petani Tambak MPM
Rabu, 20. Pebruari 2008
Luar Negeri : 15:50 - Din Bicara Hubungan Islam-AS di Qatar
Luar Negeri : 15:57 - Restorasi hubungan AS-Dunia Islam, Mendesak!
Senin, 18. Pebruari 2008
Pendidikan : 18:44 - Diktilitbang Dorong Dosen PTM Studi di Luar Negeri
Kesehatan : 19:28 - 58 Tahun PKU Muh Jogja, Tingkatkan Pelayanan di Segala Lini
Sabtu, 16. Pebruari 2008
Luar Negeri : 09:45 - PCIM Mesir Selenggarakan Format V
Daerah : 10:18 - Rektor UM Malang Serahkan Foto Bung Karno-KH Badawi
Luar Negeri : 07:27 - Muhammadiyah Bicara Pembangunan dan Kemanusiaan Global di Maroko.
Nasional : 11:42 - HAMKA : Politik Untuk Dakwah
Jumat, 15. Pebruari 2008
Nasional : 18:01 - Syafii: “HAMKA, Seorang Pencari Kebenaranâ€
Nasional : 07:37 - MAARIF AWARD 2008 Mencari Nominasi Pemimpin Lokal
Luar Negeri : 08:04 - Terbit SK Pendirian PCIM Perancis
Dinamika Kader : 12:01 - AMM Benamkan Gatra di Kuningan
Perempuan : 23:43 - Evi: Harus ada Budaya Media di Nasyiah
Kamis, 14. Pebruari 2008
Lingkungan : 17:50 - Nakamura Bertemu Lembaga Lingkungan Hidup
Nasional : 12:34 - Menghilangkan Semua Tradisi Islam Malah Bisa Sekuler
Daerah : 13:54 - Duta Besar Australia Resmikan Lima Sekolah Muhammadiyah
Rabu, 13. Pebruari 2008
Nasional : 19:30 - Terjadi Misimplementasi Penerapan Syariat Islam di Aceh
Dinamika Kader : 10:11 - Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah Buat Acara Bersama
Luar Negeri : 18:55 - PCIM Jerman-PPI Jerman Kaji Keindonesiaan, Kesetaraan, Keislaman
Perempuan : 19:10 - Melihat Sisi Lain Aceh dari Tiga Film Perempuan
Nasional : 21:07 - Diplomat-Diplomat Muda Singapura Belajar Muhammadiyah
Senin, 11. Pebruari 2008
Luar Negeri : 21:40 - Din: Jangan Tonjolkan Perbedaan
Politik : 08:43 - Live USA-Menteng, Dari Pendidikan, Krisis Ulama hingga Peran Politik
Nasional : 08:03 - Dari 8 Negara Bagian, PCIM USA Diterima Pimpinan Pusat dari Menteng
Sabtu, 09. Pebruari 2008
Daerah : 16:52 - 2000 Warga Malang ikuti Jalan Sehat KKN UMM
Nasional : 13:21 - Yunahar :â€Ini Muhammadiyah, Bukan Dahlaniyahâ€
Jumat, 08. Pebruari 2008
Luar Negeri : 11:04 - Din: Kita Bisa Berharap Kepada Alumni Amerika
Pemberdayaan : 20:41 - MPM Adakan Up-Grading Bagi Strukturnya
Kamis, 07. Pebruari 2008
Pendidikan : 00:15 - Figur Muhadjir Dinilai Masih Dibutuhkan
Luar Negeri : 22:16 - PCIM UK Adakan Diskusi Online
Rabu, 06. Pebruari 2008
Nasional : 18:03 - Din: â€Agama Harus jadi Problem Solverâ€
Luar Negeri : 12:08 - Din Syamsuddin Bicara Pemberdayaan Kaum Miskin di New York
Selasa, 05. Pebruari 2008
Daerah : 11:39 - Dolanan Anak Kolosal ala SD Muhammadiyah Sapen
Luar Negeri : 09:33 - Silaturahim PCIM Perancis dengan Masyarakat Indonesia di Perancis
Senin, 04. Pebruari 2008
Daerah : 11:59 - Khoiruddin: Perbanyak Amalan Intiqad
Pendidikan : 19:39 - Muhammadiyah Miliki ‘Doktor Tanah Longsor’
Pendidikan : 20:27 - Sembilan Ma’had Bahasa Arab Muhammadiyah Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
Perempuan : 20:10 - Said: Harus Ada Fokus Program Pemberdayaan Perempuan
Sabtu, 02. Pebruari 2008
Dinamika Kader : 22:01 - Kader Muhammadiyah Harus Tanggap Terhadap Perubahan
Dinamika Kader : 20:20 - Iwan : “KUNTUM masih mengejar mimpiâ€
Dinamika Kader : 19:56 - Rosa: Temu Regional Bahas Mapping Masalah Wilayah
Dinamika Kader : 22:05 - Kader Muda Harus Banyak Diberi Kesempatan Tampil
Pendidikan : 22:03 - Bahdin: “Alumni UMSU Terbukti Diterima Masyarakatâ€
Pendidikan : 20:24 - Said Tuhuleley: “Penelitian Dosen Semakin Meningkatâ€
Jumat, 01. Pebruari 2008
Pendidikan : 12:33 - Mahasiswa FT UMY Ciptakan Alat Pengamanan Uap Turbin
Kamis, 31. Januari 2008
Dinamika Kader : 18:43 - Acara Gosip Lebih Menarik Dibandingkan Pengajian
Selasa, 29. Januari 2008
Dinamika Kader : 19:12 - IRM : Pemerintah harus Kaji Urgensi UAN
Dinamika Kader : 13:32 - Mudzakkir: IRM/IPM Harus Lebih Populis
Senin, 28. Januari 2008
Daerah : 18:23 - IRM Dukung Gerakan Cinta Membaca Kota Makasar
Dinamika Kader : 19:26 - Sosialisasi Perubahan Nama IRM ke IPM Terus Digaungkan
Dinamika Kader : 16:40 - Hadi Jamal: “IRM Harus Buka Jaringan Seluasnyaâ€
Minggu, 27. Januari 2008
Dinamika Kader : 07:54 - Din: Perubahan Nama Tidak Merubah Fungsi!
Dinamika Kader : 07:53 - Mudzakkir: Bangun Islam yang Kritis dan Transformatif
Pendidikan : 09:37 - Maret, Ma’had Bahasa Arab dibuka di Sumbar
Nasional : 16:27 - Din Syamsuddin : Muhammadiyah harus masuk ke semua lini
Nasional : 16:39 - Departemen Kelautan dan Perikanan Dukung Penuh Program MPM
Daerah : 16:55 - Pelantikan Aisyiyah Bangoro–Pangkep dihadiri PP Muhammadiyah.
Dinamika Kader : 17:38 - Akbar Tanjung: Silahkan IRM berubah jadi IPM
Kamis, 24. Januari 2008
Dinamika Kader : 10:47 - Graha Pena Makassar Jadi Tempat Pembukaan KONPIWIL IRM
Rabu, 23. Januari 2008
Politik : 10:30 - Esykawari : "Ulama harus tahu dunia, fatwa, politik dan juga cara memimpin"
Pendidikan : 09:49 - Perlu Penyamaan Visi Kependidikan LPTK PTM
Senin, 21. Januari 2008
Pemberdayaan : 11:01 - Pendidikan SATPAM Majelis Pemberdayaan Masyarakat
Minggu, 20. Januari 2008
Pendidikan : 22:16 - Muhammadiyah Boarding School untuk Perbaikan Bangsa
Dinamika Kader : 21:01 - Syahrir Rajab: Saat nya IPM ambil posisi!
Pemberdayaan : 23:14 - Harus ada Perbaikan Kualitas Kedelai Lokal
Nasional : 23:05 - Lagi, Amien Minta Kita Maafkan Pak Harto
Jumat, 18. Januari 2008
Ekonomi : 10:37 - Muqorobin: Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Bencana
Kamis, 17. Januari 2008
Luar Negeri : 08:27 - Din : “Bush penyebab ketegangan dunia !â€
Daerah : 16:19 - Hafidz-Hafidz Muda di Tengah Kompleks Katolik
Dinamika Kader : 17:01 - Zulfikar: “KONPIWIL Sebagai Starting Pointâ€
Pemberdayaan : 16:34 - MPM Garap Petani Tambak di Pangkep
Pustaka Informasi : 17:30 - Aisyiyah: Masyarakat Harus Menonton TV dengan Sehat
Rabu, 16. Januari 2008
Pendidikan : 17:05 - UMY Sediakan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Selasa, 15. Januari 2008
Pendidikan : 14:17 - UMY Dampingi Pembuatan Laporan Keuangan 6 Dinas di DIY
Nasional : 16:08 - Sultan HB X : “Pendidikan Kurang Berorientasi Sosialâ€
Senin, 14. Januari 2008
Nasional : 13:46 - Amien : “Kita Maafkan Pak Hartoâ€
Pendidikan : 16:55 - Tujuh Santri Cina di UM Surakarta
Nasional : 16:27 - Muhammadiyah dan AMCF Terus Bekerjasama untuk Dakwah Islam
Jumat, 11. Januari 2008
Kesehatan : 13:29 - Menkes: Muhammadiyah Ada, Untuk Bangsa
Dinamika Kader : 17:57 - Konpiwil Sebagai Ajang Persiapan Perubahan
Nasional : 13:32 - Kewenangan KPUD Masih Sebatas Normatif
Dinamika Kader : 17:01 - Andy: Evaluasi Menyeluruh!
Rabu, 09. Januari 2008
Daerah : 16:43 - Muhammadiyah Riau Gelar “Semarak Tahun Baru Hijriyah 1429â€
Nasional : 18:43 - Yunahar: Bukan Evaluasi Materi!
Selasa, 08. Januari 2008
Nasional : 15:16 - Demokrasi Sebagai Alat Kesepahaman Antar Budaya
Nasional : 15:31 - Kasus Soeharto Butuh Ketegasan Pemerintah
Bencana Alam : 11:27 - Rintis Forum Nasional Penanganan Bencana
Senin, 07. Januari 2008
Luar Negeri : 17:20 - Muhammadiyah Australia Susun Pengurus
Jumat, 04. Januari 2008
Nasional : 10:29 - Ketahanan Pangan di Indonesia, Butuh Penanganan Serius
Bencana Alam : 11:25 - Suwandi : “Pemerintah Seperti Lepas Tanganâ€
Kamis, 03. Januari 2008
Bencana Alam : 09:57 - Pak Din Santap Nasi Bungkus di Babat, Lamongan
Bencana Alam : 10:01 - Aula PDM Bojonegoro Jadi Tempat Pengungsian
Bencana Alam : 10:03 - Enam Puluh Ribu Ton Beras Siap Dibagikan
Bencana Alam : 10:04 - Din:â€Pemerintah Harus Lebih Cepat dan Tanggapâ€
Pendidikan : 10:46 - Lagi, 2 Mahasiswa UMY Raih Beasiswa ke Amerika Serikat
Bencana Alam : 10:03 - Muhammadiyah Gandeng Indofood dan Pundi Amal SCTV
Bencana Alam : 09:59 - Muhammadiyah Jatim Sebarkan Bantuan Logistik dan Medis
Rabu, 02. Januari 2008
Luar Negeri : 13:18 - MUHAMMADIYAH AS : Islam yang moderat dan mencerahkan
Selasa, 01. Januari 2008
Bencana Alam : 10:38 - Penggantian Rekening Tim Jawa Tengah
Nasional : 09:11 - Amien : â€Rakyat Juga Bisa Salah Pilih Pemimpin Nasionalâ€
Minggu, 30. Desember 2007
Bencana Alam : 13:44 - Tim MDMC Bantul dan Brimob Jawa Tengah Evakuasi Korban di Sukodono, Sragen
Bencana Alam : 09:01 - Mapala UMY di Grogol, Mapala UMS di Saraswati
Bencana Alam : 07:33 - Sebelum SBY, Ketua Umum PP Muhammadiyah Kunjungi Korban Tanah Longsor di Karanganyar
Bencana Alam : 07:25 - Ketua Umum PP Muhammadiyah Kunjungi Korban Banjir di Tanon, Sragen
Sabtu, 29. Desember 2007
Nasional : 07:17 - Muhammadiyah Harus Mengatasi Kemajemukan Bangsa dengan Arif
Jumat, 28. Desember 2007
Nasional : 08:56 - Din Batal Hadiri Perayaan Natal Bersama
Bencana Alam : 09:31 - ACK Lazismuh Turunkan Bantuan 100 Juta untuk Korban Longsor dan Banjir
Kamis, 27. Desember 2007
Bencana Alam : 08:48 - Enam Ambulan Muhammadiyah Bergerak ke Solo
Kamis, 20. Desember 2007
Nasional : 21:43 - Berat Menjadi Jembatan Islam dan Barat
Perempuan : 13:27 - Membentuk Calon Warga Bangsa yang Berkualitas
Nasional : 12:36 - Amien : "Dekati Ahmadiyah dengan diskusi yang baik "
Rabu, 19. Desember 2007
Ilmu Falak : 00:36 - Ikut Saudi, Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan
Nasional : 08:53 - Din Syamsuddin Khatib di Ambon, Amien Rais di Kampus UGM
Daerah : 09:31 - Muhammadiyah Kota Medan Siapkan 18 Lokasi Shalat Idul Adha
Pendidikan : 10:15 - KOMAHI UMY Raih ASEAN TAYO AWARD 2007
Nasional : 20:03 - Muhammadiyah Padang Sholat Ied Besok Pagi
Rabu, 12. Desember 2007
Nasional : 14:33 - Empat Mahasiswa UMY Ikuti Student Exchange ke Malaysia
Selasa, 11. Desember 2007
Nasional : 18:43 - Mike Hardy: â€Hubungan Dengan Muhammadiyah Penting Untuk Kitaâ€
Kamis, 06. Desember 2007
Ilmu Falak : 17:02 - Syamsul: "Perlu Mengalah Untuk Ummat"
Nasional : 13:40 - Ummat Dambakan Persatuan
Nasional : 12:48 - Nasaruddin : “Wapres Tidak Ingin Negara Diperalatâ€
Senin, 03. Desember 2007
Ilmu Falak : 17:22 - PP Muhammadiyah Keluarkan Maklumat Hari Idul Adha
Pendidikan : 21:01 - Trias:Bu Muslimah dan Pak Wanhar Harus Jadi Pemantik Kita!
Minggu, 02. Desember 2007
Tabligh : 12:12 - Mubaligh Kalsel Siap Dampingi Petani dan Nelayan
Sabtu, 01. Desember 2007
Luar Negeri : 17:51 - Mova Al-Afgani : Hubungan Negara-Agama dalam Konstitusi Indonesia Erat
Luar Negeri : 17:49 - Melahirkan Kembali Kyai Dahlan
Jumat, 30. November 2007
Pendidikan : 15:07 - Dubes Iran : Mereka Ingin Menghilangkan Tekad Kami !
Tabligh : 17:32 - Mubaligh Perlu Dibekali Teknik Pemberdayaan Masyarakat
Pendidikan : 15:15 - Ketika Amerika Bersanding dengan Iran
Ilmu Falak : 20:53 - Idul Adha Kemungkinan Tidak Berbeda
Rabu, 28. November 2007
Pendidikan : 20:45 - David: "Antusiasme Pelajar Tidak Diimbangi Komitmen Sekolah"
Selasa, 27. November 2007
Nasional : 12:56 - “Qurban Hebat†Lazis Muhammadiyah
Pendidikan : 08:19 - Rosyad : “Rotasi Penting Untuk Tumbuhkan Motivasiâ€
Kamis, 22. November 2007
Dinamika Kader : 21:22 - Nurjannah : "Perlu Peningkatan Peran Dakwah Kebangsaan"
Luar Negeri : 15:07 - Karl-Wilhelm Dahm: “Muhammadiyah adalah Ormas Islam Modern dan Progresif di Indonesiaâ€
Politik : 13:13 - Evi : "Nasyiyah Harus Berpolitik"
Rabu, 21. November 2007
Dinamika Kader : 18:02 - Evi Sofia : "Maksimalisasi Temu Regional Harus Dilakukan
Pemberdayaan : 20:20 - Ketua PDM Purworejo : “Petani selalu Identik menjadi Orang yang Rugiâ€
Pustaka Informasi : 20:26 - Khoiruddin : E-Learning Efektifkan Proses Belajar-Mengajar
Sabtu, 17. November 2007
Luar Negeri : 21:51 - Kunjungan Prof Dr Dien Syamsuddin ke KJRI Frankfurt: “Dialog yang Dialogisâ€
Dinamika Kader : 21:32 - Nasyiah Harusnya Menjadi “Komunitas Perempuan Pembelajarâ€
Seni Budaya : 07:44 - Artis dan Pekerja Seni Rawan Narkoba
Jumat, 16. November 2007
Pendidikan : 22:49 - Yunahar: “Profesionalime Guru Agama Perlu Ditingkatkanâ€
Rabu, 14. November 2007
Pendidikan : 22:15 - Perlu Formula Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Dinamika Kader : 22:20 - Ketua MPK: “Perlu Ada Formula Kebijakan Sekolah Kader
Selasa, 13. November 2007
Luar Negeri : 09:35 - Dari Dari Kesehatan, Media Sampai Perempuan
Nasional : 10:38 - Muhajir: Ponpes Boleh Milik Pribadi
Dinamika Kader : 12:56 - IRM Kalimantan Barat Kembali Bergerak
Pustaka Informasi : 21:06 - PWM DIY Jajaki Fasilitas IT Muktamar 2010
Pendidikan : 21:19 - IRM Kecam Kekerasan Geng Sekolah
Pendidikan : 21:35 - Belajar Bahasa Asing, Diawali Dari Hal Yang Menarik
Senin, 12. November 2007
Nasional : 16:06 - Din : Rangkul Penganut Aliran Sesat, Jangan Dijauhi
Nasional : 15:38 - Muhammadiyah Harus Minta Ma’af kepada Rakyat
Pendidikan : 09:29 - Andrea : Guru Muhammadiyah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Sesungguhnya !
Nasional : 07:55 - Laskar Pelangi Laris, Bu Mus Dikerubuti Ibu Ibu
Nasional : 11:16 - Penghargaan untuk Keteladanan, Integritas, dan Pengabdian
Sabtu, 10. November 2007
Dinamika Kader : 21:04 - Haedar: “Dahlan Mulai Dari Sekolah Kaderâ€
Jumat, 09. November 2007
Nasional : 09:19 - Ibu Muslimah Terima Penghargaan Aisyiyah 2007
Nasional : 08:15 - H. Haiban Hajid Tutup Usia Kamis Malam
Perempuan : 05:45 - Pengajian Ranting Aisyiyah, Basis Pemberdayaan
Perempuan : 05:44 - Perempuan Lebih Taat Menepati Pengembalian Kredit
Nasional : 06:11 - Mewaspadai Penyimpangan Atas Ajaran Islam
Kamis, 08. November 2007
Pendidikan : 10:50 - Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Dengan Pelatihan
Pemberdayaan : 10:45 - Ratusan Orang Serbu Kebun Apel
Rabu, 07. November 2007
Pemberdayaan : 11:49 - Survey UMKMK Demi Kemajuan Usaha
Selasa, 06. November 2007
Pemberdayaan : 10:07 - UMM – PP Muhammadiyah Garap Pertanian Organik
Internasional : 13:47 - Hubungan Ekonomi Indonesia Jepang Saat Ini Lemah dan Rapuh
Sabtu, 03. November 2007
Pendidikan : 23:18 - Pelantikan Dan Sumpah 56 Dokter Muda Umy
Jumat, 02. November 2007
Nasional : 14:30 - Immamudin: “Pemerintah Perlu Menghemat Anggaranâ€
Kamis, 01. November 2007
Pendidikan : 15:10 - 10 Mahasiswa UMY Ikuti Pertukaran ke Malaysia
Nasional : 11:55 - Anak Alm.Masykur Wiratmo menghilang 4 hari
Dinamika Kader : 10:53 - Alumni IPM/IRM Gelar Forum Silaturrahmi Nasional
Rabu, 31. Oktober 2007
Dinamika Kader : 14:20 - IRM Canangkan Program Hibah Buku
Selasa, 23. Oktober 2007
Luar Negeri : 06:13 - Muhammadiyah di Amerika: Segera Bangkit !
Internasional : 06:15 - Din Syamsuddin : Kekerasan Negara Lebih Berbahaya
Senin, 22. Oktober 2007
Luar Negeri : 15:00 - Negara Islam Bisa Menekan Jepang Menarik Pasukan Dari Afghanistan
Luar Negeri : 13:31 - Din Syamsuddin dan Paus Benediktus XVI Bertemu di Napoli
Selasa, 16. Oktober 2007
Daerah : 14:10 - Gepeng, Anjal dan Tukang Becak dibagi Beras dan Mie Instan
Senin, 15. Oktober 2007
Luar Negeri : 09:41 - Prof Dr Med Rasjid Soeparwata: “Sudah Waktunya Islam Memperhatikan Kerusakan Lingkunganâ€
Sabtu, 13. Oktober 2007
Nasional : 19:29 - Dari Tabuh Gamelan Hingga Perang Kembang Api
Daerah : 19:42 - Dari Cuma Ikutan Hingga Ikut Arab
Daerah : 19:38 - Puluhan Ribu Jemaah Sholat Ied di Alun-Alun Jogja
Kamis, 11. Oktober 2007
Nasional : 10:02 - Rosyad Sholeh : “Pemerintah Harus Mengayomiâ€
Nasional : 11:13 - Din Syamsudin Khatib di Slipi, Amin Rais di Sleman
Rabu, 10. Oktober 2007
Daerah : 10:44 - PDM Majene : “Tidak Ada Larangan Memakai Lapangan Prasamnyaâ€
Daerah : 10:38 - PWM Papua Tetap Tanggal 12 Oktober
Daerah : 08:49 - Di Bogor Shalat Ied di Lapangan Sempur
Nasional : 07:57 - 656 Tempat Siap Gelar Sholat Ied di DIY
Senin, 08. Oktober 2007
Luar Negeri : 02:50 - Silaturahmi antar Masyarakat Indonesia yang Plural di Jerman
Nasional : 04:28 - Posko Lebaran UMS di Jalan A Yani Surakarta
Nasional : 15:33 - Din Syamsuddin Khatib di Petamburan, Shalat Idul Fitri Siap di 31 Kota
Sabtu, 06. Oktober 2007
Pustaka Informasi : 19:48 - Dauzan Farouk, Pejuang Literasi Indonesia Meninggal
Kamis, 04. Oktober 2007
Seni Budaya : 10:49 - Andrea :Saya Berharap Aktor yang Berintegritas
Rabu, 03. Oktober 2007
Pendidikan : 11:21 - Rektor UMY : “PTM Perlu Menggandeng Peneliti Lepasâ€
Ilmu Falak : 11:41 - Susiknan : "Depag Jangan Ngotot"
Nasional : 11:36 - NU dan Muhammadiyah Bersepakat
Nasional : 16:55 - Andrea Hirata, Laskar Pelangi dan Ibu Muslimah Kumpul di Metro TV
Selasa, 02. Oktober 2007
Luar Negeri : 08:49 - PCIM Paris : Islam yang Damai, Populis, dan Humanis
Nasional : 11:09 - Warga Muhammadiyah Diharapkan Istiqomah
Nasional : 14:03 - Pemerintah Diharapkan Adil
Senin, 01. Oktober 2007
Luar Negeri : 01:03 - Trik Berbuka dan Sahur di Jerman dan Korea
Daerah : 23:42 - Mobile Clinic PWM Jateng Gelar “Operasi Ramadhan†Tangani Kaum Miskin Solo
Nasional : 19:50 - Depag Undang Muhammadiyah Tentukan Awal Bulan Qomariyah
Luar Negeri : 19:41 - PCIM Belanda:†Kader Muhammadiyah Menjadi Perekat Ummatâ€
Luar Negeri : 07:19 - Hari Ini PCIM Perancis Dideklarasikan
Luar Negeri : 05:58 - Mâidah al-Rahmân untuk Akbaru'l Muslimîn fî'l 'âlam
Sabtu, 29. September 2007
Daerah : 19:39 - Ratusan Warga Muhammadiyah Datangi Pengajian PWM Jatim
Jumat, 28. September 2007
Luar Negeri : 23:17 - Buka Bersama PCIM Jepang,Japan Muslim Association dan Dubes Irak Untuk Jepang
Kesehatan : 22:38 - Marah Bisa Mengakibatkan Stroke
Nasional : 16:43 - Mudzakkir : “Tidak Seharusnya Represifâ€
Kamis, 27. September 2007
Luar Negeri : 11:28 - PCIM Kairo Gelar Pengajian Ramadhan
Nasional : 12:39 - Syafi’i : “Itu Perbuatan Biadab dan Anti Kemanusiaanâ€
Rabu, 26. September 2007
Dinamika Kader : 20:06 - KY Gandeng IMM dalam Gerakan Reformasi Peradilan
Luar Negeri : 08:20 - KabarJejaring Muhammadiyah Internasional
Pustaka Informasi : 11:30 - Acara TV : Masih Sekedar Acara Pengisi Ramadhan
Nasional : 16:21 - Muhammadiyah Adakan Lomba Pengkajian Kitab Kuning
Selasa, 25. September 2007
Ilmu Falak : 23:17 - Oman : "Hampir Mustahil Melihat Hilal"
Nasional : 15:26 - Spirit Ajaran K.H. Ahmad Dahlan dalam Penegakan HAM
Senin, 24. September 2007
Bencana Alam : 16:00 - Ketua PP Muhammadiyah Pimpin Koordinasi Rehabilitasi dan Recovery
Ilmu Falak : 17:02 - Bagi Daerah Tarakan ke Timur Dapat Mengikuti Maklumat PP Muhammadiyah
Bencana Alam : 16:11 - GPF, AMCF, Salman ITB dan Gereja Mormon Bersama Muhammadiyah
Nasional : 17:04 - Jangan Provokatif dan Jangan Menyalahkan yang Masih Puasa
Ilmu Falak : 17:12 - Muhammadiyah-NU Samakan Persepsi Penentuan 1 Syawal 1428 H
Pemberdayaan : 13:54 - Said : “Muslim Atau Bukan Tidak Masalahâ€
Minggu, 23. September 2007
Nasional : 09:12 - Shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Ambon
Kamis, 20. September 2007
Bencana Alam : 13:04 - Muhammadiyah Tangani 1000 Keluarga Pengungsi Gempa di 14 Shelter
Rabu, 19. September 2007
Ilmu Falak : 19:59 - Maklumat Penetapan 1 Syawal 1428H Terbit
Nasional : 18:54 - Prof. Malik Fajar:†Perlu Spiritualisasi Gerakanâ€
Selasa, 18. September 2007
Nasional : 20:56 - Peran Pemuda dan Mahasiswa Lemah
Nasional : 13:42 - Jelang Buka Bersama Buya Syafii
Nasional : 11:40 - Azyumardi Azra : “Muhammadiyah adalah Salafisme Tengahâ€
Senin, 17. September 2007
Nasional : 11:27 - Pengajian Sebagai Strategi Revitalisasi Cabang dan Ranting
Minggu, 16. September 2007
Nasional : 23:44 - Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1428H
Nasional : 21:42 - Kunci Keberhasilan Muhammadiyah adalah Keikhlasan
Nasional : 21:08 - Jangan Biarkan Hanya Punya Kartu Anggota
Nasional : 13:07 - Pengajian Ramadhan Muhammadiyah ke-23 di Buka Hari ini
Nasional : 18:11 - Muhammadiyah harus menjadi Islam yang berkemajuan
Sabtu, 15. September 2007
Bencana Alam : 09:08 - PWM Bengkulu Bentuk Posko
Bencana Alam : 09:36 - PP Muhammadiyah Diharap Segera Kirim Tenda
Bencana Alam : 09:48 - Painan Belum Tersentuh
Kamis, 13. September 2007
Dinamika Kader : 20:54 - “Sahur on The Road†ala MAPALA UMY
Bencana Alam : 16:18 - MDMC Pusat Siapkan Tim Medis Dua Lapis
Bencana Alam : 13:02 - Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat Rusak Parah
Dinamika Kader : 11:35 - Pelatihan Dai IRM Dihentikan
Dinamika Kader : 10:54 - Padang Panik, Lokasi Pelatihan Da’I IRM Dipindah
Bencana Alam : 10:22 - SMA dan SMP Muhammadiyah I Bengkulu Terbakar
Jumat, 07. September 2007
Dinamika Kader : 06:46 - Isti Wasingah, Bendahara PP Nasyi’ah Meninggal Dunia
Kesehatan : 07:34 - Bocah Pekalongan Tanggap Flu Burung
Kamis, 06. September 2007
Nasional : 22:10 - Seminar Yang sukses
Ilmu Falak : 22:08 - Muhammadiyah Minim Ilmuwan Falak
Nasional : 22:03 - Muhammadiyah Tidak Kaku
Nasional : 21:59 - Banyaknya Pandangan, Menjadi Alasan Utama
Nasional : 21:55 - Perbedaan itu bagian dari kekayaan
Jumat, 03. Agustus 2007
Nasional : 07:53 - Pertemuan Ahli Hisab Muhammadiyah
Ilmu Falak : 08:18 - Pertemuan Ahli Hisab Muhammadiyah
Ilmu Falak : 08:21 - Pelatihan Hisab Rukyat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah
Senin, 09. Juli 2007
Tabligh : 10:28 - Muhammadiyah Cirebon Siapkan Kader Mubaligh
Jumat, 29. Juni 2007
Pendidikan : 20:21 - SEA UMY Hadirkan WWW.KRATON.UK
Pendidikan : 19:50 - SEA UMY Hadirkan WWW.KRATON.UK
Senin, 18. Juni 2007
Pendidikan : 00:50 - Rektor UMY: Pengetahuan dan Keahlian Untuk Umat
Rabu, 13. Juni 2007
Pendidikan : 05:00 - Pelajar SD Muhammadiyah 4 Ciptakan Pendeteksi Magnet
Selasa, 12. Juni 2007
Pendidikan : 11:45 - PWM Jateng Bangun Kembali MIM
Kesehatan : 12:53 - Perkembangan Kedokteran Keluarga di Indonesia Cenderung Lambat
Kesehatan : 13:37 - Pelajar SD Muhammadiyah 4 Ciptakan Pendeteksi Magnet
Senin, 11. Juni 2007
Dinamika Kader : 21:29 - Intensifkan Perkaderan, Konsekuensi SK PP No. 149/2006
Nasional : 21:27 - Dahlan Rais : Panti Asuhan Bukan Tempat â€Penggemukan†Anak
Senin, 04. Juni 2007
Nasional : 04:51 - AMM Jatim Kutuk Tragedi Alastlogo, Tuntut Landreform
Dinamika Kader : 04:49 - IMM Malang Demo Kedatangan JK, Aparat Pukul Demonstran
Minggu, 03. Juni 2007
Nasional : 06:49 - Din-SBY Sepakat Perlunya Kebersamaan Elit Bangsa
Jumat, 01. Juni 2007
Dinamika Kader : 21:50 - Nasyiah Perlu Evaluasi Perkaderan
Pustaka Informasi : 14:36 - Muhammadiyah Sumut Susun Terobosan Dakwah di Era Informasi
Rabu, 30. Mei 2007
Luar Negeri : 11:18 - Penasehat PP Muhammadiyah, K. H Abdur Rahim Noor. M.A. Wafat
Selasa, 29. Mei 2007
Nasional : 17:40 - Aliran Dana Harus Dibuka Sebuka-Bukanya
Nasional : 17:02 - Ganti Rugi Bukan Ganti Kesengsaraan
Minggu, 27. Mei 2007
Perempuan : 12:13 - Perempuan Harus Mengaktualisasikan Diri
Luar Negeri : 17:00 - Din Hadiri High Level Symposium on the Alliance of Civilisations di New Zealand
Kamis, 24. Mei 2007
Nasional : 21:35 - Din : Saya Berikan Dukungan Moril
Dinamika Kader : 21:34 - Saatnya Ber-fastabiqul Khairot
Jumat, 18. Mei 2007
Luar Negeri : 13:43 - Kunjungan Maarif Institute ke PCIM Jerman
Lingkungan : 13:38 - â€Program Langit Biru†ala Mahasiswa UMY dan UAD
Kamis, 17. Mei 2007
Nasional : 13:42 - Menpora: Kritik Harus Tetap Dilakukan
Selasa, 08. Mei 2007
Pemberdayaan : 19:01 - Din Syamsuddin; Impor Beras Sesuatu Yang Ironi Di Indonesia
Pemberdayaan : 19:03 - Puluhan Artis Ibu Kota Meriahkan Panen Perdana MPM Muhammadiyah
Pemberdayaan : 19:06 - MPM Muhammadiyah Berhasil Dampingi Petani Indramayu
Minggu, 29. April 2007
Daerah : 11:05 - September 2007, STIKES Muhammadiyah Sulawesi Utara Berdiri
Luar Negeri : 11:08 - Ahmad Norma Permata : 2000 Orang Jerman per Tahun “Convert to Islamâ€
Nasional : 11:46 - Tanwir Usai Lebih Cepat
Nasional : 11:55 - Tanwir 2007, Dari Pengajian Ranting Hingga Amandemen UUD 1945
Nasional : 11:57 - PP Muhammadiyah Tambah Personil
Nasional : 13:56 - Kritik SBY Seperti Suplemen
Nasional : 14:00 - Muhammadiyah Tuntut Pemeritah Ciptakan Iklim Kondusif
Sabtu, 28. April 2007
Nasional : 15:39 - Merancang Peradaban dengan Fondasi Islam
Nasional : 15:33 - Agenda Tanwir Diajukan, Din Menyampaikan Jawaban PP
Nasional : 07:34 - Din: “Saya Termasuk Orang Yang Sangsi"
Jumat, 27. April 2007
Nasional : 06:33 - Muhammadiyah Ingin Meningkatkan Peran Untuk Pencerahan Bangsa
Nasional : 07:41 - Dari Bank Persyarikatan, Isu Nuklir Iran hingga Penambahan Personil PP Muhammadiyah
Nasional : 11:26 - Pidato Iftitah Dibacakan, Bumi Berguncang
Nasional : 13:00 - SBY Kritik Muhammadiyah
Ilmu Falak : 13:12 - Tajdid Muhammadiyah 2007 : MDMC dan Pusat Studi Falak
Kamis, 26. April 2007
Nasional : 06:42 - SBY Datang, Panitia Sibuk
Nasional : 06:02 - Al Fikrah, Al Jama’ah, Al Amaliah
Rabu, 25. April 2007
Nasional : 20:03 - Kesempatan Berkarier di Tim TPFB Muhammadiyah
Nasional : 08:04 - Peserta Tanwir Mulai Datangi Jogja
Senin, 23. April 2007
Lingkungan : 20:11 - Miftahulhaq: Krisis Air, Berwudlu Tak Boleh Berlebihan
Jumat, 20. April 2007
Pendidikan : 14:40 - UMY Tuan Rumah LKTM Tingkat Kopertis Wilayah V
Kamis, 12. April 2007
Nasional : 14:04 - Model Gerakan Muhammadiyah Perlu Diterapkan di Barat
Dinamika Kader : 14:00 - Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Usut Kasus VCD SARA
Rabu, 11. April 2007
Daerah : 23:02 - SMP Muhammadiyah 7 Jogja Go To Capitol Hill
Luar Negeri : 22:56 - Yunahar Ilyas Berikan Pengajian Online Di Taiwan
Nasional : 13:36 - Muhammadiyah Tidak Peka Data
Senin, 09. April 2007
Nasional : 21:26 - WHO dan Muhammadiyah Gelar Pelatihan Nasional Penanganan Avian Influenza
Minggu, 08. April 2007
Nasional : 18:15 - Muhammadiyah Saat Ini Dikuasai Negara
Nasional : 18:08 - Perbanyak Pertemuan Akan Perkuat Ideologi Ber-Muhammadiyah
Jumat, 06. April 2007
Nasional : 17:45 - ME Segera Bentuk Induk Koperasi Syariah BTM
Kamis, 05. April 2007
Luar Negeri : 22:43 - PCIM Libya Segera Berdiri
Nasional : 22:48 - Muhammadiyah Minim Konsep Pengelolaan yang Aplikatif
Nasional : 22:42 - BMT dan BTM Harus Bisa Menjadi Kohesi Sosial
Selasa, 03. April 2007
Nasional : 13:04 - Muhammadiyah Tetap Perlu Bekerjasama dengan Kelompok Lintas Agama dan Kepercayaan
Senin, 02. April 2007
Pemberdayaan : 14:49 - Muhammadiyah Cetak Tutor Buta Aksara
Rabu, 28. Maret 2007
Nasional : 09:54 - Muhammadiyah Sesalkan Keluarnya Resolusi Nuklir Iran
Sabtu, 24. Maret 2007
Politik : 19:33 - Partisipasi Pelajar Untuk Politik Harus Lebih Dari Biasa
Nasional : 05:58 - IRM Jadi Lumbung Intelektual Muhammadiyah
Rabu, 21. Maret 2007
Nasional : 14:39 - Mantan Ketua PRD Hadiri Rakernas IRM
Pendidikan : 22:39 - Universitas Muhammadiyah Indonesia Segera Berdiri
Selasa, 20. Maret 2007
Politik : 06:40 - Bangsa Ini Perlu Memilih: Budaya Politik Tarekat atau Politik Petani
Senin, 19. Maret 2007
Seni Budaya : 06:04 - Film Ahmad Dahlan Sang Pencerah dilaunching di Vredeburg
Pendidikan : 05:58 - Rektor UMY: “Berani untuk Mendaki dan Jangan Pernah Panikâ€
Sabtu, 17. Maret 2007
Dinamika Kader : 17:54 - IRM Launching Tadarus Islam
Nasional : 17:14 - Muhammadiyah Murni : Suka Berdakwah dan Berpikiran Maju
Dinamika Kader : 17:11 - Muhammadiyah Cetak Instruktur Standar Nasional
Jumat, 16. Maret 2007
Dinamika Kader : 01:46 - IMM Luncurkan buku “Tri Kompetensi Dasarâ€
Pendidikan : 01:48 - Duta Besar Mesir Tawarkan Beasiswa untuk Kader Muhammadiyah
Kamis, 15. Maret 2007
Dinamika Kader : 19:23 - Immawan Wahyudi: IMM Harus Tetap Fokus Pada Komitmen Perjuangan
Selasa, 13. Maret 2007
Kesehatan : 13:22 - Pasca Gempa Bumi, Muhammadiyah Bantul Tambah Lima Ambulan Baru
Bencana Alam : 13:15 - PKU DMC, Siap Bergerak ke Daerah Bencana
Pendidikan : 13:10 - QAC-UMS : Pelatihan Pembelajaran Aktif Tingkatkan Mutu Pengajaran
Senin, 12. Maret 2007
Pemberdayaan : 09:46 - Din: Pemerintah Tidak Perlu Impor Beras Lagi!
Nasional : 09:49 - Din Jenguk Korban Garuda
Nasional : 09:51 - Yunan Sawidji Serahkan Tanah Waqaf pada Muhammadiyah
Minggu, 11. Maret 2007
Pendidikan : 23:44 - Din Syamsuddin Resmikan Gedung Baru SD Muhammadiyah Korban Gempa
Pendidikan : 23:39 - Rektor UMM Cekal Julia Perez
Sabtu, 10. Maret 2007
Perempuan : 21:02 - Yunahar: Persoalan Gender Merupakan Persoalan Teologis
Bencana Alam : 18:51 - Akibat Gempa, Panti Asuhan Muhammadiyah di Bukittinggi Rusak
Jumat, 09. Maret 2007
Nasional : 14:05 - Selamat Jalan Pak Masykur
Kamis, 08. Maret 2007
Nasional : 16:36 - Jenazah Tinggal Tiga, Pak Masykur Masih Belum Dikenali
Nasional : 20:14 - Berkat Foto Gigi Tahun 1998, Jenazah Masykur Teridentifikasi
Rabu, 07. Maret 2007
Nasional : 22:20 - Keluarga Simpulkan Pak Masykur Diantara yang Belum Teridentifikasi
Bencana Alam : 17:19 - Muhammadiyah Kirim Tim ke Sumbar
Nasional : 13:49 - Ibu Mertua Din Syamsuddin Berpulang
Nasional : 13:07 - Garuda Terbakar, Kunjungan Menlu Australia ke UMY Batal
Nasional : 11:55 - Musibah Pesawat Garuda
Senin, 05. Maret 2007
Nasional : 15:56 - LAZISMU dan Telkomsel Programkan Buku Gratis
Dinamika Kader : 16:20 - Iwan: PDPM back to Masjid
Nasional : 16:40 - PWM DIY Mengadakan Pelatihan Sadar Zakat
Minggu, 04. Maret 2007
Nasional : 21:03 - LAZISMU Mulai Lirik Non-Zakat
Sabtu, 03. Maret 2007
Dinamika Kader : 19:30 - “Proaktif, Bukan Reaktifâ€
Pendidikan : 18:27 - Rektor UMJ Lepas 796 Wisudawan Terbaiknya
Jumat, 02. Maret 2007
Pendidikan : 20:36 - Rektor UAD: Pendidikan Vocational Akan Lebih Diminati
Kamis, 01. Maret 2007
Pendidikan : 21:39 - Program Mahasiswa Kader Ulama Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Luar Negeri : 21:41 - Din Syamsuddin Temui Beberapa Menteri Belanda
Nasional : 21:46 - Muhammadiyah dan British Council Akan Pererat Kerjasama
Luar Negeri : 21:50 - Ketua Umum PP Muhammadiyah Bersilaturrahim dengan PCIM Belanda
Rabu, 28. Pebruari 2007
Pemberdayaan : 21:00 - Menteri Ekonomi Belanda Tertarik Program Pemberdayaan Ekonomi
Dinamika Kader : 20:56 - Nasyiah Selenggarakan Pelatihan “The Seven Habitsâ€
Selasa, 27. Pebruari 2007
Daerah : 14:16 - Tapak Suci Muhammadiyah Situbondo Raih 7 Emas
Senin, 26. Pebruari 2007
Bencana Alam : 13:28 - 293 Rumah Untuk Korban Gempa Jogja-Jateng
Minggu, 25. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 20:12 - Gelar Milad IMM Ke – 43 Dipusatkan di Jatim
Pendidikan : 20:14 - Universitas Muhammadiyah Palembang Membuka Fakultas Kedokteran
Sabtu, 24. Pebruari 2007
Pendidikan : 20:24 - Dikdasmen PWM Banten Lakukan Roadshow
SATGAS BENCANA : 20:23 - Din Samsuddin Serahkan Bantuan Becak dan Beasiswa
Selasa, 20. Pebruari 2007
Bencana Alam : 22:15 - Hujan Datang Terus, Warga Mulai Demam
Bencana Alam : 22:11 - Posko Muhammadiyah Bagikan Ratusan Pakaian
Nasional : 20:05 - Dubes Arab Jajaki Kerjasama Sektor Pertanian
Senin, 19. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 17:22 - IRM Kalimantan Timur Adakan Rakerwil
Bencana Alam : 18:26 - Listrik Mati, Korban Puting Beliung Kesulitan Air
Bencana Alam : 18:29 - Angin Ribut Landa Yogyakarta, Muhammadiyah Dirikan Posko
Bencana Alam : 19:31 - Posko Muhammadiyah Berikan Layanan Kesehatan.
Sabtu, 17. Pebruari 2007
Nasional : 21:17 - Iran dan Muhamadiyah Akan Jalin Kerjasama Lebih Erat
Bencana Alam : 21:14 - “Kompor Meledukâ€, Pembalut Perempuan, dan Together for Disaster Care
Jumat, 16. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 20:08 - Perkaderan Angkatan Muda Muhammadiyah Kurang Menggigit
Nasional : 21:41 - IJM Akan Menjadi Sayap Dakwah Muhammadiyah
Nasional : 21:52 - IJM Pusat Persiapkan Pembentukan IJM Wilayah dan Daerah
Kamis, 15. Pebruari 2007
Pendidikan : 20:49 - Buku Sains Syariah Diluncurkan di Surakarta
Luar Negeri : 20:41 - PCIM United Kingdom (UK) Siap Diresmikan
Perempuan : 20:10 - Evi Sofia: PRT Masih Dianggap Budak
Rabu, 14. Pebruari 2007
Pemberdayaan : 19:28 - MPM Panen Kentang di Pengalengan
Pendidikan : 19:14 - SMP Muhammadiyah I Bantul Butuh Bantuan
Selasa, 13. Pebruari 2007
Bencana Alam : 17:42 - Denize Feneri Resmikan 100 Unit Rumah di Basis Muhammadiyah
Pendidikan : 17:47 - PP Muhammadiyah Kunjungi SDM Mulyodadi
Nasional : 18:10 - Din : Konflik Iraq Bisa Menjadi Alfitnatul Kubra
Luar Negeri : 19:17 - Muhammadiyah Mengutuk Penggalian Masjidil Aqsa
Senin, 12. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 18:42 - Setelah Kepri IRM Akan Fokus ke Gorontalo dan Sulbar
Nasional : 18:38 - Kerjasama Muhammadiyah-Lion Air
Minggu, 11. Pebruari 2007
Bencana Alam : 16:56 - Posko Kota Bekasi bantu Posko Kabupaten Bekasi
Bencana Alam : 17:00 - Pengungsi Surut, Muhammadiyah Rencanakan Program untuk Pendidikan
Pustaka Informasi : 17:06 - LPI Upayakan Peningkatan Kemampuan Pustakawan Muhammadiyah
Nasional : 17:29 - Izzul Muslimin Pastikan Jadi Anggota KPI 2007 – 2010
Dinamika Kader : 22:44 - Untuk Pertama Kali IRM Kepri Dilantik
Sabtu, 10. Pebruari 2007
Daerah : 07:11 - Rapimwil Muhammadiyah Riau
Nasional : 07:06 - Agenda : PP Muhammadiyah “Kebanjiranâ€
Jumat, 09. Pebruari 2007
Bencana Alam : 01:27 - Transportasi Air Terbatas, Beberapa Lokasi Masih Terisolir
Bencana Alam : 01:25 - Diare Mulai Serang Pengungsi
Nasional : 01:21 - Muhammadiyah Tetap Akan Terus Memperkuat Peran Kebangsaannya
Kamis, 08. Pebruari 2007
Nasional : 16:16 - Din Syamsuddin Menerima Kunjungan Dubes Banglades dan Turki
Bencana Alam : 16:19 - Pengungsi Anak-anak Mendapat Pembagian Mainan
Pemberdayaan : 16:21 - Politik Pangan Merugikan Petani
Rabu, 07. Pebruari 2007
Bencana Alam : 16:05 - PP Muhammadiyah Tetap Akan Back-Up PWM DKI Jakarta
Bencana Alam : 16:02 - Bantuan Ambulan dari Luar Jakarta Mulai Berdatangan
Bencana Alam : 15:38 - RSI Sukapura dan RSIJ Cempaka Putih Tergenang Air
Selasa, 06. Pebruari 2007
Bencana Alam : 18:04 - RS Muhammadiyah Buka Pelayanan Maksimal, Bantuan Ambulan Berdatangan
Bencana Alam : 18:12 - Muhammadiyah Aktifkan Posko di Seluruh Jakarta
Nasional : 23:23 - Erwin Kurniady, Pembawa Acara Langganan Muhammadiyah Meninggal Akibat Tabrak Lari
Dinamika Kader : 23:25 - “Pemuda Muhammadiyah, Pengawal Ideologi Persyarikatanâ€
Senin, 05. Pebruari 2007
Bencana Alam : 06:46 - Muhammadiyah Meningkatkan Peran Menangani Korban Banjir
Daerah : 02:23 - PW Pemuda Muhammadiyah Kaltil Selenggarakan Rapimwil
Sabtu, 03. Pebruari 2007
Nasional : 20:42 - Mashari Makhasi SH, Mantan Ketua PP IPM 1983-1986 Meninggal Dunia
Bencana Alam : 20:29 - IMM Buka Posko Peduli Banjir, IRM Terjebak Longsor
Jumat, 02. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 00:41 - Tambah Spirit Intelektual, DPD IMM Lampung Gelar DAM
Perempuan : 00:37 - Angkat Perempuan dalam Wilayah Publik
Luar Negeri : 00:46 - Din Syamsuddin Lantik PCIM Belanda
Luar Negeri : 00:49 - Sejumlah Tokoh Islam Indonesia Adakan Sidang di London
Dinamika Kader : 23:52 - Perbaiki Kondisi Bangsa Melalui Advokasi Pendidikan
Dinamika Kader : 23:17 - Majelis Diktilitbang dan DPP IMM Lakukan Koordinasi
Dinamika Kader : 23:13 - MPK DIY Laksanakan Baitul Arqam
Kamis, 01. Pebruari 2007
Dinamika Kader : 04:44 - Sempat ‘Panas’, Formatur PP IRM Tetapkan Struktur
Pendidikan : 04:33 - UMY dan PSM “Menuai Sang Dwi Warnaâ€
Pendidikan : 04:23 - Siswa SD Muhammadiyah Tampilkan Barongsai Cilik
Selasa, 30. Januari 2007
Nasional : 21:19 - Majelis Wakaf dan ZIS PP Muhammadiyah Gelar Rakernas
Senin, 29. Januari 2007
Daerah : 21:30 - PWM DIY Pelopori Gerakan Bantul Bangkit
Pendidikan : 21:54 - Diktilitbang Fasilitasi Program Beasiswa Magister dan Doktor
Minggu, 28. Januari 2007
Daerah : 13:52 - Pelatihan Peningkatan Kualitas Mubaligh Muhammadiyah
Perempuan : 16:03 - Anggaran Pemerintah Belum Sensitif Gender dan Pro Poor
Nasional : 19:21 - Amien Rais: Saatnya Kepemimpinan Nasional Di Tangan Kaum Muda
Sabtu, 27. Januari 2007
Kesehatan : 20:37 - Muhammadiyah Tetap Waspada Bahaya Laten Narkoba
Daerah : 20:35 - Suksesi Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Cibinong, Bogor
Perempuan : 20:31 - Aisyiyah Mengadakan Pelatihan Kepekaan Gender Bagi Perempuan Pengusaha Mikro
Jumat, 26. Januari 2007
Dinamika Kader : 22:59 - Nasyiatul Aisyiyah Berkomitmen Mendorong Penggunaan Tehnologi Informasi
Pemberdayaan : 23:01 - MPM Kembangkan Pupuk Organik
Kamis, 25. Januari 2007
Dinamika Kader : 19:18 - Gerakan 1000 Ranting Nasyiatul Aisyiyah
Nasional : 17:46 - Ikatan Jurnalis Muhammadiyah (IJM) Siap Deklarasi
Pendidikan : 18:48 - Idris Menang Pemilihan Rektor UMP
Rabu, 24. Januari 2007
Dinamika Kader : 15:53 - Ketua PWPM Jatim Terpilih
Selasa, 23. Januari 2007
Dinamika Kader : 19:23 - Dialog Publik Teropong SBY- JK
Pendidikan : 12:29 - Universitas Muhammadiyah Kendari Kembangkan E-Learning
Luar Negeri : 21:50 - Ujian Datang PCIM Kairo Berhenti
Luar Negeri : 20:29 - Alhamdulillah PCIM Belanda dan Jerman Telah Resmi
Senin, 22. Januari 2007
Nasional : 19:47 - PP 37 Sama Dengan Korupsi Berjamaah
Minggu, 21. Januari 2007
Dinamika Kader : 08:38 - Nasyiatul Aisyiyah akan Mengadakan Program Peningkatan Life Skill
Dinamika Kader : 08:48 - IRM Jawa Tengah Tetap akan Fokus Pada Penguatan Struktur Bawah
Pendidikan : 08:53 - Diktilitbang PP. Muhammadiyah Tekan MoU Dengan Kingstun University
Dinamika Kader : 21:59 - Muhammadiyah Membutuhkan Pusat Pelatihan yang Terpadu
Nasional : 22:02 - Islam Tidak Melarang Selenggarakan “Hajat†di Bulan Muharram
Nasional : 21:56 - Penguatan Ranting Muhammadiyah Masih Harus Tetap Menjadi Fokus Gerakan
Daerah : 21:51 - Musypimda Lampung Timur Bahas “Gerakan Tarbiyahâ€
Sabtu, 20. Januari 2007
Nasional : 00:48 - Muhammadiyah dan NU Sampaikan Seruan pada Umat Islam
Nasional : 01:24 - Jelang 1 Muharam 1928 H
Jumat, 19. Januari 2007
Nasional : 22:31 - Dien Syamsuddin: Muhammadiyah Lampaui Peran Negara
Kesehatan : 22:03 - PKU Jogja Sertijab BPH
Pendidikan : 22:13 - LPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Bertemu di UHAMKA
Kamis, 18. Januari 2007
Daerah : 21:34 - Jelang Muswil Pemuda Muhammadiyah Jatim
Daerah : 22:05 - Satu Miliyar untuk Renovasi Masjid Muhammadiyah Sumbar
Nasional : 21:42 - Kerjasama Muhammadiyah dan BPN RI
Rabu, 17. Januari 2007
Daerah : 08:08 - Masjid Taqwa, Kebanggaan Masyarakat Sumbar
Dinamika Kader : 08:15 - Sharing Parpol, Agenda Jelang Muswil Pemuda Muh Sumbar
Dinamika Kader : 08:18 - IRM Gagal Kembali ke IPM
Daerah : 08:27 - Syaifulah Yusuf, Semarakkan Milad Muhamadiyah Sumbar
Bencana Alam : 08:22 - PP Muhammadiyah Serahkan Bantuan Korban Banjir Aceh
Pendidikan : 08:20 - LSM Islam Turki Resmikan Sekolah di Aceh
Senin, 15. Januari 2007
Pustaka Informasi : 11:11 - Dien Syamsuddin Resmikan Relaunching Website Muhammadiyah
Pustaka Informasi : 20:17 - LPI PP Muhammadiyah Selenggarakan Pelatihan Public Relation
Pustaka Informasi : 11:04 - Teleconference Meriahkan Relaunching Website
Pustaka Informasi : 11:07 - Muhammadiyah Kembangkan Strategi Dakwah
Rabu, 27. Desember 2006
Nasional : 17:54 - Lazismuh Santuni 400 Guru SD/MI
Ilmu Falak : 14:58 - Penjelasan tentang Puasa Arafah dan Idul Adha 1427 H
Jumat, 22. Desember 2006
Nasional : 19:55 - Lazismuh Bantu 300 Guru TK ‘Aisyiah
Nasional : 17:01 - Telkomsel Serahkan Infaq 125 Juta
Senin, 18. Desember 2006
Berita Haji : 22:44 - Jama'ah Haji 'Aisyiyah di Mantiq al Baidlo'
Berita Haji : 08:21 - KBIH Aisyiyah Siap Berangkat ke Mekah
Berita Haji : 08:18 - Dr Haedar Nashir bersama Jama'ah KBIH Aisyiyah
Rabu, 13. Desember 2006
Nasional : 00:33 - Goerge Soros di Kantor PP Muhammadiyah
Berita Haji : 00:18 - Suhu Madinah 13 Derajat Celcius
Selasa, 12. Desember 2006
Berita Haji : 05:23 - KBIH 'Aisyiyah Tiba di Madinah
Senin, 11. Desember 2006
Berita Haji : 08:42 - Jama'ah Haji Aisyiyah Mendarat di Jeddah
Minggu, 10. Desember 2006
Berita Haji : 01:33 - Informasi Jama'ah Haji Aisyiyah
Sabtu, 09. Desember 2006
Ilmu Falak : 12:28 - Penetapan Idul Adha 1427 H
Luar Negeri : 18:04 - Kunjungan Ketua Umum PP Muhammadiyah ke Eropa
Luar Negeri : 18:09 - Peresmian PCIM Belanda
Senin, 04. Desember 2006
Nasional : 08:38 - Depbudpar Menjalin Kerja Sama Dengan Muhammadiyah
Daerah : 08:42 - SMK Muhammadiyah 4 Smarinda Menerima Bantuan dari IDB
Jumat, 01. Desember 2006
Bencana Alam : 10:29 - Muhammadiyah-AusAID Perkuat Kerjasama Tangani Gempa
Rabu, 29. November 2006
Dinamika Kader : 10:08 - IRM mendapat penghargaan ASEAN-TAYO
Rabu, 22. November 2006
Nasional : 14:01 - Pertemuan Pra Muktamar ke-46 di Yogyakarta
Selasa, 21. November 2006
Nasional : 17:37 - Dubes Jerman Pelajari Umat Islam Indonesia
Dinamika Kader : 15:58 - IRM harus Melindungi Kepentingan Muhammadiyah
Senin, 20. November 2006
Politik : 18:59 - Muhammadiyah Tidak Ikut Campur Pendirian Partai Matahari Bangsa
Sabtu, 11. November 2006
Dinamika Kader : 01:42 - Muktamar XV Ikatan Remaja Muhammadiyah
Senin, 30. Oktober 2006
Daerah : 07:51 - Kampus Baru Universitas Muhammadiyah Semarang
Senin, 16. Oktober 2006
Nasional : 10:14 - Instruksi Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1427H
Jumat, 08. September 2006
Nasional : 11:03 - PENETAPAN 1 RAMADHAN DAN 1 SYAWWAL .. ....
Kamis, 24. Agustus 2006
Bencana Alam : 13:52 - Rangkaian Program Pasca Bencana
Rabu, 26. Juli 2006
Bencana Alam : 15:52 - Edaran Bantuan Korban Gempa-Tsunami di Jabar-Jateng
Rabu, 19. Juli 2006
Nasional : 02:22 - KONFERENSI PERS PP MUH tentang AGRESI MILITER ISRAEL
Jumat, 07. Juli 2006
Bencana Alam : 10:29 - Edaran PP Muhammadiyah Penanngulangan Gempa DIY Jateng
Rabu, 05. Juli 2006
Bencana Alam : 13:16 - Edaran PP Muhammadiyah tentang Penanggulangan Korban ..
Minggu, 18. Juni 2006
Bencana Alam : 14:17 - Batuan Beras NGO Libya
Jumat, 16. Juni 2006
Bencana Alam : 13:11 - Penandatangan MOU Posko Muhammadiyah Peduli Gempa dengan AusAID
Kamis, 15. Juni 2006
Bencana Alam : 13:48 - Kerjasama Survei Air dan Lingkungan bersama Aus AID's
Rabu, 14. Juni 2006
Pemberdayaan : 12:43 - Lowongan Volunteer Pemberdayaan
Bencana Alam : 13:36 - Bantuan Direct Relief untuk PKU
Selasa, 13. Juni 2006
Bencana Alam : 17:58 - AusAID dan Muhammadiyah Kerjasama Distribusikan Bantuan .....
Minggu, 11. Juni 2006
Bencana Alam : 17:46 - Muhammadiyah Terjunkan Relawan Kerohanian
Kamis, 08. Juni 2006
Bencana Alam : 16:22 - Kerjasama Iran dan Muhammadiyah
Kamis, 01. Juni 2006
Bencana Alam : 00:00 - PP Muhammadiyah Instruksikan Membentuk Posko
Bencana Alam : 12:52 - Posko Muhammadiyah Gempa Yogja-Jateng
Bencana Alam : 13:01 - Ibu Kota Muhammadiyah Berduka
Bencana Alam : 13:17 - Deklarasi Bencana DIY-Jateng sebagai Musibah Nasional
Bencana Alam : 13:25 - INDOSAT BANTU 150 FIELD BED
Bencana Alam : 23:07 - Posko Muhammadiyah Peduli Gempa Buka Children Centre
Bencana Alam : 23:15 - Posko Muhammadiyah untuk Korban Bencana Gempa Bumi
Sabtu, 13. Mei 2006
Nasional : 11:09 - DI Yogyakarta Tuan Rumah Muktamar Muhammadiyah ke-46
Minggu, 07. Mei 2006
Dinamika Kader : 15:29 - Taruna Melati Utama Ikatan Remaja Muhammadiyah
Sabtu, 13. Mei 2006
Nasional : 10:51 - Surat Edaran tentang Ijin Rangkap Jabatan
Senin, 17. April 2006
Daerah : 09:30 - Musda ke-7 Muhammadiyah Kota Pontianak
Sabtu, 15. April 2006
Nasional : 14:14 - Muhammadiyah Desak Pemerintah Bertindak Tegas Soal Playboy
Kamis, 13. April 2006
Nasional : 09:52 - Pemerintah Harus Ambil Langkah Hukum Masalah Playboy
Rabu, 12. April 2006
Daerah : 23:27 - Musda II PD Muhammadiyah Pangkalpinang Digelar
Daerah : 21:30 - MUSDA ke VII Muhammadiyah Ketapang
Selasa, 11. April 2006
Daerah : 10:19 - Dandung Pimpin Muhammadiyah Purworejo
Daerah : 12:34 - Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SD Muhammadiyah No. 4 Denpasar
Daerah : 13:13 - Pembukaan Musyda Muhammadiyah Kota Denpasar
Nasional : 12:25 - Dubes Australia untuk Indonesia di Kantor PP Muhammadiyah
Daerah : 09:20 - PWM Jateng : Muhammadiyah Programkan Inventarisasi Tanah Wakaf
Daerah : 09:26 - Panti Asuhan Muhammadiyah Bojonegoro Usaha Rumah Makan
Daerah : 10:14 - Ichsan Wakafkan Tanah ke Muhammadiyah Gowa
Sabtu, 08. April 2006
Nasional : 09:36 - Dutch PM meets Islamic leaders
Nasional : 10:16 - PM Belanda di Kantor PP Muhammadiyah
Nasional : 09:58 - Muhammadiyah Menentang Penerbitan Majalah Playboy
Jumat, 07. April 2006
Bencana Alam : 09:24 - World Vision and Muhammadiyah Project
Nasional : 09:29 - Bantuan USAID Tidak Bersyarat
Rabu, 05. April 2006
Nasional : 14:58 - Penipuan Mengatasnamakan PP Muhammadiyah
Sabtu, 01. April 2006
Nasional : 11:22 - Edaran PP Muhammadiyah tentang Pemilihan Pimpinan
Nasional : 11:31 - Ketentuan Jabatan yang Tidak Dapat Dirangkap
Selasa, 28. Maret 2006
Nasional : 00:00 - Pernyataan Bersama PB Nahdlatul Ulama dan PP Muhammadiyah
Nasional : 00:16 - NU-MUHAMMADIYAH BENTUK KOALISI "BUMI-MATAHARI"
Nasional : 00:00 - Bangkitkan Surau yang Roboh
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=0&Itemid=472
Minggu, 17 Mei 2009
Selasa, 28 April 2009
Sembilan hal yang harus dimiliki Pimpinan Muhammadiyah
9
(Sembilan hal yang harus dimiliki Pimpinan Muhammadiyah)
1. Memahami dengan sungguh-sungguh
( Islam dan Muhammadiyah)
2. Ikhlas
3. Beramal
4. Berjuang
5. Pengorbanan
6. Ketaatan
7. Kemantapan
8. Persaudaraan
9. Percaya
Yang dimaksudkan dengan memahami, adalah kita mengerti dan menyadari betul bahwa berserikat dalam Muhammadiyah adalah tidak lain beramal dan berbuat secara total dengan Islam dan untuk Islam itu sendiri. Islam adalah tata aturan yang meliputi segala bidang dan segi kehidupan secara menyeluruh. Islam adalah meliputi aqidah, ibadah, akhlak, keadilan, budaya, seni, ilmu pengetahuan, cinta, hokum, kekuatan, kerja, kekayaan, politik, social, ekonomi, dakwah, jihad dan pemikiran.
Termasuk memahami adalah mengerti dan menyadari, bahwa Al-Quran dan Sunnah adalah rujukan setiap muslim untuk mengetahui hokum Islam.
Yang dimaksudkan dengan ikhlas, adalah kita orang Muhammadiyah beramal dan berjuang dalam Muhammadiyah semata-mata mencari keridloan Allah, mengharap pahala daripada-Nya, tanpa dikontaminasi interest dan mempertimbangkan keuntungan materi, jabatan, pangkat dan predikat. Sebagai buah memahami dan keikhlasan adalah amal dan kerja.
Dengan beramal kita berusaha untuk memperbaiki diri sendiri, sehingga menjadi manusia yang sehat jasmani, sehat rohani dalam arti berakhlak tinggi, mampu berfikir, mampu bekerja, selamat aqidah, benar dalam beribadah, bermanfaat untuk orang lain, mampu mewujudkan rumah tangga muslim dan mendidik anak dengan baik. Disamping itu, dengan amal kita sanggup membimbing masyarakat untuk berbuat baik, menggalakkan kepada semua perbuatan yang utama.
Yang dimaksudkan dengan pengorbanan adalah kesanggupan kita untuk memberikan harta, jiwa, waktu dan bahkan apa saja, demi untuk mencapai tujuan dan cita-cita Persyarikatan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan memang berarti kehilangan, namun pada hakekatnya adalah mendapatkan.
Yang dimaksudkan dengan ketaatan adalah kita harus siap selalu menaati dan melaksanakan apapun keputusan Persyarikatan, senang ataupun kurang senang, baik berwujud penyebaran fikiran yang benar kepada masyarakat, proyek-proyek pendidikan dan social kemasyarakatan, maupun apa saja yang disebut Amal Shaleh.
Yang dimaksudkan kemantapan adalah betah, sabar dan ulet dalam beramal dan berjuang, meskipun terasa lama belum mendapatkan hasil. Kita berjuang dan beramal sampai kapanpun sampai batas terakhir, menghadap Ilahi Rabbi.
Sedang yang dimaksudkan dengan ikatan aqidah yang kokoh dan iman yang mantap. Untuk itu perlu dipelihara cinta kasih diantara kita, saling menghormati dan saling memperhatikan.
Yang dimaksudkan dengan percaya adalah percaya kita pada pemimpin, tentang kecakapan dan keikhlasannya, yang dapat menimbulkan rasa hormat, rasa cinta dan ketaatan. Pemimpin sendiri adalah merupakan sebagian dari dakwah, dan tidak ada dakwah tanpa pemimpin. Dengan saling percaya diantara pemimpin dengan yang dipimpin, maka persyarikatan akan menjadi makin kokoh dan kuat, program akan lebih lancar dilaksanakan, tujuan akan makin cepat tercapai, kesulitan akan makin mudah diatasi. Hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin, akan lebih mesra seperti antara bapak dan anak, guru dengan anak didik.
Diambil dari buku : Akhlak Pemimpin Muhammadiyah, halaman 27 (32-34)
Judul : Akhlak Kepemimpinan Dalam Kehidupan Bermuhammadiyah
Oleh : KH. Amir Ma’sum
(Sembilan hal yang harus dimiliki Pimpinan Muhammadiyah)
1. Memahami dengan sungguh-sungguh
( Islam dan Muhammadiyah)
2. Ikhlas
3. Beramal
4. Berjuang
5. Pengorbanan
6. Ketaatan
7. Kemantapan
8. Persaudaraan
9. Percaya
Yang dimaksudkan dengan memahami, adalah kita mengerti dan menyadari betul bahwa berserikat dalam Muhammadiyah adalah tidak lain beramal dan berbuat secara total dengan Islam dan untuk Islam itu sendiri. Islam adalah tata aturan yang meliputi segala bidang dan segi kehidupan secara menyeluruh. Islam adalah meliputi aqidah, ibadah, akhlak, keadilan, budaya, seni, ilmu pengetahuan, cinta, hokum, kekuatan, kerja, kekayaan, politik, social, ekonomi, dakwah, jihad dan pemikiran.
Termasuk memahami adalah mengerti dan menyadari, bahwa Al-Quran dan Sunnah adalah rujukan setiap muslim untuk mengetahui hokum Islam.
Yang dimaksudkan dengan ikhlas, adalah kita orang Muhammadiyah beramal dan berjuang dalam Muhammadiyah semata-mata mencari keridloan Allah, mengharap pahala daripada-Nya, tanpa dikontaminasi interest dan mempertimbangkan keuntungan materi, jabatan, pangkat dan predikat. Sebagai buah memahami dan keikhlasan adalah amal dan kerja.
Dengan beramal kita berusaha untuk memperbaiki diri sendiri, sehingga menjadi manusia yang sehat jasmani, sehat rohani dalam arti berakhlak tinggi, mampu berfikir, mampu bekerja, selamat aqidah, benar dalam beribadah, bermanfaat untuk orang lain, mampu mewujudkan rumah tangga muslim dan mendidik anak dengan baik. Disamping itu, dengan amal kita sanggup membimbing masyarakat untuk berbuat baik, menggalakkan kepada semua perbuatan yang utama.
Yang dimaksudkan dengan pengorbanan adalah kesanggupan kita untuk memberikan harta, jiwa, waktu dan bahkan apa saja, demi untuk mencapai tujuan dan cita-cita Persyarikatan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan memang berarti kehilangan, namun pada hakekatnya adalah mendapatkan.
Yang dimaksudkan dengan ketaatan adalah kita harus siap selalu menaati dan melaksanakan apapun keputusan Persyarikatan, senang ataupun kurang senang, baik berwujud penyebaran fikiran yang benar kepada masyarakat, proyek-proyek pendidikan dan social kemasyarakatan, maupun apa saja yang disebut Amal Shaleh.
Yang dimaksudkan kemantapan adalah betah, sabar dan ulet dalam beramal dan berjuang, meskipun terasa lama belum mendapatkan hasil. Kita berjuang dan beramal sampai kapanpun sampai batas terakhir, menghadap Ilahi Rabbi.
Sedang yang dimaksudkan dengan ikatan aqidah yang kokoh dan iman yang mantap. Untuk itu perlu dipelihara cinta kasih diantara kita, saling menghormati dan saling memperhatikan.
Yang dimaksudkan dengan percaya adalah percaya kita pada pemimpin, tentang kecakapan dan keikhlasannya, yang dapat menimbulkan rasa hormat, rasa cinta dan ketaatan. Pemimpin sendiri adalah merupakan sebagian dari dakwah, dan tidak ada dakwah tanpa pemimpin. Dengan saling percaya diantara pemimpin dengan yang dipimpin, maka persyarikatan akan menjadi makin kokoh dan kuat, program akan lebih lancar dilaksanakan, tujuan akan makin cepat tercapai, kesulitan akan makin mudah diatasi. Hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin, akan lebih mesra seperti antara bapak dan anak, guru dengan anak didik.
Diambil dari buku : Akhlak Pemimpin Muhammadiyah, halaman 27 (32-34)
Judul : Akhlak Kepemimpinan Dalam Kehidupan Bermuhammadiyah
Oleh : KH. Amir Ma’sum
Jumat, 24 April 2009
Muhammadiyah berduka; Makna Bermuhammadiyah Menurut K.H. Suprapto Ibnu Juraemi
Muhammadiyah berduka; Makna Bermuhammadiyah Menurut K.H. Suprapto Ibnu Juraemi
Yogya - Allahumma, inna ustadzuna Suprapto Ibnu Juraimi, fi dzimmatika wa habli jiwarika, faqihi fitnatal qabri wa-adzabannar, wa anta ahlul wafa-i wal haq, faghfirlahu warhamhu, innaka antal ghafurur rahim.
MAKNA BERMUHAMMADIYAH*)
KH. Suprapto Ibnu Juraimi
Alhamdulillah, ketika saya pertama kali memangku tugas selaku Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, sekitar dua tahun yang lalu, telah dapat dilaksanakan ‘proyek’ Rihlah Dakwah tahap I yang ketika itu dimulai dari Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Purwokerto dan Tegal.
Program ini merupakan suatu terobosan dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, yaitu model kajian selama satu hari satu malam, menggunakan pendekatan spiritual dan intelektual. Selama 2 tahun itu, sekitar 215 PDM sudah sempat dikunjungi untuk melaksanakan pengajian ini. Bahkan ada yang sudah sampai 3 kali, karena mereka minta dilaksanakan lagi.
Tema yang diangkat dalam kajian satu hari satu malam ini adalah “Meningkatkan Kualitas Kepribadian Pimpinan agar Berakidah yang Benar, Memiliki Kemampuan Berpikir Bayani, Burhani dan Irfani, serta Dapat Menjadi Uswah Hasanah”. Sebuah tema yang luar biasa. Kalau dilaksanakan dengan waktu hanya kira-kira 1,5 jam, harapannya tidak
mungkin akan tercapai. Sebab, pengajian model ini memerlukan proses. Dan, proses yang paling tepat itu kalau pengajian ini diprogram mulai dari pukul 4 sore sampai pukul 6 pagi esok hari. Pengajian ini dulu sudah pernah dicoba oleh PDM Temanggung dengan sasaran peserta para pimpinan. Para pimpinan Muhammadiyah ini dituntut menjadi pribadi yang berkualitas, sanggup berfikir bayani, burhani dan irfani.
Materi kajian dibagi dua. Karena menyangkut pimpinan Muhammadiyah, yang saya angkat pertama kali adalah tentang makna bermuhammadiyah. Jangan-jangan setelah sekian tahun bermuhammadiyah, ternyata kita tidak tahu apa sebenarnya bermuhammadiyah itu. Kira-kira setahun yang lalu, PWM DIY mengadakan kegiatan pembinaan Daerah. Saya mendapat tugas untuk melakukan Konsolidasi Ideologi. Saya angkat tema “Bagaimana seharusnya kita bermuhammadiyah”. Ada lima hal pokok di dalam kita bermuhammadiyah. Nampaknya, acara itu dianggap menarik. Sehingga pada tiga tempat yang menjadi tugas saya dalam Konsolidasi Ideologi ini, saya mengangkat tema ini. Setelah itu, insya Allah, baru kita bisa memposisikan diri sebagai pimpinan Muhammadiyah, dan apa yang perlu dilakukan sebagai pimpinan Muhammadiyah.
Dari pengamatan, saya menjumpai di beberapa Daerah/PDM, ada Pimpinan Daerah yang diangkat menjadi pimpinan langsung dari Pimpinan Ranting, bahkan menduduki jabatan sebagai Ketua PDM. Padahal dia tidak tahu seluk beluk Muhammadiyah, tidak kenal apa itu Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, tidak tahu apa itu MKCH, apalagi Kepribadian Muhammadiyah. Hanya karena kebetulan dia pinter bicara, ketika diselenggarakan Musyawarah Daerah, ia kelihatan menonjol, lalu terpilih menjadi ketua PDM.
Di sisi lain, bisa kita saksikan juga bahwa banyak orang tertarik dengan Muhammadiyah. Rupanya dengan aktif di Muhammadiyah itu bisa menjadi jembatan untuk, misalnya, menjadi anggota Dewan (wakil rakyat).
Konon, saya tidak tahu pasti, di Jawa Tengah, kini sedang ramai-ramainya orang Muhammadiyah berupaya untuk bisa menjadi calon anggota Dewan. Padahal tidak semua dari mereka itu bisa terangkat menjadi anggota Dewan, sehingga kemudian terjadi masalah. Di antara mereka sendiri saling padu, konflik antar sesama teman sendiri.
Memperhatikan hal yang demikian, maka kita perlu faham bagaimana sebenarnya bermuhammadiyah itu.
Makna Bermuhammadiyah: Pertama, Bermuhammadiyah adalah Berislam
Makna bermuhammadiyah yang pertama dan paling utama serta sangat mendasar adalah berislam. Bagaimana maknanya berislam itu? Mengungkap hal ini, saya akan membuka lembaran sejarah yang sudah amat jarang diketahui oleh para pimpinan Muhammadiyah. Alhamdulillah, saya beruntung, mendapat rahmat ketika saya bisa nginthil, mengikuti guru saya, seorang ulama besar di Jogjakarta, Bapak K.H.R. Hadjid. Beliau dijuluki sebagai Asyaddul Muhammadiyah, Jago Tua Muhammadiyah, sekretaris Badan Penasehat PP Muhammadiyah. Gara-gara saya ditendang dari IAIN, saya justru sempat berguru kepada beliau selama tidak kurang dari 10 tahun.
Saya sempat mendengar kisah yang dialami beliau. Beliau termasuk murid termuda K.H. Ahmad Dahlan. Nampaknya, beliau satu-satunya murid yang mencatat pelajaran Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Kami sempat beberapa kali menerbitkan Buku Pelajaran Kyai Ahmad Dahlan itu dalam bentuk stensilan. Terakhir, diterbitkan oleh Depag Jawa Tengah, dibagi secara gratis untuk PDM-PDM se Jateng. Buku itu adalah Himpunan Ayat-ayat Alquran yang Difahami oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Buku itu berisi tentang bagaimana cara memahami, bagaimana cara mengajarkan, dan bagaimana pula cara mengamalkannya. Semua itu terungkap dalam Buku Pelajarannya Kyai Haji Ahmad Dahlan yang ditulis oleh KHR Hadjid. Generasi sekarang ini barangkali tidak banyak mengenalnya. Yang dikenal mungkin malah putra tertuanya yang juga
terkenal, Bapak R.H. Haiban Hadjid.
Dua pertanyaan Kyai Ahmad Dahlan; Muhammadiyah Urung Menjadi Partai Politik
Tahun 1921, ada Sidang Hoofdbestuur Muhammadiyah (PP Muhammadiyah). Di situ para assabiqunal awwalun Muhammadiyah berkumpul, para pendiri dan generasi pertama pimpinan dan aktivis Muhammadiyah. Yang menarik, dalam pertemuan itu ada tokoh yang tidak pernah kita kenal sebagai orang atau aktivis Muhammadiyah. Yang menarik adalah beliau bisa tampil meyakinkan dalam forum para pembesar, pimpinan Muhammadiyah generasi pertama berkumpul. Orang itu adalah Haji Agus Salim.
Haji Agus Salim punya gagasan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Kalau pada masa Orde Baru Muhammadiyah disebut orsospol, dan beberapa pimpinan Muhammadiyah menjadi anggota Dewan.
Ternyata, menjelang akhir hayat Kiyai Haji Ahmad Dahlan, sudah muncul juga “ambisi” menjadikan Muhammadiyah sebagai parpol. Sidang dipimpin oleh Kiyai Ahmad Dahlan. Diketahui, Haji Agus Salim adalah seorang jurnalis, politisi dan diplomat yang hebat. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam berdebat. Dalam sidang Hoofdbestuur, argumentasi yang disampaikan Haji Agus Salim membuat seluruh yang hadir terpukau, terkesima dan setuju untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Kyai Dahlan, karena menjadi pimpinan sidang, tidak berpendapat.
Setelah Kyai Dahlan melihat bahwa nampaknya yang hadir sepakat dengan gagasan Haji Agus Salim, Kyai Haji Ahmad Dahlan yang memimpin sidang dengan duduk, lalu berdiri sambil memukul meja. Saya tidak sempat bertanya kepada guru saya, Kiyai Hadjid, apakah Kyai Dahlan memukul mejanya keras apa tidak.
Kyai Ahmad Dahlan mengajukan dua pertanyaan yang sangat sederhana dan sangat mudah. Dan kalau dijawab, sebenarnya juga gampang. Pertama, apa saudara-saudara tahu betul apa agama Islam itu? Kedua, apa saudara berani beragama Islam?
Tidak ada satu pun dari yang hadir yang sanggup menjawab pertanyaan itu, termasuk Haji Agus Salim sendiri. Bukannya tidak bisa, sebab mana mungkin ditanya soal Islam begitu saja tidak tahu. Tapi, ketika ditanya “Beranikah kamu beragama Islam?”. Mereka tahu persis yang ditanyakan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu. Pak Hadjid muda, bercerita kepada saya, “Bukan main tulusnya pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu”. Sebenarnya pertanyaan itu sederhana, tapi tidak ada yang sanggup menjawab. Akhirnya gagasan Haji Agus Salim tidak kesampaian. Muhammadiyah urung jadi partai politik.
Dua pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu, sekarang baru terjawab satu. Yaitu pada waktu Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya tahun 1978. Jawaban itu berupa keputusan tentang Ideologi Islam, Pokok-Pokok Pikiran tentang Dienul Islam, yang konsepnya dari Bapak H. Djindar Tamimy. Jadi, setelah kira-kira 56 tahun baru terjawab satu
pertanyaan.
Sedangkan pertanyaan yang kedua, sampai sekarang ini belum ada yang berani menjawab. Tahun 1960, kebetulan saya masih sering mendengar, ada ungkapan Kyai Dahlan yang menarik, “Durung Islam temenan, nek durung wani mbeset kuliti dewe” (Belum Islam sungguh-sungguh, kalau belum berani mengelupas kulitnya sendiri).
Yang akan saya ungkap di sini, kaitannya dengan pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan tadi, apa Islam itu, bisa dibuka pada Pelajaran Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Bagi KHR Hadjid, Kyai Dahlan dalam mengungkap ayat itu menarik sekali. Ayat yang diungkap adalah ayat yang sudah populer. Bahkan menjadi bacaan harian mereka yang membaca doa iftitah shalat menggunakan hadis riwayat Imam Muslim (Wajjahtu wajhiya….).Buku itu mengungkap dan mengajarkan bagaimana Islam itu. Ternyata, setelah sekian tahun bermuhammadiyah Kyai Dahlan baru sanggup mengaplikasikan dan merealisir ajaran Alquran tidak lebih dari 50 ayat. Dua ayat diantaranya ada dalam surat Al An’am. Qul inna shalati wa-nusuqi wa mahyaaya, wa mamaati lillaahi rabbil alamin. Laa syarikalah wa bidzalika umirtu.
Dalam salah satu kitab tafsir diungkap bahwa ayat ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS. Kata-kata dalam ayat Alquran yang menyebut aslama-yuslimu-aslim, muncul dari Nabi Ibrahim AS. Jadi, awwalul muslimin itu Ibrahim, sedang wa ana minal muslimin itu Rasulullah Saw.
Maka di dalam doa Iftitah yang diucapkan dalam bacaan shalat tadi
boleh dipilih antara awwalul muslimin atau wa ana minal muslimin.
Qul, katakanlah (Muhammad), inna shalati, sungguh shalatku; wa nusuqi, dan pengorbananku; wa mahyaya, dan kiprah hidupku; wa mamati, dan tujuan matiku; lillah, hanya untuk dan karena Allah; raabil alamin, pengatur alam semesta. Laa syariikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya; wabidzaalika umirtu, dan dengan itu aku diperintah; wa ana awwalul muslimin, dan aku orang yang pertama, pasrah, setia tunduk kepada Allah Subhanahu wataala. Amin ya rabbal alamin.
Itu makna yang populer, kecuali kata nusuq yang saya terjemahkan
menjadi pengorbananku. Pada hampir semua terje-mahan, nusuq diartikan ibadah.
Mengenai tafsirnya, kebetulan tidak sempat saya catat tapi saya punya
kitabnya, nusuq bukan berarti ibadah. Yang berarti ibadah adalah
nasaqun. Nusuq artinya menyembelih kurban. Maka saya artikan, nusuqi
adalah pengorbananku. Jadi, “shalatku, pengorbananku, hidup matiku,
lillahi rabbil alamin”.
Kyai Bakir Sholeh, seorang ulama besar Jogja yang dikenal sebagai
kamus berjalan, memaknai dengan liman kana yarju…… “Sungguh, shalatku, pengorbananku, hidup dan matiku hanya untuk Allah”. Dalam terjemah Miftah Farid masih kelihatan biasa. Tetapi untuk terjemahan ini orang bisa tertegun, “Hanya karena untuk Allah rabbil alamin.”
Laa syarikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pengertian ini oleh Kyai
R.H. Hadjid, yang telah mendengar pelajarannya langsung dari Kiyai
Dahlan dengan terjemahan tafsir “itu tidak untuk selain Allah”.
Karena syarikat bermakna sekutu. Sekutu itu apa saja bisa dianggap
sekutu.
Lalu ayat tadi bermakna apa? “Shalatku, pengorbananku, hidup dan
matiku hanya untuk Allah pengatur alam semesta”. Laa syarikalah, tidak
ada sekutu selain Allah. “Aku diperintah untuk hidup dengan model cara
yang seperti itu. Tidak untuk maksud-maksud yang lain. Tidak untuk
anak istriku. Tidak untuk orang tuaku, juga tidak untuk bangsa dan
tanah airku”. Tanah dan air itu kalau jadi satu namanya blethokan.
Hidupku tidak untuk itu.
Pertanyaannya, lalu untuk apa? “Bela hakmu, perjuangkan hakmu. Membela tanah air adalah sabilillah. Membela tanah air bukan karena kemauan tanah air, tetapi karena Allah”. Di sini lalu maknanya, “berbuat
baiklah kamu kepada orang tuamu”. Bedanya dengan ihsan, tidak sekedar karena naluri, atau karena punya naluri berbakti kepada orang tua, tetapi begitu lengkap. Sebab itu karena perintah Allah, dari kata
“wa-ahsinuu, …..birrul walidaini”.
Jadi jelas sekarang ini. Lalu ditutup dengan “wa ana awwalul muslimin.
O, ini to karepe (maksudnya) Islam itu. Islam, maksudnya, mendidik
kita untuk hidup model seperti itu. Tidak pakai tiru-tiru model yang
lain.
Dalam setiap langkah selalu berusaha dan berkarya, tidak bisa yang
namanya hidup kecuali semuanya dalam bentuk kepasrahan, niat yang
tulus berbakti kepada Allah, apapun yang dilakukan. Sebagaimana ayat
yang populer, wamaa khalaqtul jinna wal-insaan illa liya’buduun.
Manusia ini hidup diciptakan oleh Allah, tidak lain, (satu kalimat
yang dimulai dengan nafi, yang di belakang ada illa itu, merupakan
satu doktrin kepastian) hidup ini hanya untuk beribadah, tidak lain.
Maka, semua aktivitas hidup kita harus punya nilai dan nafas ibadah.
Di situlah makna hakekat dari Islam.
Dari ayat ini, beliau yang memang orang alim dan orang-orang generasi
pertama, bisa menangkap pertanyaan ini, walaupun tidak sanggup
menjawab.
Maaf, jika orang sudah bicara politik, hampir bisa dipastikan yang
dicari hanyalah kursi. Dulu, ketika sama-sama jadi mubaligh, sama-sama
aktif, masih bisa. Tapi, ketika sudah sampai pada soal kampanye,
jangan tanya. Disitulah letak bahayanya politik kalau tidak disinari
oleh Islam. Sehingga, rasa-rasanya, kita ini sepertinya tidak punya
panutan, siapa politikus kita yang bisa membawa amanah Islam. Rasanya jauh sekali dengan para pendahulu kita. Seperti Pak Muhammad Natsir, yang kalau mau sidang ke DPR hanya naik becak, tidak mau dijemput mobil.
Bermuhammadiyah adalah berislam. Ungkapan ini memang cukup tandas.
Masyarakat/umat Islam ketika itu di dalam berislam sudah bukan main
trampilnya. Seperti diungkap dalam sabda Nabi yang bernilai ramalan
itu, “Akan datang kepada kamu sekalian, suatu jaman dimana Alquran
tidak kekal lagi, Islam tidak tegak lagi kecuali hanya nama. Memang
banyak orang mengaku dirinya muslim, tapi perilaku dan tindakannya
jauh sekali dari Islam. Masjid-masjidnya makmur, banyak jamaah, tapi
sepi dari kebaikan. Orang-orang yang paling dalam ilmu agamanya
menjadi orang yang paling jahat di kolong langit. Dari mereka keluar
fitnah”. Tetapi fitnah itu kembali kepada orang-orang tadi. Jika hal
ini disebut oleh Rasulullah, ini yang jelas terjadinya sepeninggal
Rasululah.
Rupanya, hampir 100 tahun yang lalu, fenomena ini terjadi, yakni di
jaman sekitar hidup Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Bagaimana Alquran yang punya bobot yang luar biasa, kekuatan dahsyat, lau anzalnya haadzal qur’ana ala jabalin………min khasyatillah (Seandainya kami turunkan Alquran kepada gunung, kamu akan tahu Muhammad, gunung itu akan menolak, tunduk, hancur lumat karena takutnya kepada Allah. Itulah kekuatan dahsyat dari Alquran), tapi tidak diamalkan lagi.
Sekarang ini, berapa juta kali Alquran dibaca setiap hari. Ratusan
karya tafsir yang menjelaskan dari kata maupun kalimat untuk
menjelaskan ayat-ayat Alquran, berapa pula diangkat di dalam seminar,
simposium, diskusi, namun tetap juga sulit untuk mendapatkan pembaca
Alquran itu yang meneteskan air mata. Sudah susah kita menemui orang
sesenggukan membaca Alquran. Dan amat sukar kita dapati orang yang
terisak-isak karena mendengarkan peringatan ayat-ayat Alquran.
Tidak ada orang yang tersungkur karena mendengar ayat-ayat Alquran,
kecuali tersungkurnya karena sujud tilawah itu saja. Masih mending,
kita masih mau setia mengikuti sunnah Nabi. Setiap Jum’at Shubuh, Nabi selalu membaca surat As-Sajdah di rakaat pertama, dan surat Al-Insan di rakaat kedua. Yang seperti ini sekarang di Jogja hampir tidak ada. Kita perlu mengelus dada (prihatin) melihat hal ini. Dibaca saja tidak apalagi diamalkan.
Begitu pula, Islam hanya tinggal namanya. Secara minoritas, orang
Indonesia, khususnya orang Jawa, Islamnya cuma dalam tiga hal.
Berislam ketika tetak (khitan), ketika menikah, dan saat prosesi
kematiannya. Kalau sudah ditetaki (dikhitan) sudah marem. Anakku wis
diislami (anakku sudah diislami), begitu batinnya. Kemudian kalau mau
menikah, mereka sudah mantap mengundang Pak Naib. Dan ketika meninggal mengundang ahli tahlil. Dengan ketiga hal itu, sudah dianggap lengkap Islamnya.
Anehnya, diantara orang-orang yang beragamanya hanya tiga kali seumur hidup itu, malah ada yang diangkat menjadi amirul haj Indonesia. Ini sungguh-sungguh pernah terjadi. Tidak hanya cara berislamnya yang merusak tatanan Islam yang sebenarnya, bahkan dia juga termasuk perusak dan pemecah belah ummat Islam. Sampai seperti ini yang terjadi di Indonesia yang memang, katakanlah, sedikit atau banyak bersifat gado-gado.
Ketika belum ada agama yang masuk, orang Indonesia masih primitif,
membakar kemenyan menjadi kebiasaan. Ketika datang ajaran Hindu,
diterima. Lalu ketika datang ajaran Budha, juga diterima, datang Islam
juga diterima, dan terakhir, Kristen juga diterima. Semuanya bergabung
menjadi satu, Pancasila.
Inilah yang kita lihat di sekitar kita, wajah keberagamaan umat Islam.
Masih lumayan, masih ada sekelompok (besar) orang, yang beranggapan
kalau sudah berhaji itu sudah lengkap Islamnya. Hal ini bisa dilihat
kalau, misalnya, ada satu orang berangkat haji, rombongan bis yang
mengantar bisa sampai tujuh buah, disebabkan oleh penghormatan kepada orang yang mau berangkat haji yang demikian besarnya. Bahkan ketika mengantar sampai di Bandara pun menangisnya bisa sampai sesenggukan.
Memang bagus dan elok bisa pergi berhaji. Tapi dengan beribadah haji
itu belum tuntas kewajibannya sebagai muslim. Sebenarnya ibadah haji
masih dalam tataran pondasi. Buniyal islamu ala khomsin…. Islam itu
dibangun di atas lima perkara, yang kita kenal dengan rukun Islam.
Lima perkara itu adalah syahadat, shalat, puasa, zakat, dan berhaji,
itu baru pondasi. Untuk membangun Keluarga Sakinah memang harus lima perkara itu dulu yang ditata. Sebab, ada orang yang berhaji
berkali-kali, tapi ternyata keluarganya tidak juga kunjung menjadi
keluarga sakinah.
Nah, ini merupakan catatan penting untuk dakwah Muhammadiyah,
bagaimana umat ini dikenalkan dengan berislam yang sebenarnya. Saya
tidak menyinggung lebih jauh lagi apa kemudian pedomannya,
pelatihannya, dan sebagainya, bukan sekarang saatnya untuk mengungkap masalah ini.
Kita bermuhammadiyah yang paling mendasar adalah berislam. Itulah yang dituntutkan kepada kita. Bagaimana kita punya sikap hidup setia dan pasrah dengan tatanan aturan hidup Islam. Termasuk yang dulu juga
pernah diungkap Kyai Haji Ahmad Dahlan, saya kurang tahu persis
kalimat itu, hanya mendengar sepintas, “Hidup sepanjang kemauan
Islam”.
Inilah semangat muhammadiyyin tempo dulu, bagaimana hidup ini dijalani menurut kemauan Islam. Bukan menurut kemauan adat, bukan pula menurut kemauan nenek moyang ataupun tradisi, tapi menurut kemauan Islam. Ini yang menjadi semboyan para pendahulu kita. Saya hanya sempat mendengar-dengar pada awal tahun 1960. Inilah makna pertama dari bermuhammadiyah itu.
Para pimpinan dan aktivis Muhammadiyah dituntut untuk tahu dan faham apa makna berislam itu. Tahu dan faham, tidak boleh hanya tahu saja.
Doa yang dituntunkan dari Alquran, Rabbi zidni ilma war zuqni fahma.
Pertama, tentang ilmunya sendiri, kuncinya memang harus tahu. Tapi,
tahu saja belum bisa melaksanakan, sehingga diikuti dengan yang kedua,
warzuqni fahma, memohon diberikan kefahaman. Dengan faham itu baru ada
jalan untuk meraih kebaikan, sebagaimana sabda Nabi man yurudillahu
khairan yufaqqihhu fiddin, siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka
orang tadi difahamkan agamanya oleh Allah.
Soal tahu ini, dengan hanya sekali mendengar saja orang sudah bisa
tahu. Sekali mendengar ceramah sudah bisa tahu. Tetapi untuk bisa
faham, tidak cukup dengan sekali mendengar. Maka, Nabi mesti mengulang sesuatu sampai tiga kali. Hal ini kita dapati pada kitab
Riyadush-shalihin. Setiap kali men-datangi suatu kaum Rasulullah
mengucapkan salam sampai tiga kali. Sementara, banyak di antara kita
yang malas mengucap salam diulang sampai tiga kali. Malahan mungkin
kuatir disebut sebagai orang NU, karena biasanya orang NU itu yang
mengamalkan hal ini.
Kedua, Bermuhammadiyah adalah Berdakwah
Sedikit mengenang orang-orang tua kita, mengenang bagaimana semangat mereka dalam “wa-tawashau bil haq”. Ada sebutan yang cukup popular pada waktu itu, yaitu mubaligh cleleng. Cleleng adalah sebutan untuk jangkrik, yang kalau diberi makan daun kecubung ngengkriknya berkurang, tapi kalau diadu walaupun kakinya sudah patah dua-duanya nggak mau mengalah, kalau perlu sampai mati. Nah, mubaligh yang seperti itu disebut mubaligh cleleng.
Termasuk salah satu yang disebut sebagai mubaligh cleleng ini adalah
Prof. Abdul Kahar Muzakkir. Ceritanya, beliau ini jarang ketemu dengan mahasiswanya. Ketika suatu kali mahasiswa menemui beliau dengan mengucap salam, “Selamat pagi, Pak!”. Beliau bertanya, “Kamu siapa?” “Saya mahasiswa Bapak”, katanya. “Kembali sana, ucapkan dulu “Assalamu’alaikum”.
Suatu kali ada orang bertamu ke rumah beliau. Mengucap salam dengan
“kulonuwun“. Berkali-kali diucapkannya salam itu, tidak dijawab,
padahal beliau ada di rumah dan tahu kalau ada tamu. Karena
berkali-kali salam tidak dibukakan pintu, tamu itu akhirnya bermaksud
pergi. Sebelum sampai orang itu pergi, pintu dibuka oleh Prof. Kahar
Muzakkir sambil berkata, “Kibir kamu ya?” “Kenapa?” tanya orang itu.
Al-kibru umsibunnas wa jawahul–haq. Kibir itu meremehkan orang Islam dan tidak mau memakai aturan Islam. Sudah jelas ada tuntunannya
mengucap salam “Assalamu’alaikum” kalau bertamu ke rumah orang koq malah “kulonuwun”. Inilah contohnya mubaligh cleleng.
Menjadi anggota Muhammadiyah itu tidak sekedar hanya menjadi anggota saja. Kalau anda pernah tinggal di sekitar kampung Suronatan, dan kalau masih ingat, ada yang namanya Haji Khamdani. Saya masih sempat kenal orangnya, ketua Cabang Muhammadiyah Ngampilan. Pekerjaannya tukang kayu. Beliau termasuk orang yang telah mendapatkan sentuhan-sentuhan dari Kyai Ahmad Dahlan. Padahal, Pak Khamdani ini tidak termasuk orang terpelajar. Sekolahnya paling hanya sampai sekolah Ongko Loro. Beliau juga tidak termasuk orang kaya. Tetapi karena terkena sentuhan Kyai Ahmad Dahlan, merasa mau bertabligh nggak bisa, mau berdakwah pakai uang juga nggak ada uangnya, lalu beliau mengumpulkan tukang kayu, menyumbang untuk Muhammadiyah lewat keahliannya sebagai tukang kayu ketika sedang dibangun SR Muhammadiyah I (sekarang SD Muhammadiyah Suronatan). Ini adalah SD Muhammadiyah yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan berkat orang-orang yang punya ghiroh, diantaranya mujahid kayu tersebut.
Jadi, apa yang bisa disumbangkan kepada Muhammadiyah, disumbangkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang bisa bertabligh dengan kemampuan bertablighnya. Sampai-sampai, walaupun ilmu agamanya masih minim, ada mubaligh yang membaca saja pating pletot. Rabbil ’alamin dibaca rabbil ngalamin. Bismillah dibaca semillah. Laa haula walaa quwwata illa billah dibaca walawalabila, nekat untuk bertabligh.
Itulah, karena sentuhan dakwah Kyai Haji Ahmad Dahlan, walaupun cara
membacanya belum fasih, tapi berani bertabligh. Mubaligh yang demikian ini sekarang ini memang sering dicibir oleh orang-orang NU. Membaca Quran saja nggak bisa koq berani bertabligh. Oleh Kyai pasti dijawab,
“Dari pada kamu, bisa baca Quran tapi nggak berani bertabligh. Inilah
wajah Muhammadiyah yang kedua, yaitu bermuhammadiyah itu adalah
bertabligh.
Sejarah mengakui bagaimana penampilan anggun dakwah Muhammadiyah.
Dosennya Pak Amien Rais di Fisipol UGM, Pak Usman Tampubolon, orang Batak, beliau aktif di Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), tinggal di
Jogjakarta. Disertasinya tentang adat Jawa. Beliau mengorek tentang
adat Jawa yang hal itu bisa sangat menyinggung orang-orang Jawa.
Promotornya tidak mau, mengembalikannya dan menyuruh Pak Usman
Tampubolon untuk merubahnya. Pak Usman tidak mau merubah, “Wong saya sendiri yang menyusun koq disuruh merubah”, kata Pak Usman.
Pak Usman berkomentar tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan. Aneh, katanya, dalam sejarah, ketika bangkit gerakan modern di Timur Tengah, dengan tampilnya Syeh Muhammad Abdul Wahab, yang karya paling terkenalnya kitab tauhid, “Al Ushulust-tsalasah”,30) ketika ajarannya diambil, mesti ada perang dan darah yang mengalir. Kuburan-kuburan di tanah Arab yang sudah begitu rupa, oleh Syeh Abdul Wahab diratakan. Maka, yang namanya Syeh Abdul Wahab ini, di Indonesia juga sangat ditakuti.Tentu kita juga ingat perjuangan Imam Bonjol dengan perang Paderinya.
Ternyata Kyai Haji Ahmad Dahlan yang lahir di Kauman, dan bahkan
menjadi pegawai Keraton, koq bisa tenang, rukun dan asyik duduk
bersama orang Kraton yang masih mempercayai nenek moyang dengan agama jahiliyahnya. Tidak ada sruduk-srudukan di antara mereka. Hal ini membuat Pak Usman Tampubolon heran. Sosiologi apa yang dimiliki Kyai Haji Ahmad Dahlan. Seandainya Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir dan mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Barat, maka Muhammadiyah hanya ada di sana. Keadaan ini menarik. Fenomena apa ini, koq Kyai Haji Ahmad Dahlan tenang–tenang saja, mengapa tidak terjadi benturan.
Pada sisi lain, kita juga menyadari adanya kepercayaan tradisi yang
masih melekat di kalangan aktifis Muhammadiyah, terutama soal
kematian. Memang Muhammadiyah telah membersihkan hal-hal bid’ah.
Tetapi nampaknya masalah ini sekarang mulai bermunculan lagi.
Dihidupkan lagi tradisi lama. Apalagi Sidang Tanwir di Bali yang lalu
membicarakan topik Dakwah Kultural. Orang belum tahu persis koq sudah melangkah lebih lanjut.
Jujur saja, dan harus kita akui, bahwa Muhammadiyah yang tadinya cukup anggun, dengan jasa besarnya yang telah ikut mencerdaskan bangsa ini, selama lebih kurang 93 tahun berdakwah, ternyata belum dan tidak sanggup menggoyang kekuatan Nyai Roro Kidul. 93 tahun bukan waktu yang singkat.
Ini merupakan masalah yang serius, sebab kekuatan kaum itu sedemikian besarnya. Mereka punya seragam khusus dan punya pos-pos ribuan banyaknya. Yang kita kaget ketika Pemilu tahun 1999 kemarin, kekuatan mereka seperti itu. Itulah barangkali yang melatar-belakangi Sidang Tanwir membicarakan masalah dakwah kultural. Hampir-hampir
Muhammadiyah tidak menyadari tentang adanya budaya-budaya itu.
Masalah bagai-mana menari yang Islami, Muhammadiyah tidak bisa
menjawab. Kalau saya ada jawaban lain kenapa perlu ada dakwah kultural. Saya lebih cenderung memakai alat yang lain. Apa Kyai Ahmad Dahlan waktu itu memakai dakwah kultural? Tidak. Yang memakai itu kan Walisongo, Sunan Kalijogo. Lalu, apa rahasianya Kyai Ahmad Dahlan?
Satu keunggulan Muhammadiyah yang tidak dimiliki oleh yang lain,
adalah adanya karya amal Muhammadiyah. Kyai Haji Ahmad Dahlan sanggup menampilkan Islam yang bisa dilihat dan dinilai bermanfaat oleh ummat.
Tidak tanggung-tanggung, Muhammadiyah telah melahirkan dua presiden, terlepas dari presidennya itu seperti apa. Bung Karno dan Soeharto adalah anak didik Muhammadiyah. Inilah jasa besar Muhammadiyah dibidang pendidikan.
Ketika berada di Boyolali dalam tugas Rihlah Dakwah, di sebuah panti
asuhan yang gedungnya berlantai dua, sangat megah, saya diberitahu
bahwa yang membangun gedung itu adalah seorang pensiunan dari Jakarta.
Ia datang ke Boyolali mencari-cari orang Muhammadiyah. Ia mengakui
dulunya lulusan SMP Muhammadiyah Nogosari Boyolali. Setelah lama
menjadi pegawai di Jakarta kemudian ia ingat kembali Muhammadiyah.
Sementara, kadang-kadang, kita kalau sudah jadi pegawai tidak kober
lagi mikir Muhammadiyah, karena sibuk mikirin duit terus. Apalagi kita
ini termasuk sebagai pewaris falsafah “sendu” (seneng duit), merasa
senang dengan hal itu. Harus secara jujur kita akui bahwa kita memang
senang terhadap duit.
Nah, pensiunan dari Jakarta tadi punya tabungan dan ingin
menyumbangkannya kepada Muhammadiyah. Semua tukang yang bekerja membangun panti itu ia yang bayar. Inilah salah satu contoh bagaimana pengaruh pendidikan Muhammadiyah.
Kita juga bisa merasakan bagaimana sentuhan-sentuhan darah kita yang
memang belum bisa dicerna dan baru sedikit sekali. Kalau kita lihat ke
sekretariat PP Muham-madiyah, anggota Muhammadiyah sekarang sudah mencapai jumlah deretan 6 angka, tapi angka pertama baru 8. Artinya, belum ada 1 juta orang, itu pun masih dikurangi lagi dengan yang sudah meninggal. Inilah wajah Muhammadiyah yang kedua, wajah dari Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah yang perlu dibenahi.
Ketiga, Bermuhammadiyah adalah Berorganisasi
Pemahaman KHA. Dahlan terhadap Alquran surat Ali Imran ayat 104 telah melahirkan pergerakan Muhammadiyah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ulama pendahulu kita itu bisa menangkap isyarat-isyarat Alquran, sehingga memilih organisasi sebagai alat dakwah. Sebab, sebelum itu, organisasi yang ada sifatnya masih sederhana. SDI atau SI yang muncul sebelumnya karena kebutuhan yang mendesak. SDI muncul untuk mengimbangi perdagangan Cina. Sedang kelahiran SI tidak lepas dari pengaruh politik. Kita tahu, di dunia politik ada dua rayuan, rayuan surga dan rayuan kursi. Sedang, di Majelis Tabligh yang ada cuma surga saja yang menjadi harapannya.
Berorganisasi, oleh beliau-beliau ini, walaupun saat itu belum ada
Majelis Tabligh, tapi di benak para pemimpin kita itu sudah jauh
sekali yang dijangkau untuk nanti bagaimana rencana ke depannya.
Mengapa begitu yakin? Sebab tidak mungkin tegaknya Islam, izzul Islam wal muslimin, itu ditangani oleh orang per-orang. Saya tidak tahu
persis, penduduk Indonesia saat itu berapa jumlahnya. Saya hanya ingat
ada sekitar 77 jutaan penduduk Indonesia di tahun 1960-an. Jadi, pada
jaman Kyai Dahlan itu kira-kira ada 30 jutaan penduduk Indonesia, pada
saat lahirnya Muhammadiyah.
Yang dihadapi Rasulullah pada jaman beliau, menurut Pak AR, hanya
sekitar 700 ribu. Perkiraan ini didasarkan pada perhitungan bahwa saat
Haji Wada’ jumlah jama’ah yang hadir ada 140 ribu. Jika setiap orang
punya lima anggota keluarga, maka jumlahnya sekitar 700 ribu.
Dibulatkan lagi, misalnya, menjadi 1 juta. Ummat yang sekitar 700
ribu sampai 1 juta itu bisa ditangani karena ada figur Nabi Muhammad
SAW, ada Abu Bakar, ada Umar bin Khattab, dan lain-lainya. Dan yang
kita kenal lainnya, ada sepuluh sahabat Nabi yang dijamin bakal masuk
surga sebelum Rasullah meninggal.
Sekarang ini, kita kesulitan menentukan orang-orang yang seperti itu.
Kalau toh ada hanya segelintir. Katakanlah, kalau saya membuat contoh
tentang uswah hasanah, jujur saja, siapa orang Jogja yang layak
menjadi uswah hasanah, kita kesulitan mencarinya. Belum lagi di
Temanggung, siapa yang layak menjadi uswatun hasanah. Padahal
Muhammadiyah telah berkembang sedemikian luas. Ini baru dari sisi soal uswah hasanah saja.
Ketika Kyai Dahlan menyampaikan pengajian di Pekajangan Pekalongan, ada audien/peserta pengajian itu, yang memperhatikan betul terhadap Kyai Dahlan. Rupanya orang ini adalah orang alim dan orang saleh. Ia memperhatikan secara seksama wajah Kyai Haji Ahmad Dahlan. Diawasinya ekspresi wajah dan mimik Kyai Haji Ahmad Dahlan. Apalagi Kyai Dahlan waktu itu mengaku sebagai pimpinan Persyarikatan yang didirikan di Jogjakarta. Hanya dengan melihat wajah, orang saleh ini bias menentukan apakah seseorang itu saleh, jujur, dan sebagainya. Ia tahu hal itu tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan, tapi ia merasa tidak puas dengan hanya melihat penampilan Kyai Dahlan waktu itu.
Ketika Kyai Haji Ahmad Dahlan pulang ke Jogja orang tadi mengikuti.
Sampai di Jogja ia bertanya kepada orang, di masjid mana Kyai Dahlan
sholat. Ia tidak bertanya tentang apa, tapi cukup bertanya tentang
sholatnya Kyai Haji Ahmad Dahlan. Setengah jam sebelum adzan shubuh, orang itu sudah datang ke masjid, maksudnya mau menunggu jam berapa Kyai Haji Ahmad Dahlan datang. Ia tertegun karena orang yang ditunggunya sudah ada di Masjid itu. Lalu komentarnya, “Pantas kalau Kyai Haji Ahmad Dahlan mengaku sebagai pemimpin Muhammadiyah”. Orang itu tidak lain adalah Buya A.R. Sutan Mansur muda. Beliau adalah saudara dari Sutan Ismail, seorang mubaligh terkenal di Pekalongan, yang berasal dari negeri Minangkabau.
Lain lagi cerita tentang Pak AR Fahruddin. Di mata saya beliau adalah
orang yang paling zuhud di Muhammadiyah, satu-satunya ketua PP
Muhammadiyah yang tidak punya rumah sendiri. Tempat tinggalnya di
Jalan Cik di Tiro adalah milik persyarikatan Muhammadiyah. Ketika
beliau meninggal, istrinya kemudian ikut salah seorang anaknya,
Sukriyanto AR. Sekarang, bekas rumah beliau itu telah dipugar dan
dibangun gedung berlantai tiga yang menjadi kantor PP Muhammadiyah Jogjakarta yang baru, yang juga baru diresmikan pada 1 Muharram yang lalu.
Namun bukan ini persoalannya. Para pengurus PP Muhammadiyah kalau
sakit biasanya memang dilayani oleh Rumah Sakit Muhammadiyah. Seperti RSU PKU di Jogja atau RSI di Jakarta. Lukman Harun ketika sakit, sebelum meninggal, juga dilayani oleh Muhammadiyah di RSI Jakarta.
Ketika Pak AR kebetulan sakit dan mau operasi karena sakit, tidak ada
satupun orang Muhammadiyah yang tahu. Pak AR sendiri juga tidak ingin diberi fasilitas. Tapi, sebuah kelompok pengajian kecil yang tidak
jauh dari kediaman Pak AR tahu kalau Pak AR sakit dan mau operasi.
Mereka tahu betul bagaimana keadaan Pak AR itu, seorang pensiunan
pegawai Penerangan Agama Jawa Tengah yang gaji pensiunannya hanya 80 ribu, bukan ratusan ribu. Kelompok pengajian tadi lalu menyebarkan
warta, dan terkumpullah uang sebanyak 600 ribu yang kemudian
diserahkan kepada keluarga Pak AR untuk biaya berobat.
Namun, setelah Pak AR sembuh, pengurus kelompok pengajian itu diundang Pak AR. Pak AR mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut, kemudian Pak AR memberikan bingkisan. Supaya puas, pengurus tadi membuka bingkisan itu. Di dalamnya ada uang 300 ribu. Pengurus kelompok pengajian itu kaget dan berkata bahwa mereka telah ihlas. Pak AR menjelaskan bahwa operasinya hanya menghabiskan biaya 300 ribu, maka sisanya dikembalikan.
Coba, apa ada sekarang orang yang seperti Pak AR itu. Yang ada malah
sebaliknya, ada mubaligh yang sampai menawar harga untuk sekali
ceramahnya. Saya pernah pergi ke Sulawesi, berdampingan dengan
seseorang yang bercerita bahwa ia pernah sekali mengundang penceramah dari Jakarta. Amplopnya mesti 6 juta, belum termasuk tiket pesawatnya, dan ini harga mati. Begitulah. Tapi, kalau kita aktif di Muhammadiyah tidak boleh seperti itu.
Yang kita garap sekarang ini adalah ummat yang jumlahnya lebih dari
200 juta. Jika pada masa Kyai Haji Ahmad Dahlan itu kira-kira ada 30
juta ummat yang juga sudah memerlukan kekuatan untuk berdakwah, dan kekuatan itu berupa organisasi, maka sehebat-hebatnya Zainuddin MZ, yang dikenal sebagai da’i sejuta ummat, beliau tidak sanggup membangun ummat. Di Jogja juga ada mubaligh terkenal. Tapi, paling-paling beliau juga cuma bisa dikenal. Tidak akan bisa membangun ummat, karena untuk membangun ummat diperlukan kekuatan massa, dan kita harus mau serius.
Saya cukup tajam untuk menggugat tentang masalah pendidikan
Muhammadiyah di sini. Saya buat global saja, baik UMS, UMM, UMY,
UHAMKA dan sekitar 130 PTM, ditambah puluhan ribu sekolah
Muhammadiyah, 90% siswa atau mahasiswanya adalah bukan putra
Muhammadiyah. Termasuk di UMY, ketika saat itu ada training untuk
mahasiswa baru, rata–rata sholatnya memakai usholli. Memang ada
sedikit yang berasal dari IPM/IRM.
Gugatan saya, baik yang di sekolah maupun yang di PTM, kalau mereka
masuk di lembaga pendidikan Muhammadiyah, masuk dengan usholli dan keluar tetap usholli, maka Muhammadiyah sudah gagal dalam
menyelenggarakan pendidikannya. Sehebat apapun sekolah Muhammadiyah, koq setelah sholat malah yasinan.
Yang lebih ngeri lagi, karena kita tidak memikirkan hal itu, setiap
tahun kita meluluskan sekitar 40 ribu siswa/mahasiswa. Dari sebanyak
itu, berapa yang kemudian menjadi mujahid dakwah?
Saya pernah berbicara dengan Pak Umar Anggoro Jenie (mantan Ketua
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), ketika menjelang Muktamar di Jakarta tentang hal ini. Siapa di antara alumni perguruan Muhammadiyah itu, yang tampil menjadi mujahid dakwah, pada hal mereka, kurang lebih lima tahun, di tangan kita, merah hijaunya para sarjana itu kita yang membuatnya. Juga yang di sekolah-sekolah Muhammadiyah itu, paling tidak selama tiga tahun mereka kita didik.
PKI, waktu itu, tidak punya lembaga pendidikan, tapi mereka mampu
melahirkan kader-kader yang militan. Sedangkan di Muhammadiyah, siapa di antara kita yang pantas di sebut sebagai kader militan. Ini perlu
menjadi PR kita, bagaimana mengurus Muhammadiyah secara serius.
Jangan-jangan di Muhammadiyah ini malah cuma sekedar mencari
penghidupan saja. Apakah kalimat semboyan “Hidup-hidupilah
Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” masih relevan?
Padahal, waktu itu semboyan ini sangat terkenal dan biasa ditulis di
majalah dan di dinding-dinding gedung amal usaha Muhammadiyah.
Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini, dan bagaimana reaksi kita atas ungkapan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.
Namun, alhamdulillah, dapat kita perkembangan Muhammadiyah saat ini sudah sebegitu pesat. Kita mungkin tidak tahu, yang namanya sholat Ied di lapangan pada waktu itu belum ada di kota Jogjakarta. Sebab saat
itu sholat Ied hanya ada di Masjid Besar Kauman. Oleh Pak Sultan,
tidak boleh shalat Ied di Alun-alun, kalau ingin shalat Ied di
lapangan disuruh cari tempat sendiri, sehingga Muhammadiyah membeli
lapangan Asri di Wirobrajan. Dan sekarang ini sudah menyebar ke
mana-mana kalau sholat Ied itu diselenggarakan di lapangan, sesuai
dengan sunnah Nabi. Memang ada 9 hadis tentang masalah ini, tapi hanya ada satu hadis yang menyebut shalat Ied di masjid dan itu pun hadis dhoif.
Kalau kita lihat di masjid-masjid, jika ada garis shaf yang miring
tidak sejajar dengan bangunan masjid (karena menyesuaikan arah
kiblat), itu adalah hasil dari perjuangan Kyai Dahlan. Dulu, untuk
memperjuangkan lurusnya arah kiblat ini, langgar Kyai Dahlan di Kauman dirobohkan oleh tentara Kraton, karena Kyai Dahlan membetulkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman. Itu adalah salah satu contoh pengorbanan beliau.
Orang tidak tahu bagaimana jasa-jasa Kyai Haji Ahmad Dahlan. Termasuk dalam hal qurban yang dilaksanakan di kantor-kantor,
sekolahan-sekolahan, dan lain-lainnya. Semua itu adalah jasa Kyai
Ahmad Dahlan. Sekarang, dapat kita lihat sudah merebak di mana-mana,
misalnya di kantor bupati menyembelih qurban seekor lembu, gubernur
juga seekor lembu, dan sebagainya. Padahal menyembelih qurban di
kantor dan sekolahan itu tidak ada nashnya. Alasanya hanya satu, yaitu
latihan. Dan masih banyak lagi amal usaha Muhammadiyah yang dengan itu orang menjadi tahu Islam yang sebenarnya, melalui karya-karya Islami Muhammadiyah tersebut.
Yang namanya surat Al-Maun, dulu hanya menjadi hafalan orang saja.
Tapi di benak Kyai Dahlan, jadilah pengamalan dari surah itu,
panti-panti asuhan, rumah sakit-rumah sakit, yang merupakan pemahaman beliau atas surat Al-Maun.
Di sinilah keberhasilan dakwah Muhammadiyah dapat dilihat. Tanpa ada
benturan yang berarti ia menjadi diminati oleh ummat. Cuma, sekarang
masalahnya terletak pada diri kita sendiri, karena kita ini sudah
menjadi pewaris amal usaha Kyai Haji Ahmad Dahlan. Pertanyaannya,
untuk apa amal usaha yang telah diwariskan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.
Mau diapakan, misalnya, anak-anak asuh panti asuhan yang hidup, makan, dan semuanya dicukupi Muhammadiyah, mau diapakan lagi mereka ini kalau tidak kita jadikan kader kita.
Keempat dan Kelima, Bermuhammadiyah adalah Berjuang dan Berjihad serta Berkorban.
Yang keempat, bermuhammadiyah itu berjuang dan berjihad.
Yang kelima, bermuhammadiyah adalah berkorban.
Untuk dua hal yang terakhir ini belum sempat saya angkat. Sebenarnya
mau saya sampaikan karena waktunya belum ada, maka saya minta maaf.
Jumat, Apr 24 2009
Arif Budiman Ch (sumber milist IPM)
*) Transkrip Ceramah Ustadz Suprapto Ibnu Juraimi dalam Pengajian di PDM
Temanggung Jawa Tengah. Ditranskrip oleh Arief Budiman Ch.
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1442&Itemid=2
Yogya - Allahumma, inna ustadzuna Suprapto Ibnu Juraimi, fi dzimmatika wa habli jiwarika, faqihi fitnatal qabri wa-adzabannar, wa anta ahlul wafa-i wal haq, faghfirlahu warhamhu, innaka antal ghafurur rahim.
MAKNA BERMUHAMMADIYAH*)
KH. Suprapto Ibnu Juraimi
Alhamdulillah, ketika saya pertama kali memangku tugas selaku Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, sekitar dua tahun yang lalu, telah dapat dilaksanakan ‘proyek’ Rihlah Dakwah tahap I yang ketika itu dimulai dari Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Purwokerto dan Tegal.
Program ini merupakan suatu terobosan dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, yaitu model kajian selama satu hari satu malam, menggunakan pendekatan spiritual dan intelektual. Selama 2 tahun itu, sekitar 215 PDM sudah sempat dikunjungi untuk melaksanakan pengajian ini. Bahkan ada yang sudah sampai 3 kali, karena mereka minta dilaksanakan lagi.
Tema yang diangkat dalam kajian satu hari satu malam ini adalah “Meningkatkan Kualitas Kepribadian Pimpinan agar Berakidah yang Benar, Memiliki Kemampuan Berpikir Bayani, Burhani dan Irfani, serta Dapat Menjadi Uswah Hasanah”. Sebuah tema yang luar biasa. Kalau dilaksanakan dengan waktu hanya kira-kira 1,5 jam, harapannya tidak
mungkin akan tercapai. Sebab, pengajian model ini memerlukan proses. Dan, proses yang paling tepat itu kalau pengajian ini diprogram mulai dari pukul 4 sore sampai pukul 6 pagi esok hari. Pengajian ini dulu sudah pernah dicoba oleh PDM Temanggung dengan sasaran peserta para pimpinan. Para pimpinan Muhammadiyah ini dituntut menjadi pribadi yang berkualitas, sanggup berfikir bayani, burhani dan irfani.
Materi kajian dibagi dua. Karena menyangkut pimpinan Muhammadiyah, yang saya angkat pertama kali adalah tentang makna bermuhammadiyah. Jangan-jangan setelah sekian tahun bermuhammadiyah, ternyata kita tidak tahu apa sebenarnya bermuhammadiyah itu. Kira-kira setahun yang lalu, PWM DIY mengadakan kegiatan pembinaan Daerah. Saya mendapat tugas untuk melakukan Konsolidasi Ideologi. Saya angkat tema “Bagaimana seharusnya kita bermuhammadiyah”. Ada lima hal pokok di dalam kita bermuhammadiyah. Nampaknya, acara itu dianggap menarik. Sehingga pada tiga tempat yang menjadi tugas saya dalam Konsolidasi Ideologi ini, saya mengangkat tema ini. Setelah itu, insya Allah, baru kita bisa memposisikan diri sebagai pimpinan Muhammadiyah, dan apa yang perlu dilakukan sebagai pimpinan Muhammadiyah.
Dari pengamatan, saya menjumpai di beberapa Daerah/PDM, ada Pimpinan Daerah yang diangkat menjadi pimpinan langsung dari Pimpinan Ranting, bahkan menduduki jabatan sebagai Ketua PDM. Padahal dia tidak tahu seluk beluk Muhammadiyah, tidak kenal apa itu Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, tidak tahu apa itu MKCH, apalagi Kepribadian Muhammadiyah. Hanya karena kebetulan dia pinter bicara, ketika diselenggarakan Musyawarah Daerah, ia kelihatan menonjol, lalu terpilih menjadi ketua PDM.
Di sisi lain, bisa kita saksikan juga bahwa banyak orang tertarik dengan Muhammadiyah. Rupanya dengan aktif di Muhammadiyah itu bisa menjadi jembatan untuk, misalnya, menjadi anggota Dewan (wakil rakyat).
Konon, saya tidak tahu pasti, di Jawa Tengah, kini sedang ramai-ramainya orang Muhammadiyah berupaya untuk bisa menjadi calon anggota Dewan. Padahal tidak semua dari mereka itu bisa terangkat menjadi anggota Dewan, sehingga kemudian terjadi masalah. Di antara mereka sendiri saling padu, konflik antar sesama teman sendiri.
Memperhatikan hal yang demikian, maka kita perlu faham bagaimana sebenarnya bermuhammadiyah itu.
Makna Bermuhammadiyah: Pertama, Bermuhammadiyah adalah Berislam
Makna bermuhammadiyah yang pertama dan paling utama serta sangat mendasar adalah berislam. Bagaimana maknanya berislam itu? Mengungkap hal ini, saya akan membuka lembaran sejarah yang sudah amat jarang diketahui oleh para pimpinan Muhammadiyah. Alhamdulillah, saya beruntung, mendapat rahmat ketika saya bisa nginthil, mengikuti guru saya, seorang ulama besar di Jogjakarta, Bapak K.H.R. Hadjid. Beliau dijuluki sebagai Asyaddul Muhammadiyah, Jago Tua Muhammadiyah, sekretaris Badan Penasehat PP Muhammadiyah. Gara-gara saya ditendang dari IAIN, saya justru sempat berguru kepada beliau selama tidak kurang dari 10 tahun.
Saya sempat mendengar kisah yang dialami beliau. Beliau termasuk murid termuda K.H. Ahmad Dahlan. Nampaknya, beliau satu-satunya murid yang mencatat pelajaran Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Kami sempat beberapa kali menerbitkan Buku Pelajaran Kyai Ahmad Dahlan itu dalam bentuk stensilan. Terakhir, diterbitkan oleh Depag Jawa Tengah, dibagi secara gratis untuk PDM-PDM se Jateng. Buku itu adalah Himpunan Ayat-ayat Alquran yang Difahami oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Buku itu berisi tentang bagaimana cara memahami, bagaimana cara mengajarkan, dan bagaimana pula cara mengamalkannya. Semua itu terungkap dalam Buku Pelajarannya Kyai Haji Ahmad Dahlan yang ditulis oleh KHR Hadjid. Generasi sekarang ini barangkali tidak banyak mengenalnya. Yang dikenal mungkin malah putra tertuanya yang juga
terkenal, Bapak R.H. Haiban Hadjid.
Dua pertanyaan Kyai Ahmad Dahlan; Muhammadiyah Urung Menjadi Partai Politik
Tahun 1921, ada Sidang Hoofdbestuur Muhammadiyah (PP Muhammadiyah). Di situ para assabiqunal awwalun Muhammadiyah berkumpul, para pendiri dan generasi pertama pimpinan dan aktivis Muhammadiyah. Yang menarik, dalam pertemuan itu ada tokoh yang tidak pernah kita kenal sebagai orang atau aktivis Muhammadiyah. Yang menarik adalah beliau bisa tampil meyakinkan dalam forum para pembesar, pimpinan Muhammadiyah generasi pertama berkumpul. Orang itu adalah Haji Agus Salim.
Haji Agus Salim punya gagasan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Kalau pada masa Orde Baru Muhammadiyah disebut orsospol, dan beberapa pimpinan Muhammadiyah menjadi anggota Dewan.
Ternyata, menjelang akhir hayat Kiyai Haji Ahmad Dahlan, sudah muncul juga “ambisi” menjadikan Muhammadiyah sebagai parpol. Sidang dipimpin oleh Kiyai Ahmad Dahlan. Diketahui, Haji Agus Salim adalah seorang jurnalis, politisi dan diplomat yang hebat. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam berdebat. Dalam sidang Hoofdbestuur, argumentasi yang disampaikan Haji Agus Salim membuat seluruh yang hadir terpukau, terkesima dan setuju untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Kyai Dahlan, karena menjadi pimpinan sidang, tidak berpendapat.
Setelah Kyai Dahlan melihat bahwa nampaknya yang hadir sepakat dengan gagasan Haji Agus Salim, Kyai Haji Ahmad Dahlan yang memimpin sidang dengan duduk, lalu berdiri sambil memukul meja. Saya tidak sempat bertanya kepada guru saya, Kiyai Hadjid, apakah Kyai Dahlan memukul mejanya keras apa tidak.
Kyai Ahmad Dahlan mengajukan dua pertanyaan yang sangat sederhana dan sangat mudah. Dan kalau dijawab, sebenarnya juga gampang. Pertama, apa saudara-saudara tahu betul apa agama Islam itu? Kedua, apa saudara berani beragama Islam?
Tidak ada satu pun dari yang hadir yang sanggup menjawab pertanyaan itu, termasuk Haji Agus Salim sendiri. Bukannya tidak bisa, sebab mana mungkin ditanya soal Islam begitu saja tidak tahu. Tapi, ketika ditanya “Beranikah kamu beragama Islam?”. Mereka tahu persis yang ditanyakan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu. Pak Hadjid muda, bercerita kepada saya, “Bukan main tulusnya pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu”. Sebenarnya pertanyaan itu sederhana, tapi tidak ada yang sanggup menjawab. Akhirnya gagasan Haji Agus Salim tidak kesampaian. Muhammadiyah urung jadi partai politik.
Dua pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu, sekarang baru terjawab satu. Yaitu pada waktu Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya tahun 1978. Jawaban itu berupa keputusan tentang Ideologi Islam, Pokok-Pokok Pikiran tentang Dienul Islam, yang konsepnya dari Bapak H. Djindar Tamimy. Jadi, setelah kira-kira 56 tahun baru terjawab satu
pertanyaan.
Sedangkan pertanyaan yang kedua, sampai sekarang ini belum ada yang berani menjawab. Tahun 1960, kebetulan saya masih sering mendengar, ada ungkapan Kyai Dahlan yang menarik, “Durung Islam temenan, nek durung wani mbeset kuliti dewe” (Belum Islam sungguh-sungguh, kalau belum berani mengelupas kulitnya sendiri).
Yang akan saya ungkap di sini, kaitannya dengan pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan tadi, apa Islam itu, bisa dibuka pada Pelajaran Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Bagi KHR Hadjid, Kyai Dahlan dalam mengungkap ayat itu menarik sekali. Ayat yang diungkap adalah ayat yang sudah populer. Bahkan menjadi bacaan harian mereka yang membaca doa iftitah shalat menggunakan hadis riwayat Imam Muslim (Wajjahtu wajhiya….).Buku itu mengungkap dan mengajarkan bagaimana Islam itu. Ternyata, setelah sekian tahun bermuhammadiyah Kyai Dahlan baru sanggup mengaplikasikan dan merealisir ajaran Alquran tidak lebih dari 50 ayat. Dua ayat diantaranya ada dalam surat Al An’am. Qul inna shalati wa-nusuqi wa mahyaaya, wa mamaati lillaahi rabbil alamin. Laa syarikalah wa bidzalika umirtu.
Dalam salah satu kitab tafsir diungkap bahwa ayat ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS. Kata-kata dalam ayat Alquran yang menyebut aslama-yuslimu-aslim, muncul dari Nabi Ibrahim AS. Jadi, awwalul muslimin itu Ibrahim, sedang wa ana minal muslimin itu Rasulullah Saw.
Maka di dalam doa Iftitah yang diucapkan dalam bacaan shalat tadi
boleh dipilih antara awwalul muslimin atau wa ana minal muslimin.
Qul, katakanlah (Muhammad), inna shalati, sungguh shalatku; wa nusuqi, dan pengorbananku; wa mahyaya, dan kiprah hidupku; wa mamati, dan tujuan matiku; lillah, hanya untuk dan karena Allah; raabil alamin, pengatur alam semesta. Laa syariikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya; wabidzaalika umirtu, dan dengan itu aku diperintah; wa ana awwalul muslimin, dan aku orang yang pertama, pasrah, setia tunduk kepada Allah Subhanahu wataala. Amin ya rabbal alamin.
Itu makna yang populer, kecuali kata nusuq yang saya terjemahkan
menjadi pengorbananku. Pada hampir semua terje-mahan, nusuq diartikan ibadah.
Mengenai tafsirnya, kebetulan tidak sempat saya catat tapi saya punya
kitabnya, nusuq bukan berarti ibadah. Yang berarti ibadah adalah
nasaqun. Nusuq artinya menyembelih kurban. Maka saya artikan, nusuqi
adalah pengorbananku. Jadi, “shalatku, pengorbananku, hidup matiku,
lillahi rabbil alamin”.
Kyai Bakir Sholeh, seorang ulama besar Jogja yang dikenal sebagai
kamus berjalan, memaknai dengan liman kana yarju…… “Sungguh, shalatku, pengorbananku, hidup dan matiku hanya untuk Allah”. Dalam terjemah Miftah Farid masih kelihatan biasa. Tetapi untuk terjemahan ini orang bisa tertegun, “Hanya karena untuk Allah rabbil alamin.”
Laa syarikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pengertian ini oleh Kyai
R.H. Hadjid, yang telah mendengar pelajarannya langsung dari Kiyai
Dahlan dengan terjemahan tafsir “itu tidak untuk selain Allah”.
Karena syarikat bermakna sekutu. Sekutu itu apa saja bisa dianggap
sekutu.
Lalu ayat tadi bermakna apa? “Shalatku, pengorbananku, hidup dan
matiku hanya untuk Allah pengatur alam semesta”. Laa syarikalah, tidak
ada sekutu selain Allah. “Aku diperintah untuk hidup dengan model cara
yang seperti itu. Tidak untuk maksud-maksud yang lain. Tidak untuk
anak istriku. Tidak untuk orang tuaku, juga tidak untuk bangsa dan
tanah airku”. Tanah dan air itu kalau jadi satu namanya blethokan.
Hidupku tidak untuk itu.
Pertanyaannya, lalu untuk apa? “Bela hakmu, perjuangkan hakmu. Membela tanah air adalah sabilillah. Membela tanah air bukan karena kemauan tanah air, tetapi karena Allah”. Di sini lalu maknanya, “berbuat
baiklah kamu kepada orang tuamu”. Bedanya dengan ihsan, tidak sekedar karena naluri, atau karena punya naluri berbakti kepada orang tua, tetapi begitu lengkap. Sebab itu karena perintah Allah, dari kata
“wa-ahsinuu, …..birrul walidaini”.
Jadi jelas sekarang ini. Lalu ditutup dengan “wa ana awwalul muslimin.
O, ini to karepe (maksudnya) Islam itu. Islam, maksudnya, mendidik
kita untuk hidup model seperti itu. Tidak pakai tiru-tiru model yang
lain.
Dalam setiap langkah selalu berusaha dan berkarya, tidak bisa yang
namanya hidup kecuali semuanya dalam bentuk kepasrahan, niat yang
tulus berbakti kepada Allah, apapun yang dilakukan. Sebagaimana ayat
yang populer, wamaa khalaqtul jinna wal-insaan illa liya’buduun.
Manusia ini hidup diciptakan oleh Allah, tidak lain, (satu kalimat
yang dimulai dengan nafi, yang di belakang ada illa itu, merupakan
satu doktrin kepastian) hidup ini hanya untuk beribadah, tidak lain.
Maka, semua aktivitas hidup kita harus punya nilai dan nafas ibadah.
Di situlah makna hakekat dari Islam.
Dari ayat ini, beliau yang memang orang alim dan orang-orang generasi
pertama, bisa menangkap pertanyaan ini, walaupun tidak sanggup
menjawab.
Maaf, jika orang sudah bicara politik, hampir bisa dipastikan yang
dicari hanyalah kursi. Dulu, ketika sama-sama jadi mubaligh, sama-sama
aktif, masih bisa. Tapi, ketika sudah sampai pada soal kampanye,
jangan tanya. Disitulah letak bahayanya politik kalau tidak disinari
oleh Islam. Sehingga, rasa-rasanya, kita ini sepertinya tidak punya
panutan, siapa politikus kita yang bisa membawa amanah Islam. Rasanya jauh sekali dengan para pendahulu kita. Seperti Pak Muhammad Natsir, yang kalau mau sidang ke DPR hanya naik becak, tidak mau dijemput mobil.
Bermuhammadiyah adalah berislam. Ungkapan ini memang cukup tandas.
Masyarakat/umat Islam ketika itu di dalam berislam sudah bukan main
trampilnya. Seperti diungkap dalam sabda Nabi yang bernilai ramalan
itu, “Akan datang kepada kamu sekalian, suatu jaman dimana Alquran
tidak kekal lagi, Islam tidak tegak lagi kecuali hanya nama. Memang
banyak orang mengaku dirinya muslim, tapi perilaku dan tindakannya
jauh sekali dari Islam. Masjid-masjidnya makmur, banyak jamaah, tapi
sepi dari kebaikan. Orang-orang yang paling dalam ilmu agamanya
menjadi orang yang paling jahat di kolong langit. Dari mereka keluar
fitnah”. Tetapi fitnah itu kembali kepada orang-orang tadi. Jika hal
ini disebut oleh Rasulullah, ini yang jelas terjadinya sepeninggal
Rasululah.
Rupanya, hampir 100 tahun yang lalu, fenomena ini terjadi, yakni di
jaman sekitar hidup Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Bagaimana Alquran yang punya bobot yang luar biasa, kekuatan dahsyat, lau anzalnya haadzal qur’ana ala jabalin………min khasyatillah (Seandainya kami turunkan Alquran kepada gunung, kamu akan tahu Muhammad, gunung itu akan menolak, tunduk, hancur lumat karena takutnya kepada Allah. Itulah kekuatan dahsyat dari Alquran), tapi tidak diamalkan lagi.
Sekarang ini, berapa juta kali Alquran dibaca setiap hari. Ratusan
karya tafsir yang menjelaskan dari kata maupun kalimat untuk
menjelaskan ayat-ayat Alquran, berapa pula diangkat di dalam seminar,
simposium, diskusi, namun tetap juga sulit untuk mendapatkan pembaca
Alquran itu yang meneteskan air mata. Sudah susah kita menemui orang
sesenggukan membaca Alquran. Dan amat sukar kita dapati orang yang
terisak-isak karena mendengarkan peringatan ayat-ayat Alquran.
Tidak ada orang yang tersungkur karena mendengar ayat-ayat Alquran,
kecuali tersungkurnya karena sujud tilawah itu saja. Masih mending,
kita masih mau setia mengikuti sunnah Nabi. Setiap Jum’at Shubuh, Nabi selalu membaca surat As-Sajdah di rakaat pertama, dan surat Al-Insan di rakaat kedua. Yang seperti ini sekarang di Jogja hampir tidak ada. Kita perlu mengelus dada (prihatin) melihat hal ini. Dibaca saja tidak apalagi diamalkan.
Begitu pula, Islam hanya tinggal namanya. Secara minoritas, orang
Indonesia, khususnya orang Jawa, Islamnya cuma dalam tiga hal.
Berislam ketika tetak (khitan), ketika menikah, dan saat prosesi
kematiannya. Kalau sudah ditetaki (dikhitan) sudah marem. Anakku wis
diislami (anakku sudah diislami), begitu batinnya. Kemudian kalau mau
menikah, mereka sudah mantap mengundang Pak Naib. Dan ketika meninggal mengundang ahli tahlil. Dengan ketiga hal itu, sudah dianggap lengkap Islamnya.
Anehnya, diantara orang-orang yang beragamanya hanya tiga kali seumur hidup itu, malah ada yang diangkat menjadi amirul haj Indonesia. Ini sungguh-sungguh pernah terjadi. Tidak hanya cara berislamnya yang merusak tatanan Islam yang sebenarnya, bahkan dia juga termasuk perusak dan pemecah belah ummat Islam. Sampai seperti ini yang terjadi di Indonesia yang memang, katakanlah, sedikit atau banyak bersifat gado-gado.
Ketika belum ada agama yang masuk, orang Indonesia masih primitif,
membakar kemenyan menjadi kebiasaan. Ketika datang ajaran Hindu,
diterima. Lalu ketika datang ajaran Budha, juga diterima, datang Islam
juga diterima, dan terakhir, Kristen juga diterima. Semuanya bergabung
menjadi satu, Pancasila.
Inilah yang kita lihat di sekitar kita, wajah keberagamaan umat Islam.
Masih lumayan, masih ada sekelompok (besar) orang, yang beranggapan
kalau sudah berhaji itu sudah lengkap Islamnya. Hal ini bisa dilihat
kalau, misalnya, ada satu orang berangkat haji, rombongan bis yang
mengantar bisa sampai tujuh buah, disebabkan oleh penghormatan kepada orang yang mau berangkat haji yang demikian besarnya. Bahkan ketika mengantar sampai di Bandara pun menangisnya bisa sampai sesenggukan.
Memang bagus dan elok bisa pergi berhaji. Tapi dengan beribadah haji
itu belum tuntas kewajibannya sebagai muslim. Sebenarnya ibadah haji
masih dalam tataran pondasi. Buniyal islamu ala khomsin…. Islam itu
dibangun di atas lima perkara, yang kita kenal dengan rukun Islam.
Lima perkara itu adalah syahadat, shalat, puasa, zakat, dan berhaji,
itu baru pondasi. Untuk membangun Keluarga Sakinah memang harus lima perkara itu dulu yang ditata. Sebab, ada orang yang berhaji
berkali-kali, tapi ternyata keluarganya tidak juga kunjung menjadi
keluarga sakinah.
Nah, ini merupakan catatan penting untuk dakwah Muhammadiyah,
bagaimana umat ini dikenalkan dengan berislam yang sebenarnya. Saya
tidak menyinggung lebih jauh lagi apa kemudian pedomannya,
pelatihannya, dan sebagainya, bukan sekarang saatnya untuk mengungkap masalah ini.
Kita bermuhammadiyah yang paling mendasar adalah berislam. Itulah yang dituntutkan kepada kita. Bagaimana kita punya sikap hidup setia dan pasrah dengan tatanan aturan hidup Islam. Termasuk yang dulu juga
pernah diungkap Kyai Haji Ahmad Dahlan, saya kurang tahu persis
kalimat itu, hanya mendengar sepintas, “Hidup sepanjang kemauan
Islam”.
Inilah semangat muhammadiyyin tempo dulu, bagaimana hidup ini dijalani menurut kemauan Islam. Bukan menurut kemauan adat, bukan pula menurut kemauan nenek moyang ataupun tradisi, tapi menurut kemauan Islam. Ini yang menjadi semboyan para pendahulu kita. Saya hanya sempat mendengar-dengar pada awal tahun 1960. Inilah makna pertama dari bermuhammadiyah itu.
Para pimpinan dan aktivis Muhammadiyah dituntut untuk tahu dan faham apa makna berislam itu. Tahu dan faham, tidak boleh hanya tahu saja.
Doa yang dituntunkan dari Alquran, Rabbi zidni ilma war zuqni fahma.
Pertama, tentang ilmunya sendiri, kuncinya memang harus tahu. Tapi,
tahu saja belum bisa melaksanakan, sehingga diikuti dengan yang kedua,
warzuqni fahma, memohon diberikan kefahaman. Dengan faham itu baru ada
jalan untuk meraih kebaikan, sebagaimana sabda Nabi man yurudillahu
khairan yufaqqihhu fiddin, siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka
orang tadi difahamkan agamanya oleh Allah.
Soal tahu ini, dengan hanya sekali mendengar saja orang sudah bisa
tahu. Sekali mendengar ceramah sudah bisa tahu. Tetapi untuk bisa
faham, tidak cukup dengan sekali mendengar. Maka, Nabi mesti mengulang sesuatu sampai tiga kali. Hal ini kita dapati pada kitab
Riyadush-shalihin. Setiap kali men-datangi suatu kaum Rasulullah
mengucapkan salam sampai tiga kali. Sementara, banyak di antara kita
yang malas mengucap salam diulang sampai tiga kali. Malahan mungkin
kuatir disebut sebagai orang NU, karena biasanya orang NU itu yang
mengamalkan hal ini.
Kedua, Bermuhammadiyah adalah Berdakwah
Sedikit mengenang orang-orang tua kita, mengenang bagaimana semangat mereka dalam “wa-tawashau bil haq”. Ada sebutan yang cukup popular pada waktu itu, yaitu mubaligh cleleng. Cleleng adalah sebutan untuk jangkrik, yang kalau diberi makan daun kecubung ngengkriknya berkurang, tapi kalau diadu walaupun kakinya sudah patah dua-duanya nggak mau mengalah, kalau perlu sampai mati. Nah, mubaligh yang seperti itu disebut mubaligh cleleng.
Termasuk salah satu yang disebut sebagai mubaligh cleleng ini adalah
Prof. Abdul Kahar Muzakkir. Ceritanya, beliau ini jarang ketemu dengan mahasiswanya. Ketika suatu kali mahasiswa menemui beliau dengan mengucap salam, “Selamat pagi, Pak!”. Beliau bertanya, “Kamu siapa?” “Saya mahasiswa Bapak”, katanya. “Kembali sana, ucapkan dulu “Assalamu’alaikum”.
Suatu kali ada orang bertamu ke rumah beliau. Mengucap salam dengan
“kulonuwun“. Berkali-kali diucapkannya salam itu, tidak dijawab,
padahal beliau ada di rumah dan tahu kalau ada tamu. Karena
berkali-kali salam tidak dibukakan pintu, tamu itu akhirnya bermaksud
pergi. Sebelum sampai orang itu pergi, pintu dibuka oleh Prof. Kahar
Muzakkir sambil berkata, “Kibir kamu ya?” “Kenapa?” tanya orang itu.
Al-kibru umsibunnas wa jawahul–haq. Kibir itu meremehkan orang Islam dan tidak mau memakai aturan Islam. Sudah jelas ada tuntunannya
mengucap salam “Assalamu’alaikum” kalau bertamu ke rumah orang koq malah “kulonuwun”. Inilah contohnya mubaligh cleleng.
Menjadi anggota Muhammadiyah itu tidak sekedar hanya menjadi anggota saja. Kalau anda pernah tinggal di sekitar kampung Suronatan, dan kalau masih ingat, ada yang namanya Haji Khamdani. Saya masih sempat kenal orangnya, ketua Cabang Muhammadiyah Ngampilan. Pekerjaannya tukang kayu. Beliau termasuk orang yang telah mendapatkan sentuhan-sentuhan dari Kyai Ahmad Dahlan. Padahal, Pak Khamdani ini tidak termasuk orang terpelajar. Sekolahnya paling hanya sampai sekolah Ongko Loro. Beliau juga tidak termasuk orang kaya. Tetapi karena terkena sentuhan Kyai Ahmad Dahlan, merasa mau bertabligh nggak bisa, mau berdakwah pakai uang juga nggak ada uangnya, lalu beliau mengumpulkan tukang kayu, menyumbang untuk Muhammadiyah lewat keahliannya sebagai tukang kayu ketika sedang dibangun SR Muhammadiyah I (sekarang SD Muhammadiyah Suronatan). Ini adalah SD Muhammadiyah yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan berkat orang-orang yang punya ghiroh, diantaranya mujahid kayu tersebut.
Jadi, apa yang bisa disumbangkan kepada Muhammadiyah, disumbangkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang bisa bertabligh dengan kemampuan bertablighnya. Sampai-sampai, walaupun ilmu agamanya masih minim, ada mubaligh yang membaca saja pating pletot. Rabbil ’alamin dibaca rabbil ngalamin. Bismillah dibaca semillah. Laa haula walaa quwwata illa billah dibaca walawalabila, nekat untuk bertabligh.
Itulah, karena sentuhan dakwah Kyai Haji Ahmad Dahlan, walaupun cara
membacanya belum fasih, tapi berani bertabligh. Mubaligh yang demikian ini sekarang ini memang sering dicibir oleh orang-orang NU. Membaca Quran saja nggak bisa koq berani bertabligh. Oleh Kyai pasti dijawab,
“Dari pada kamu, bisa baca Quran tapi nggak berani bertabligh. Inilah
wajah Muhammadiyah yang kedua, yaitu bermuhammadiyah itu adalah
bertabligh.
Sejarah mengakui bagaimana penampilan anggun dakwah Muhammadiyah.
Dosennya Pak Amien Rais di Fisipol UGM, Pak Usman Tampubolon, orang Batak, beliau aktif di Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), tinggal di
Jogjakarta. Disertasinya tentang adat Jawa. Beliau mengorek tentang
adat Jawa yang hal itu bisa sangat menyinggung orang-orang Jawa.
Promotornya tidak mau, mengembalikannya dan menyuruh Pak Usman
Tampubolon untuk merubahnya. Pak Usman tidak mau merubah, “Wong saya sendiri yang menyusun koq disuruh merubah”, kata Pak Usman.
Pak Usman berkomentar tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan. Aneh, katanya, dalam sejarah, ketika bangkit gerakan modern di Timur Tengah, dengan tampilnya Syeh Muhammad Abdul Wahab, yang karya paling terkenalnya kitab tauhid, “Al Ushulust-tsalasah”,30) ketika ajarannya diambil, mesti ada perang dan darah yang mengalir. Kuburan-kuburan di tanah Arab yang sudah begitu rupa, oleh Syeh Abdul Wahab diratakan. Maka, yang namanya Syeh Abdul Wahab ini, di Indonesia juga sangat ditakuti.Tentu kita juga ingat perjuangan Imam Bonjol dengan perang Paderinya.
Ternyata Kyai Haji Ahmad Dahlan yang lahir di Kauman, dan bahkan
menjadi pegawai Keraton, koq bisa tenang, rukun dan asyik duduk
bersama orang Kraton yang masih mempercayai nenek moyang dengan agama jahiliyahnya. Tidak ada sruduk-srudukan di antara mereka. Hal ini membuat Pak Usman Tampubolon heran. Sosiologi apa yang dimiliki Kyai Haji Ahmad Dahlan. Seandainya Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir dan mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Barat, maka Muhammadiyah hanya ada di sana. Keadaan ini menarik. Fenomena apa ini, koq Kyai Haji Ahmad Dahlan tenang–tenang saja, mengapa tidak terjadi benturan.
Pada sisi lain, kita juga menyadari adanya kepercayaan tradisi yang
masih melekat di kalangan aktifis Muhammadiyah, terutama soal
kematian. Memang Muhammadiyah telah membersihkan hal-hal bid’ah.
Tetapi nampaknya masalah ini sekarang mulai bermunculan lagi.
Dihidupkan lagi tradisi lama. Apalagi Sidang Tanwir di Bali yang lalu
membicarakan topik Dakwah Kultural. Orang belum tahu persis koq sudah melangkah lebih lanjut.
Jujur saja, dan harus kita akui, bahwa Muhammadiyah yang tadinya cukup anggun, dengan jasa besarnya yang telah ikut mencerdaskan bangsa ini, selama lebih kurang 93 tahun berdakwah, ternyata belum dan tidak sanggup menggoyang kekuatan Nyai Roro Kidul. 93 tahun bukan waktu yang singkat.
Ini merupakan masalah yang serius, sebab kekuatan kaum itu sedemikian besarnya. Mereka punya seragam khusus dan punya pos-pos ribuan banyaknya. Yang kita kaget ketika Pemilu tahun 1999 kemarin, kekuatan mereka seperti itu. Itulah barangkali yang melatar-belakangi Sidang Tanwir membicarakan masalah dakwah kultural. Hampir-hampir
Muhammadiyah tidak menyadari tentang adanya budaya-budaya itu.
Masalah bagai-mana menari yang Islami, Muhammadiyah tidak bisa
menjawab. Kalau saya ada jawaban lain kenapa perlu ada dakwah kultural. Saya lebih cenderung memakai alat yang lain. Apa Kyai Ahmad Dahlan waktu itu memakai dakwah kultural? Tidak. Yang memakai itu kan Walisongo, Sunan Kalijogo. Lalu, apa rahasianya Kyai Ahmad Dahlan?
Satu keunggulan Muhammadiyah yang tidak dimiliki oleh yang lain,
adalah adanya karya amal Muhammadiyah. Kyai Haji Ahmad Dahlan sanggup menampilkan Islam yang bisa dilihat dan dinilai bermanfaat oleh ummat.
Tidak tanggung-tanggung, Muhammadiyah telah melahirkan dua presiden, terlepas dari presidennya itu seperti apa. Bung Karno dan Soeharto adalah anak didik Muhammadiyah. Inilah jasa besar Muhammadiyah dibidang pendidikan.
Ketika berada di Boyolali dalam tugas Rihlah Dakwah, di sebuah panti
asuhan yang gedungnya berlantai dua, sangat megah, saya diberitahu
bahwa yang membangun gedung itu adalah seorang pensiunan dari Jakarta.
Ia datang ke Boyolali mencari-cari orang Muhammadiyah. Ia mengakui
dulunya lulusan SMP Muhammadiyah Nogosari Boyolali. Setelah lama
menjadi pegawai di Jakarta kemudian ia ingat kembali Muhammadiyah.
Sementara, kadang-kadang, kita kalau sudah jadi pegawai tidak kober
lagi mikir Muhammadiyah, karena sibuk mikirin duit terus. Apalagi kita
ini termasuk sebagai pewaris falsafah “sendu” (seneng duit), merasa
senang dengan hal itu. Harus secara jujur kita akui bahwa kita memang
senang terhadap duit.
Nah, pensiunan dari Jakarta tadi punya tabungan dan ingin
menyumbangkannya kepada Muhammadiyah. Semua tukang yang bekerja membangun panti itu ia yang bayar. Inilah salah satu contoh bagaimana pengaruh pendidikan Muhammadiyah.
Kita juga bisa merasakan bagaimana sentuhan-sentuhan darah kita yang
memang belum bisa dicerna dan baru sedikit sekali. Kalau kita lihat ke
sekretariat PP Muham-madiyah, anggota Muhammadiyah sekarang sudah mencapai jumlah deretan 6 angka, tapi angka pertama baru 8. Artinya, belum ada 1 juta orang, itu pun masih dikurangi lagi dengan yang sudah meninggal. Inilah wajah Muhammadiyah yang kedua, wajah dari Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah yang perlu dibenahi.
Ketiga, Bermuhammadiyah adalah Berorganisasi
Pemahaman KHA. Dahlan terhadap Alquran surat Ali Imran ayat 104 telah melahirkan pergerakan Muhammadiyah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ulama pendahulu kita itu bisa menangkap isyarat-isyarat Alquran, sehingga memilih organisasi sebagai alat dakwah. Sebab, sebelum itu, organisasi yang ada sifatnya masih sederhana. SDI atau SI yang muncul sebelumnya karena kebutuhan yang mendesak. SDI muncul untuk mengimbangi perdagangan Cina. Sedang kelahiran SI tidak lepas dari pengaruh politik. Kita tahu, di dunia politik ada dua rayuan, rayuan surga dan rayuan kursi. Sedang, di Majelis Tabligh yang ada cuma surga saja yang menjadi harapannya.
Berorganisasi, oleh beliau-beliau ini, walaupun saat itu belum ada
Majelis Tabligh, tapi di benak para pemimpin kita itu sudah jauh
sekali yang dijangkau untuk nanti bagaimana rencana ke depannya.
Mengapa begitu yakin? Sebab tidak mungkin tegaknya Islam, izzul Islam wal muslimin, itu ditangani oleh orang per-orang. Saya tidak tahu
persis, penduduk Indonesia saat itu berapa jumlahnya. Saya hanya ingat
ada sekitar 77 jutaan penduduk Indonesia di tahun 1960-an. Jadi, pada
jaman Kyai Dahlan itu kira-kira ada 30 jutaan penduduk Indonesia, pada
saat lahirnya Muhammadiyah.
Yang dihadapi Rasulullah pada jaman beliau, menurut Pak AR, hanya
sekitar 700 ribu. Perkiraan ini didasarkan pada perhitungan bahwa saat
Haji Wada’ jumlah jama’ah yang hadir ada 140 ribu. Jika setiap orang
punya lima anggota keluarga, maka jumlahnya sekitar 700 ribu.
Dibulatkan lagi, misalnya, menjadi 1 juta. Ummat yang sekitar 700
ribu sampai 1 juta itu bisa ditangani karena ada figur Nabi Muhammad
SAW, ada Abu Bakar, ada Umar bin Khattab, dan lain-lainya. Dan yang
kita kenal lainnya, ada sepuluh sahabat Nabi yang dijamin bakal masuk
surga sebelum Rasullah meninggal.
Sekarang ini, kita kesulitan menentukan orang-orang yang seperti itu.
Kalau toh ada hanya segelintir. Katakanlah, kalau saya membuat contoh
tentang uswah hasanah, jujur saja, siapa orang Jogja yang layak
menjadi uswah hasanah, kita kesulitan mencarinya. Belum lagi di
Temanggung, siapa yang layak menjadi uswatun hasanah. Padahal
Muhammadiyah telah berkembang sedemikian luas. Ini baru dari sisi soal uswah hasanah saja.
Ketika Kyai Dahlan menyampaikan pengajian di Pekajangan Pekalongan, ada audien/peserta pengajian itu, yang memperhatikan betul terhadap Kyai Dahlan. Rupanya orang ini adalah orang alim dan orang saleh. Ia memperhatikan secara seksama wajah Kyai Haji Ahmad Dahlan. Diawasinya ekspresi wajah dan mimik Kyai Haji Ahmad Dahlan. Apalagi Kyai Dahlan waktu itu mengaku sebagai pimpinan Persyarikatan yang didirikan di Jogjakarta. Hanya dengan melihat wajah, orang saleh ini bias menentukan apakah seseorang itu saleh, jujur, dan sebagainya. Ia tahu hal itu tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan, tapi ia merasa tidak puas dengan hanya melihat penampilan Kyai Dahlan waktu itu.
Ketika Kyai Haji Ahmad Dahlan pulang ke Jogja orang tadi mengikuti.
Sampai di Jogja ia bertanya kepada orang, di masjid mana Kyai Dahlan
sholat. Ia tidak bertanya tentang apa, tapi cukup bertanya tentang
sholatnya Kyai Haji Ahmad Dahlan. Setengah jam sebelum adzan shubuh, orang itu sudah datang ke masjid, maksudnya mau menunggu jam berapa Kyai Haji Ahmad Dahlan datang. Ia tertegun karena orang yang ditunggunya sudah ada di Masjid itu. Lalu komentarnya, “Pantas kalau Kyai Haji Ahmad Dahlan mengaku sebagai pemimpin Muhammadiyah”. Orang itu tidak lain adalah Buya A.R. Sutan Mansur muda. Beliau adalah saudara dari Sutan Ismail, seorang mubaligh terkenal di Pekalongan, yang berasal dari negeri Minangkabau.
Lain lagi cerita tentang Pak AR Fahruddin. Di mata saya beliau adalah
orang yang paling zuhud di Muhammadiyah, satu-satunya ketua PP
Muhammadiyah yang tidak punya rumah sendiri. Tempat tinggalnya di
Jalan Cik di Tiro adalah milik persyarikatan Muhammadiyah. Ketika
beliau meninggal, istrinya kemudian ikut salah seorang anaknya,
Sukriyanto AR. Sekarang, bekas rumah beliau itu telah dipugar dan
dibangun gedung berlantai tiga yang menjadi kantor PP Muhammadiyah Jogjakarta yang baru, yang juga baru diresmikan pada 1 Muharram yang lalu.
Namun bukan ini persoalannya. Para pengurus PP Muhammadiyah kalau
sakit biasanya memang dilayani oleh Rumah Sakit Muhammadiyah. Seperti RSU PKU di Jogja atau RSI di Jakarta. Lukman Harun ketika sakit, sebelum meninggal, juga dilayani oleh Muhammadiyah di RSI Jakarta.
Ketika Pak AR kebetulan sakit dan mau operasi karena sakit, tidak ada
satupun orang Muhammadiyah yang tahu. Pak AR sendiri juga tidak ingin diberi fasilitas. Tapi, sebuah kelompok pengajian kecil yang tidak
jauh dari kediaman Pak AR tahu kalau Pak AR sakit dan mau operasi.
Mereka tahu betul bagaimana keadaan Pak AR itu, seorang pensiunan
pegawai Penerangan Agama Jawa Tengah yang gaji pensiunannya hanya 80 ribu, bukan ratusan ribu. Kelompok pengajian tadi lalu menyebarkan
warta, dan terkumpullah uang sebanyak 600 ribu yang kemudian
diserahkan kepada keluarga Pak AR untuk biaya berobat.
Namun, setelah Pak AR sembuh, pengurus kelompok pengajian itu diundang Pak AR. Pak AR mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut, kemudian Pak AR memberikan bingkisan. Supaya puas, pengurus tadi membuka bingkisan itu. Di dalamnya ada uang 300 ribu. Pengurus kelompok pengajian itu kaget dan berkata bahwa mereka telah ihlas. Pak AR menjelaskan bahwa operasinya hanya menghabiskan biaya 300 ribu, maka sisanya dikembalikan.
Coba, apa ada sekarang orang yang seperti Pak AR itu. Yang ada malah
sebaliknya, ada mubaligh yang sampai menawar harga untuk sekali
ceramahnya. Saya pernah pergi ke Sulawesi, berdampingan dengan
seseorang yang bercerita bahwa ia pernah sekali mengundang penceramah dari Jakarta. Amplopnya mesti 6 juta, belum termasuk tiket pesawatnya, dan ini harga mati. Begitulah. Tapi, kalau kita aktif di Muhammadiyah tidak boleh seperti itu.
Yang kita garap sekarang ini adalah ummat yang jumlahnya lebih dari
200 juta. Jika pada masa Kyai Haji Ahmad Dahlan itu kira-kira ada 30
juta ummat yang juga sudah memerlukan kekuatan untuk berdakwah, dan kekuatan itu berupa organisasi, maka sehebat-hebatnya Zainuddin MZ, yang dikenal sebagai da’i sejuta ummat, beliau tidak sanggup membangun ummat. Di Jogja juga ada mubaligh terkenal. Tapi, paling-paling beliau juga cuma bisa dikenal. Tidak akan bisa membangun ummat, karena untuk membangun ummat diperlukan kekuatan massa, dan kita harus mau serius.
Saya cukup tajam untuk menggugat tentang masalah pendidikan
Muhammadiyah di sini. Saya buat global saja, baik UMS, UMM, UMY,
UHAMKA dan sekitar 130 PTM, ditambah puluhan ribu sekolah
Muhammadiyah, 90% siswa atau mahasiswanya adalah bukan putra
Muhammadiyah. Termasuk di UMY, ketika saat itu ada training untuk
mahasiswa baru, rata–rata sholatnya memakai usholli. Memang ada
sedikit yang berasal dari IPM/IRM.
Gugatan saya, baik yang di sekolah maupun yang di PTM, kalau mereka
masuk di lembaga pendidikan Muhammadiyah, masuk dengan usholli dan keluar tetap usholli, maka Muhammadiyah sudah gagal dalam
menyelenggarakan pendidikannya. Sehebat apapun sekolah Muhammadiyah, koq setelah sholat malah yasinan.
Yang lebih ngeri lagi, karena kita tidak memikirkan hal itu, setiap
tahun kita meluluskan sekitar 40 ribu siswa/mahasiswa. Dari sebanyak
itu, berapa yang kemudian menjadi mujahid dakwah?
Saya pernah berbicara dengan Pak Umar Anggoro Jenie (mantan Ketua
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), ketika menjelang Muktamar di Jakarta tentang hal ini. Siapa di antara alumni perguruan Muhammadiyah itu, yang tampil menjadi mujahid dakwah, pada hal mereka, kurang lebih lima tahun, di tangan kita, merah hijaunya para sarjana itu kita yang membuatnya. Juga yang di sekolah-sekolah Muhammadiyah itu, paling tidak selama tiga tahun mereka kita didik.
PKI, waktu itu, tidak punya lembaga pendidikan, tapi mereka mampu
melahirkan kader-kader yang militan. Sedangkan di Muhammadiyah, siapa di antara kita yang pantas di sebut sebagai kader militan. Ini perlu
menjadi PR kita, bagaimana mengurus Muhammadiyah secara serius.
Jangan-jangan di Muhammadiyah ini malah cuma sekedar mencari
penghidupan saja. Apakah kalimat semboyan “Hidup-hidupilah
Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” masih relevan?
Padahal, waktu itu semboyan ini sangat terkenal dan biasa ditulis di
majalah dan di dinding-dinding gedung amal usaha Muhammadiyah.
Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini, dan bagaimana reaksi kita atas ungkapan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.
Namun, alhamdulillah, dapat kita perkembangan Muhammadiyah saat ini sudah sebegitu pesat. Kita mungkin tidak tahu, yang namanya sholat Ied di lapangan pada waktu itu belum ada di kota Jogjakarta. Sebab saat
itu sholat Ied hanya ada di Masjid Besar Kauman. Oleh Pak Sultan,
tidak boleh shalat Ied di Alun-alun, kalau ingin shalat Ied di
lapangan disuruh cari tempat sendiri, sehingga Muhammadiyah membeli
lapangan Asri di Wirobrajan. Dan sekarang ini sudah menyebar ke
mana-mana kalau sholat Ied itu diselenggarakan di lapangan, sesuai
dengan sunnah Nabi. Memang ada 9 hadis tentang masalah ini, tapi hanya ada satu hadis yang menyebut shalat Ied di masjid dan itu pun hadis dhoif.
Kalau kita lihat di masjid-masjid, jika ada garis shaf yang miring
tidak sejajar dengan bangunan masjid (karena menyesuaikan arah
kiblat), itu adalah hasil dari perjuangan Kyai Dahlan. Dulu, untuk
memperjuangkan lurusnya arah kiblat ini, langgar Kyai Dahlan di Kauman dirobohkan oleh tentara Kraton, karena Kyai Dahlan membetulkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman. Itu adalah salah satu contoh pengorbanan beliau.
Orang tidak tahu bagaimana jasa-jasa Kyai Haji Ahmad Dahlan. Termasuk dalam hal qurban yang dilaksanakan di kantor-kantor,
sekolahan-sekolahan, dan lain-lainnya. Semua itu adalah jasa Kyai
Ahmad Dahlan. Sekarang, dapat kita lihat sudah merebak di mana-mana,
misalnya di kantor bupati menyembelih qurban seekor lembu, gubernur
juga seekor lembu, dan sebagainya. Padahal menyembelih qurban di
kantor dan sekolahan itu tidak ada nashnya. Alasanya hanya satu, yaitu
latihan. Dan masih banyak lagi amal usaha Muhammadiyah yang dengan itu orang menjadi tahu Islam yang sebenarnya, melalui karya-karya Islami Muhammadiyah tersebut.
Yang namanya surat Al-Maun, dulu hanya menjadi hafalan orang saja.
Tapi di benak Kyai Dahlan, jadilah pengamalan dari surah itu,
panti-panti asuhan, rumah sakit-rumah sakit, yang merupakan pemahaman beliau atas surat Al-Maun.
Di sinilah keberhasilan dakwah Muhammadiyah dapat dilihat. Tanpa ada
benturan yang berarti ia menjadi diminati oleh ummat. Cuma, sekarang
masalahnya terletak pada diri kita sendiri, karena kita ini sudah
menjadi pewaris amal usaha Kyai Haji Ahmad Dahlan. Pertanyaannya,
untuk apa amal usaha yang telah diwariskan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.
Mau diapakan, misalnya, anak-anak asuh panti asuhan yang hidup, makan, dan semuanya dicukupi Muhammadiyah, mau diapakan lagi mereka ini kalau tidak kita jadikan kader kita.
Keempat dan Kelima, Bermuhammadiyah adalah Berjuang dan Berjihad serta Berkorban.
Yang keempat, bermuhammadiyah itu berjuang dan berjihad.
Yang kelima, bermuhammadiyah adalah berkorban.
Untuk dua hal yang terakhir ini belum sempat saya angkat. Sebenarnya
mau saya sampaikan karena waktunya belum ada, maka saya minta maaf.
Jumat, Apr 24 2009
Arif Budiman Ch (sumber milist IPM)
*) Transkrip Ceramah Ustadz Suprapto Ibnu Juraimi dalam Pengajian di PDM
Temanggung Jawa Tengah. Ditranskrip oleh Arief Budiman Ch.
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1442&Itemid=2
Langganan:
Postingan (Atom)